Produksi film Supergirl dari DC Studios rupanya belum benar-benar selesai. Setelah dinyatakan rampung pada Mei lalu, kabar terbaru menyebutkan bahwa film yang menjadi bagian penting dari semesta baru DCU itu kini kembali melakukan proses syuting tambahan.
Informasi ini pertama kali diungkap oleh scooper ternama, Daniel Richtman, yang menyebut bahwa proses syuting ulang alias reshoot film Supergirl berlangsung selama kurang lebih dua minggu. Menurutnya, tambahan syuting ini kemungkinan besar dilakukan untuk memasukkan adegan baru yang melibatkan Superman versi David Corenswet.

Kabar tersebut semakin kuat setelah kostum Superman yang sebelumnya dipajang di pameran Warner Bros. Studio Tour diketahui telah dilepas dan digantikan dengan catatan bertuliskan “Kostum Superman sedang digunakan untuk produksi.” Banyak yang sempat berspekulasi bahwa hal itu berkaitan dengan proyek Superman: Man of Tomorrow, film solo Superman garapan James Gunn. Namun, proyek tersebut diketahui masih berada di tahap pengembangan awal, sehingga dugaan kuat mengarah pada Supergirl.
Film Supergirl menjadi salah satu proyek besar yang masuk ke dalam babak pertama DC Universe baru di bawah kendali James Gunn dan Peter Safran. Karakter Kara Zor-El, sepupu dari Clark Kent, akan menjadi pusat cerita yang dikabarkan lebih gelap dan emosional dibanding adaptasi sebelumnya. Film ini diadaptasi dari komik Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King yang terkenal dengan nuansa cerita yang lebih dewasa dan introspektif.
Menariknya, menurut laporan dari The Hollywood Reporter, Supergirl telah menggelar pemutaran terbatas di area Burbank beberapa waktu lalu. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah eksekutif Warner Bros. dan anggota inti dari tim kreatif DC Studios yang dipercaya James Gunn. Meskipun detail hasil penayangan itu belum dibocorkan ke publik, beberapa sumber internal mengklaim bahwa reaksi awal terhadap film ini sangat positif.
Penulis naskah Supergirl, Ana Nogueira, dalam wawancara terpisah juga sempat membahas pendekatan berbeda yang ia ambil dalam penulisan cerita. “Versi ini lebih keras, lebih mentah, namun juga lebih lucu dan berani,” ungkap Nogueira. Ia menambahkan bahwa fokus utama naskahnya adalah menghadirkan sisi manusiawi Kara Zor-El yang berjuang untuk menemukan jati dirinya di tengah tekanan sebagai pewaris warisan Krypton sekaligus seorang pahlawan di dunia yang asing baginya.
Kehadiran Superman dalam film ini diyakini akan berfungsi sebagai penghubung langsung antara Supergirl dan film Man of Tomorrow yang akan datang. Dengan begitu, film ini tidak hanya berfungsi sebagai pengenalan karakter Kara, tetapi juga sebagai batu loncatan menuju konflik dan hubungan keluarga yang lebih kompleks di DC Universe versi baru.










