Phil Spencer resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan pimpinan Xbox setelah lebih dari satu dekade memimpin divisi tersebut. Spencer, yang telah berkarier di Microsoft sejak akhir 1980 an dan menjadi wajah utama Xbox sejak era awal Xbox One, akan menjalani hari terakhirnya pada Senin, 23 Februari mendatang.
Keputusan ini muncul di tengah berbagai perubahan besar di tubuh Microsoft. Dalam surat elektronik yang dikirim kepada karyawan, Spencer mengungkap bahwa dirinya telah membicarakan rencana tersebut dengan CEO Microsoft Satya Nadella sejak tahun lalu. Ia menyatakan keinginannya untuk memasuki babak baru dalam kehidupannya sekaligus memastikan proses transisi berjalan terarah dan stabil.

Sejak saat itu, keduanya sepakat menyiapkan proses transisi dengan perencanaan matang demi menjaga stabilitas dan memperkuat fondasi yang telah dibangun. Ia juga menegaskan bahwa Xbox bukan sekadar bisnis, melainkan komunitas besar yang terdiri dari pemain, kreator, dan tim yang peduli terhadap apa yang mereka bangun serta bagaimana cara membangunnya.
Sebagai pengganti Spencer, Microsoft menunjuk Asha Sharma yang saat ini menjabat sebagai President of CoreAI. Sharma akan mulai memimpin Xbox pekan depan. Namun perombakan tidak berhenti di situ. Presiden Xbox, Sarah Bond, yang sebelumnya disebut sebut sebagai kandidat kuat penerus Spencer, justru memilih untuk mengundurkan diri dari Microsoft sepenuhnya.
Di sisi lain, pimpinan Xbox Game Studios Matt Booty mendapatkan promosi menjadi Chief Content Officer. Dalam peran barunya, Booty akan bekerja langsung dengan Sharma untuk mendorong apa yang disebut sebagai kembalinya Xbox.
Warisan Spencer di Xbox terbilang kompleks. Saat mengambil alih kepemimpinan pada 2014, Xbox berada dalam situasi sulit pasca peluncuran Xbox One. Di bawah arahannya, Xbox membangun kembali kepercayaan publik melalui program backward compatibility, ekspansi besar Xbox Game Studios lewat berbagai akuisisi, serta peluncuran layanan berlangganan Xbox Game Pass pada 2017 yang menjadi salah satu inovasi paling berpengaruh di industri gim.
Namun beberapa tahun terakhir juga diwarnai kritik. Akuisisi besar Activision mendorong Xbox menjadi penerbit pihak ketiga, yang berujung pada hadirnya waralaba eksklusif seperti Halo dan Gears of War di platform lain. Strategi pemasaran terbaru yang menekankan konsep This is an Xbox juga dinilai sebagian pihak melemahkan posisi perangkat keras Xbox, terutama di tengah penurunan penjualan Xbox Series X dan Series S.
Dengan mundurnya Spencer, Xbox memasuki babak baru dalam sejarahnya. Tantangan ke depan tidak hanya menyangkut arah bisnis, tetapi juga bagaimana menjaga identitas merek Xbox di tengah perubahan lanskap industri gim global yang semakin kompetitif.










