Sebuah cerita menarik akhirnya terungkap mengenai rencana awal Black Panther 2 yang sempat disiapkan Marvel Studios sebelum kepergian Chadwick Boseman. Sutradara Ryan Coogler baru-baru ini membagikan gambaran bagaimana sekuel tersebut seharusnya berkembang jika sang aktor masih hidup dan dapat kembali memerankan T Challa.
Kepergian Chadwick Boseman pada 2020 menjadi pukulan besar, tidak hanya bagi industri film, tetapi juga bagi Marvel Studios yang tengah menyiapkan kelanjutan kisah Wakanda. Saat itu, Coogler sebenarnya telah menuntaskan draf cerita Black Panther 2 dan berharap Boseman bisa membacanya. Namun kondisi kesehatan sang aktor yang terus menurun membuat hal tersebut tidak pernah terwujud. Coogler mengakui momen tersebut menjadi salah satu pengalaman paling emosional dalam kariernya, mengingat hubungan keduanya terjalin sangat dekat dan penuh rasa saling melindungi.

Dalam konsep awal sekuel tersebut, cerita Black Panther 2 akan berfokus pada hubungan ayah dan anak antara T Challa dan putranya. Coogler merancang sebuah tradisi kuno Wakanda yang disebut Ritual of Eight. Dalam ritual ini, seorang pangeran yang berusia delapan tahun diwajibkan menghabiskan delapan hari di alam liar bersama ayahnya tanpa perlengkapan apa pun. Selama ritual berlangsung, sang anak harus mengikuti semua arahan ayahnya, tetapi diberi kebebasan untuk mengajukan pertanyaan apa pun yang wajib dijawab dengan jujur.
Konflik besar muncul ketika Namor melancarkan serangan ke Wakanda di tengah ritual tersebut. Situasi ini memaksa T Challa menghadapi ancaman mematikan sambil tetap mendampingi putranya setiap saat. Ia harus bernegosiasi, bertarung, dan mengambil keputusan penting tanpa melanggar ritual yang belum pernah gagal sebelumnya. Coogler menyebut cerita ini sebagai upaya mengeksplorasi sisi T Challa yang belum sempat digali sepenuhnya, sekaligus menantang kemampuan akting Boseman lebih jauh dibanding film pertamanya.
Rencana tersebut akhirnya tidak pernah diwujudkan. Marvel Studios memilih arah berbeda dengan Black Panther Wakanda Forever, menjadikan film tersebut sebagai penghormatan bagi Boseman dan mengalihkan fokus cerita pada Shuri serta para perempuan Wakanda. Keputusan itu terbukti diterima dengan baik, baik oleh penonton maupun kritikus, meski Coogler mengakui bahwa versi awal sekuel ini menyimpan potensi cerita yang sangat personal dan kuat.
Meski kisah tersebut hanya tinggal konsep, pengaruh Chadwick Boseman terhadap waralaba Black Panther tetap terasa hingga kini. Menarik juga menunggu masa depan Black Panther di MCU yang kabarnya akan berpindah ke sosok baru, apakah kita akan melihat TChalla dari semesta lain? Atau sang anak yang kini akan mendapatkan gelar Black Panther? Kita tunggu saja kelanjutannya ya Geeks!










