Film bertema satir memang tidak semua orang bisa menikmati namun, tidak sedikit yang tetap menarik untuk ditonton karena cerita yang menarik. Industri perfilman Hollywood sering kali menghadirkan cerita film yang sudah dipastikan laris di pasaran. Namun, film-film dengan tema satir umumnya jarang dilirik meskipun sebenarnya tidak sedikit yang menarik untuk ditonton. Apa saja?

10Don’t Look Up

Film satir terbaik yang menarik untuk ditonton pertama adalah Don’t Look Up yang disutradarai oleh Adam McKay dan dibintangi oleh sederet nama besar Hollywood seperti Jennifer Lawrence, Meryl Streep, Jonah Hill, dan masih banyak lagi. Film ini mengangkat tema tentang bagaimana masyarakat modern, terutama media dan politik, menanggapi ancaman dengan ketidakseriusan.

Ceritanya sendiri berfokus pada dua astronom, Dr. Randall Mindy dan mahasiswanya, Kate Dibiasky, yang menemukan sebuah komet raksasa yang sedang menuju Bumi dan berpotensi menghancurkan umat manusia. Namun, ketika mereka mencoba memperingatkan pemerintah dan publik mereka justru masyarakat menganggap skeptis alias meragukan peringatan yang dihadirkan oleh pihak pemerintah. Situasi politik juga membuat situasi tersebut diabaikan.

Bukannya bertindak cepat justru pihak pemerintah lebih memikirkan dampak politik dari berita ini. Di sisi lain, sementara media massa hanya tertarik menjadikannya sensasi tanpa pemahaman ilmiah yang mendalam. Seorang miliarder teknologi bernama Peter Isherwell melihat peluang bisnis dalam bencana ini. Don’t Look Up jadi sebuah film satir tentang pemerintah, perbedaan media dalam menghadapi krisis, politik, dan juga selebritis.

9RoboCop

Sebagai salah satu film sci-fi yang populer tentunya Geeks sudah tidak asing dengan film RoboCop garapan sutradara Paul Verhoeven. RoboCop menghadirkan cerita tentang kekacauan kriminal dan korupsi yang melanda kota Detroit. Seorang anggota polisi, Alex Murphy, bahkan jadi korban pembunuhan brutal oleh geng kriminal yang sangat kejam. Namun, ironisnya adalah beberapa pelakunya adalah pihak kepolisian.

Ajaibnya adalah Alex Murphy berhasil selamat dari serangan keji dan mengerikan tersebut. Meskipun begitu, seluruh badannya hancur akibat serangan tersebut dan hanya tersisa bagian kepala dan otaknya saja. Alex kemudian jadi subyek uji coba dari perusahaan Omni Consumer Products (OCP) di mana mereka mencoba untuk menghadirkan sosok robot polisi super yang tangguh. Inilah yang kemudian jadi awal mula kemunculan RoboCop.

Verhoeven menghadirkan cerita RoboCop sebagai cara untuk menunjukan kekerasan ekstrem yang terjadi di dunia nyata. Selain itu, ceritanya sendiri menjadi sebuah satir bagi kekerasan dari pihak kepolisian di dunia nyata yang memang banyak terjadi dan bahkan masih terjadi hingga sekarang. RoboCop juga jadi film yang bersenang-senang dengan elemen konsumerisme dan juga teknologi masa depan.

8Fight Club

Fight Club dianggap sebagai salah satu film satir paling populer sepanjang masa yang mana sering kali filmnya disalahartikan oleh banyak penonton. Meskipun begitu, hal tersebut menjadi bukti bahwa filmnya memang sangat efektif dari yang diduga sebelumnya. Filmnya disutradarai oleh David Fincher dan menghadirkan cerita tentang seorang pria yang menjalani kehidupannya dengan sangat sederhana bernama The Narrator.

The Narrator pun kemudian bertemu dengan seorang pria yang dikenal sebagai Tyler Durden di mana dia memiliki sifat yang sangat berbanding terbalik dengan The Narrator. Keduanya kemudian membangun sebuah klub bertarung dan dari sana banyak hal yang kemudian terjadi. Film-film garapan David Fincher memang sering kali menghadirkan komedi gelap atau elemen satir namun, Fight Club sedikit berbeda.

David Fincher tidak ragu-ragu dalam menghadirkan elemen satir di ceritanya di mana melalui film ini dia mencoba untuk menyinggung tentang maskulinitas yang keliru, radikalisme, dan konsumerisme. Apa yang dihadirkan dan dilakukan oleh Fincher melalui Fight Club dianggap sangat menarik, segar, dan menggigit. Sayangnya, filmnya sendiri kurang laku di pasaran saat perilisan sebelum berhasil meraih kesuksesan pasca perilisan home edition.

7Dawn Of The Dead

Film satir terbaik yang menarik untuk ditonton lainnya adalah Dawn of the Dead. Nama sutradara George A. Romero memang sudah sejak lama dikenal dan dihormati sebagai sosok yang ahli dalam menghadirkan film bertema zombie. Bahkan, Romero adalah sutradara yang menjadi pelopor film tersebut. Dawn of the Dead yang rilis pada tahun 1978 adalah salah satu mahakarya dari film horor garapan Romero.

Filmnya dianggap sangat menarik dan luar biasa yang bahkan mampu menghadirkan sesuatu melampaui zamannya. Level adegan gore dalam film Dawn of the Dead memang tidak seekstrem dan semengerikan film di era modern. Premisnya sendiri sebenarnya cukup simpel di mana sekelompok orang berjumlah empat orang secara bersama-sama berlindung di sebuah pusat perbelanjaan ketika wabah zombue menyebar.

Namun, apa yang mereka duga sebagai tempat yang aman justru menjadi mimpi buruk yang harus mereka hadapi. Filmnya sendiri disebut menjadi sebuah satir dari kondisi manusia di kehidupan nyata. Dalam hal ini, Romero menyinggung sisi konsumerisme dari orang-orang yang sangat luar biasa dan mereka nampak seperti zombie saat memburu sesuatu. Filmnya juga menjadi gambaran orang-orang ketika terpengaruh oleh sesuatu yang tidak bisa mereka dapatkan.

6Tropic Thunder

Industri perfilman Hollywood memang sudah sejak lama dikenal sebagai industri perfilman yang paling rumit, paling mengerikan, dan banyak hal buruk di industri tersebut yang terbongkar. Salah satunya adalah tentang praktik rating dan pemilihan aktor. Tema tersebut dihadirkan dalam sebuah film komedi satir yang kontroversial terlepas dari kepopulerannya yaitu Tropic Thunder yang rilis pada awal 2000an.

Filmnya sendiri disutradarai oleh Ben Stiller yang juga menjadi salah satu bintang utama di filmnya. Selain Ben Stiller, beberapa nama lainnya juga membintangi film ini seperti Robert Downey Jr. Jay Baruchel, dan sebagainya. Tropic Thunder sendiri bercerita tentang sekelompok aktor yang menjadi bintang utama dalam sebuah proyek film perang Vietnam. Namun, untuk membuat filmnya terasa nyata mereka semua kemudian benar-benar diterbangkan langsung menuju Vietnam.

Mereka semua terkejut ketika sesampainya di medan pertempuran tersebut para aktor malah harus benar-benaer terlibat dalam peperangan tersebut. Tropic Thunder menjadi kontroversial salah satunya adalah karena film ini seolah mengungkapkan rahasia gelap yang terjadi di Hollywood. Cameo dari Tom Cruise yang tidak banyak disadari oleh orang-orang sebagai produser filmnya dianggap menjadi perwakilan sebagian para produser film di Hollywood.

5The Truman Show

Jika Tropic Thunder menghadirkan komedi satir tentang industri film Hollywood, film The Truman Show juga menghadirkan realita kelam tentang reality show yang menjadi salah satu genre favorit dan populer di Amerika. The Truman Show menghadirkan cerita tentang seorang pria bernama Truman Burbank. Kehidupan dari Truman nampak sangat baik dan sempurna namun, ada satu hal yang tidak dia sadari.

Semua hal di sekitar Truman mulai dari tempat tinggal, kota, bahkan kehidupan yang dia jalan semuanya tidaklah nyata. Truman sebenarnya hidup di sebuah simulasi fiktif dan seluruh kehidupannya direkam secara diam-diam dan disiarkan langsung kepada penonton di seluruh dunia sebagai bagian dari sebuah reality show yang disebut “The Truman Show”. Namun, suatu hari, Truman merasa tidak puas dengan hidupnya.

Dia juga mulai merasa ada yang aneh dengan semua hal yang ada dalam hidupnya. Truman pun memulai perjalanan untuk mencari kebenaran tentang hidupnya dan menemukan bahwa semua orang yang dia kenal, termasuk istrinya dan teman-temannya, adalah aktor yang dipasang untuk memainkan peran dalam pertunjukan tersebut. The Truman Show coba untuk menggambarkan tentang apa yang biasanya terjadi di industri tersebut yang menariknya adalah ceritanya banyak diakui memang akurat dalam menghadirkan hal tersebut.

4The Dictator

Film satir terbaik yang menarik untuk ditonton selanjutnya adalah The Dictator. Sacha Baron Cohen memang terkenal karena komedi satir dan berani yang dia hadirkan dalam berbagai filmnya. Namun, jika film-film tersebut cenderung menjadi favorit untuk sebagian pencinta film saja berbeda dengan The Dictator. Eksposur dari film tersebut bisa dibilang jauh lebih populer dari film-film seperti Borat atau bahkan Bruno.

The Dictator sendiri menghadirkan Sacha Baron Cohen berperan sebagai sosok diktator bernama Aladeen yang berasal dari sebuah negara fiktif di Timur-Tengah dengan nama Wadiya. Sebagai seorang diktator dan pemimpin di negara tersebut dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan, tanpa terkecuali. Bahkan, dia mengganti berbagai kata negatif dan positif menjadi “Aladeen” yang menyebabkan kebingungan massal.

The Dictator sendiri diperlihatkan menjadi sebuah film komedi satir tentang beberapa negara di Timur-Tengah dan juga berbagai negara yang memang menerapkan sistem diktator seperti di Korea Utara. Bahkan, dalam filmnya terdapat sebuah penghormatan khusus yang dihadirkan untuk sosok Kim Jong-Il ayah dari Kim Jong-Un meskipun tidak sedikit yang menganggap hal itu juga adalah bagian dari komedi filmnya. Dengan isu sensitif yang dihadirkan tidak mengherankan jika The Dictator banyak mendapatkan kontroversi.

3This Is Spinal Tap

Film satir terbaik yang menarik untuk ditonton lainnya adalah This Is Spinal Tap. Sudah menjadi hal yang umum dilakukan bagi sebuah band rock atau band populer untuk membuat sebuah film dokumenter. Biasanya isi dari film dokumenter tersebut memperlihatkan apa yang terjadi di belakang panggung, persiapan para anggota band, perjalanan mereka, dan sebagainya. Hal ini juga yang dihadirkan dalam film This Is Spinal Tap.

Spinal Tap adalah sebuah band rock asal Inggris yang menghadirkan sebuah film dokumenter tentang tur mereka di Amerika Serikat yang justru berujung jadi bencana besar. Namun, satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa Spinal Tap bukanlah band sungguhan melainkan band fiktif. Ceritanya sendiri dimulai ketika Spinal Tap sudah tidak lagi aktif sebagai musisi. Seiring berjalannya hari keadaan mereka justru semakin buruk.

Filmnya merupakan sebuah mockumentary tentang perjalanan sebuah band dalam perjalanan tur mereka dan kehidupan mereka di belakang panggung. This Is Spinal Tap juga merupakan sebuah film satur tentang bisnis di dunia musik yang juga memparodikan berbagai biopik tentang musisi dan dokumenter musik. Banyak yang menghadirkan ulasan sangat positif terkait filmnya karena cerita yang menarik selain juga komedi yang dipastikan akan membuat semua orang tertawa.

2Borat: Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan 

Berbicara mengenai film satir memang Borat merupakan salah satu film yang tentunya banyak dieprbincangkan. Borat sendiri menghadirkan cerita tentang seorang jurnalis dari Kazakhstan yang bernama Borat Sagdiyev dalam sebuah perjalanannya ke Amerika untuk membuat film dokumenter. Isi dari dokumenter tersebut coba untuk mempelajari tentang berbagai kebudayaan di Amerika dan kehidupan masyarakat.

Sacha Baron Cohen benar-benar sangat sukses memerankan karakter Borat di mana bukan hanya sebuah desa di Rumania yang menjadi setting sebagai kampung halaman Borat berhasil dia buat kesal dan marah. Banyak pihak yang terlibat dalam film tersebut yang benar-benar “terjebak” dalam cerita dan karakter Borat. Mereka benar-benar tidak mengetahui tentang sosok Borat sebenarnya adalah Sacha Baron Cohen.

Karena hal tersebut juga film Borat menjadi sangat kontroversial. Film ini harus berurusan dengan hukum karena dianggap sudah menjelek-jelekan nama Kazakhstan – meskipun sebenarnya itu adalah desa di Rumania – menipu penyanyi legendaris Rumania, dan masih banyak lainnya. Borat memang dianggap menjadi film satir tentang berbagai hal yang diagung-agungkan oleh banyak orang tentang Amerika Serikat yang pada kenyataannya tidak sebagus asumsi mereka.

1Monty Python’s Life of Brian

Film satir terbaik yang menarik untuk ditonton terakhir adalah Monty Python’s Life of Brian yang merupakan film komedi satir produksi Inggris dan rilis pada tahun 1979. Filmnya sendiri diproduksi oleh sebuah kelompok lawak atau grup lawak Monty Python. Cerita filmnya sendiri berfokus pada Brian Cohen. Dia adalah seorang pria Yahudi yang lahir pada waktu dan tempat yang sama dengan Yesus Kristus.

Hal tersebut membuat hidupnya tanpa sengaja selalu dikaitkan dengan berbagai peristiwa penting dalam sejarah agama Kristen. Sejak kecil, Brian hidup dalam bayang-bayang dominasi Kekaisaran Romawi dan perlahan tumbuh menjadi seorang pemuda yang tidak puas dengan keadaan sosial dan politik di sekitarnya. Dalam upaya mencari identitas dan makna hidup dia justru terjerumus ke dalam serangkaian kejadian kacau yang membuatnya disalahartikan sebagai Juru Selamat oleh sebagian masyarakat.

Brian bergabung dengan kelompok pemberontak bernama “People’s Front of Judea” yang ingin melawan pendudukan Romawi tetapi lebih sering terlibat dalam perdebatan internal ketimbang aksi nyata. Melalui berbagai peristiwa satir, film ini menggambarkan fanatisme politik serta bagaimana masyarakat dengan mudah memuja seseorang hanya karena simbol atau sebuah kebetulan semata. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa kontroversi kemudian muncul dalam filmnya.

Film memang menjadi salah satu medium yang sangat efektif untuk berbagai kritik yang terjadi di dunia nyata. Para pembuat film kemudian menumpahkannya dalam sebuah cerita satir yang mungkin bisa disadari oleh orang-orang ataupun tidak.

Irvan Sukmaningrat
Irvan adalah content writer yang berpengalaman di bidang pop culture termasuk film, otaku stuff dan gaming. Di Greenscene, Irvan berfokus untuk coverage di topik seputar Otaku.