Musim film tahun 2025 sempat dipenuhi harapan berkat deretan proyek film besar. Namun, realitasnya,beberapa judul yang diharapkan memberi kisah yang kuat justru menuai kritik karena masalah naskah, eksekusi teknis, hingga keputusan kreatif yang membingungkan. Di bawah ini adalah sepuluh judul film yang paling mengecewakan sepanjang 2025 sejauh ini, simak selengkapnya Geeks!
9Snow White
Sejak diumumkan, Snow White versi live-action dari Disney sudah menarik perhatian banyak orang. Film ini diharapkan bisa membawa nuansa baru dari kisah klasik yang sangat terkenal. Dengan Marc Webb sebagai sutradara dan jajaran pemain yang menjanjikan, banyak penggemar yakin film ini akan menjadi salah satu remake terbaik dari Disney. Sayangnya, begitu tayang, Snow White malah jadi salah satu film yang paling mengecewakan di tahun 2025.
Masalah utama film ini ada pada perubahan besar yang terasa tidak perlu. Disney berusaha membuat versi modern dengan pesan yang lebih “berani”, tapi akhirnya justru kehilangan pesona dari film aslinya. Karakter Snow White yang dulu lembut, penuh kasih, dan inspiratif kini digambarkan lebih keras dan kurang hangat. Perubahan terbesar lainnya adalah penggantian tujuh kurcaci yang sangat ikonik dengan sekelompok karakter baru yang tidak begitu menarik dan terasa kurang punya chemistry di layar.
Secara tampilan, film ini juga gagal memberikan kesan magis yang biasanya menjadi keunggulan Disney. Efek visual yang seharusnya memperindah dunia dongeng malah terlihat tidak halus dan terkadang aneh. Beberapa adegan tampak seperti hasil produksi yang terburu-buru, membuat penonton sulit terbawa suasana. Lagu-lagu baru yang disisipkan pun tidak sekuat versi klasiknya, sehingga kehilangan momen musikal yang biasanya membuat film Disney terasa berkesan.
Bagi banyak penonton, terutama yang tumbuh bersama versi animasinya, Snow White terbaru terasa seperti kehilangan “jiwa” dari kisah aslinya. Alih-alih memberikan pembaruan yang segar, film ini justru membuat banyak orang rindu pada keindahan sederhana dari versi lama. Geeks yang menonton mungkin akan setuju bahwa kadang, tak semua kisah klasik perlu diubah terlalu jauh untuk tetap relevan dan dicintai sepanjang masa.










