Kesuksesan besar film Road House versi terbaru rupanya tidak hanya membawa pujian, tetapi juga memicu pertarungan sengit di balik layar. Proyek yang dibintangi Jake Gyllenhaal dan Conor McGregor itu kini menjadi pusat perebutan antara sutradara Doug Liman dan pihak studio Amazon MGM, yang masing-masing berencana menggarap sekuelnya sendiri.

Film Road House garapan Liman sempat menjadi fenomena setelah perilisannya di Amazon Prime awal tahun ini. Namun, di balik kesuksesan tersebut, hubungan sang sutradara dengan studio memburuk akibat keputusan Amazon MGM untuk merilis film langsung ke layanan streaming tanpa penayangan di bioskop, meski perjanjian awal disebut telah menjanjikan perilisan teatrikal.

Sebagai bentuk perlawanan, Doug Liman dikabarkan telah membeli hak untuk memproduksi sekuel dari penulis naskah asli film Road House tahun 1989, R. Lance Hill. Versi Liman akan berjudul Road House: Dylan, dan disebut tidak akan melibatkan Jake Gyllenhaal atau memiliki hubungan dengan film remake sebelumnya. Proyek ini akan menjadi kelanjutan langsung dari kisah orisinal karya Hill.

Sementara itu, Amazon MGM juga tidak tinggal diam. Studio tersebut tengah menyiapkan Road House 2 yang disutradarai oleh Ilya Naishuller, sutradara di balik Hardcore Henry. Sekuel versi studio ini akan menampilkan kembalinya Jake Gyllenhaal sebagai Dalton, bersama Dave Bautista, Aldis Hodge, dan Leila George. Seperti pendahulunya, film ini juga akan dirilis secara eksklusif di platform Amazon Prime Video tanpa tayang di bioskop.

Kedua proyek ini menimbulkan kebingungan di kalangan penggemar, karena masing-masing mengklaim sebagai penerus sah dari waralaba Road House. Namun di balik proses kreatif yang tengah berjalan, kisah ini ternyata juga diwarnai konflik hukum yang cukup rumit.

R. Lance Hill, penulis naskah asli film tahun 1989, mengklaim bahwa ia telah mendapatkan kembali hak cipta atas naskah tersebut berdasarkan Pasal 203 Undang-Undang Hak Cipta Amerika Serikat. Aturan tersebut memungkinkan seorang penulis untuk merebut kembali hak cipta atas karya mereka setelah 35 tahun. Namun, Amazon MGM menolak klaim tersebut dan berpendapat bahwa naskah itu merupakan “karya pesanan” karena dijual melalui perusahaan Hill, Lady Amos Inc., sehingga hak cipta tetap menjadi milik studio.

Perselisihan ini kemudian berujung pada gugatan hukum yang diajukan Hill terhadap Amazon MGM atas tuduhan pelanggaran hak cipta dalam pembuatan Road House versi terbaru. Hingga kini, proses hukum tersebut masih berlangsung dan belum mencapai penyelesaian.

Meski konflik masih panas, keduanya tampak bertekad untuk melanjutkan proyek masing-masing. Jika tidak ada halangan, bukan tidak mungkin penonton akan menyaksikan dua film Road House yang berbeda dalam beberapa tahun mendatang: satu versi resmi produksi Amazon MGM, dan satu lagi versi “independen” yang digarap langsung oleh Doug Liman dan R. Lance Hill. Dengan situasi yang semakin kompleks, penggemar kini menantikan perkembangan lebih lanjut untuk melihat versi mana yang akan menjadi penerus sejati dari kisah legendaris Road House.

Arif Wijaya
Penulis di Greenscene.co.id sejak 2023, sangat passionate mengenai film & tokusatsu.