Film 28 Years Later: The Bone Temple mencatatkan rating impresif di website Rotten Tomatoes. Sekuel terbaru dari waralaba legendaris ini sukses menorehkan rekor baru lewat capaian rating tertinggi sepanjang sejarah waralaba film tersebut.

Berdasarkan data terbaru, The Bone Temple kini mengantongi status Certified Fresh di Rotten Tomatoes dengan skor kritikus mencapai 93 persen dari lebih dari 84 ulasan. Angka ini melampaui capaian film film sebelumnya dalam seri 28 Days Later, termasuk 28 Years Later yang dirilis tahun lalu. Dengan hasil tersebut, The Bone Temple resmi menjadi film dengan penerimaan kritis terbaik dalam franchise yang sudah berjalan lebih dari dua dekade ini.

Pencapaian ini terasa signifikan mengingat waralaba 28 Days Later sejak awal dikenal bukan sekadar menyajikan kisah wabah dan kekerasan, tetapi juga menggali sisi kemanusiaan, trauma, dan konsekuensi sosial dari dunia pasca kehancuran. The Bone Temple dinilai berhasil mempertahankan identitas tersebut, sembari memperluas skala cerita dan konflik yang dibangun sejak film sebelumnya.

Kolaborasi antara penulis lama seri ini, Alex Garland, dengan sutradara Nia DaCosta mendapat banyak pujian dari kritikus. DaCosta, yang mengambil alih kursi sutradara dari Danny Boyle, dianggap mampu memberikan sudut pandang baru tanpa menghilangkan roh khas franchise. Banyak ulasan menyebut film ini berdiri kuat sebagai cerita mandiri, namun tetap terasa sebagai bagian penting dari rangkaian besar 28 Years Later.

Dari sisi akting, penampilan para pemain menjadi salah satu kekuatan utama. Ralph Fiennes mencuri perhatian lewat perannya sebagai Dr Ian Kelson, dengan akting yang dinilai emosional, intens, sekaligus memiliki nuansa tragis yang kuat. Sementara itu, Jack O’Connell kembali menunjukkan pesonanya sebagai antagonis horor, kali ini tampil mengerikan sebagai pemimpin kultus sadis yang meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.

Meski ada sebagian kecil kritik yang menyoroti pendekatan penceritaan Nia DaCosta yang dianggap berbeda dari film film sebelumnya, ulasan positif tetap mendominasi. Banyak pihak menilai perbedaan tersebut justru memberi warna baru dan membuat film terasa lebih berani dalam mengeksplorasi tema serta karakter.

Kesuksesan The Bone Temple juga memperkuat keyakinan studio terhadap masa depan waralaba ini. Rencana untuk menutup trilogi 28 Years Later dengan film ketiga kini resmi berjalan, setelah mendapat lampu hijau bulan lalu. Dengan standar tinggi yang telah ditetapkan oleh The Bone Temple, tantangan besar kini menanti tim kreatif untuk menghadirkan penutup yang mampu memenuhi ekspektasi sekaligus memberikan akhir yang memuaskan bagi para penggemar.

Arif Wijaya
Penulis di Greenscene.co.id sejak 2023, sangat passionate mengenai film & tokusatsu.