Sebuah fakta menarik tentang proses awal pembuatan Fast X akhirnya terungkap. Di balik layar, film ini rupanya sempat berada di jalur yang sangat berbeda sebelum Justin Lin meninggalkan kursi sutradara. Lin, yang dikenal sebagai sosok penting di balik lima film Fast & Furious, awalnya menyiapkan sebuah twist besar yang berpotensi mengubah arah saga ini.
Informasi tersebut muncul lewat buku baru berjudul Welcome To The Family karya Barry Hertz. Di dalamnya dijelaskan bahwa Lin ingin menghadirkan kejutan yang benar-benar mengguncang, tepatnya tentang hubungan Dominic Toretto dengan putranya, Little Brian. Dalam konsep awal, Jason Momoa sebagai Dante Reyes ternyata bukan hanya musuh baru Dom, tetapi juga ayah kandung Little Brian.

Gagasan itu memicu perdebatan di antara tim kreatif. Sebagian merasa twist tersebut bisa menjadi cara kuat bagi Dom untuk menghadapi nilai paling penting dalam hidupnya, yaitu keluarga. Dom akan diuji untuk menyelamatkan dan menerima seorang anak yang ternyata bukan darah dagingnya, sekaligus merupakan keturunan dari musuh yang paling ia benci. Namun Vin Diesel sebagai bintang sekaligus produser memiliki pandangan berbeda, dan pada akhirnya gagasan tersebut ditinggalkan setelah Lin angkat kaki dari produksi.
Dalam versi film yang tayang, Little Brian tetap digambarkan sebagai anak kandung Dom dan Elena Neves, seperti yang diceritakan sejak The Fate of the Furious. Hubungannya dengan Dom juga semakin dikuatkan di Fast X, terutama ketika Dante menjadikan sang bocah sebagai target balas dendam atas kematian ayahnya di Fast Five.
Melihat kembali rencana awal itu, twist tersebut memang berpotensi membelah opini penonton. Mengubah garis keturunan Little Brian tentu akan memengaruhi hubungan Dom dengan Elena, dan mungkin menimbulkan reaksi keras dari penggemar yang sudah terhubung dengan kisah keluarganya. Namun di sisi lain, ide tersebut sebenarnya membuka ruang drama yang lebih dalam dan sangat sesuai dengan tema utama franchise ini, yakni keluarga yang terbentuk bukan karena darah, melainkan pilihan.
Kini, setelah Fast X meluncur tanpa plot twist tersebut, masih ada peluang Universal mempertimbangkan kembali elemen itu untuk Fast 11. Dengan saga ini mendekati akhir, segala kemungkinan masih terbuka, termasuk ide-ide lama yang sebelumnya tidak jadi digunakan.
Untuk saat ini, penggemar setidaknya mendapat gambaran betapa berbedanya film tersebut jika Justin Lin tetap berada di proyek tersebut. Keputusan yang diambil mungkin mengamankan kesinambungan cerita, tetapi juga meninggalkan sebuah skenario alternatif yang tidak kalah menarik untuk dibayangkan.










