Dwayne “The Rock” Johnson akhirnya angkat bicara setelah film terbarunya, The Smashing Machine, gagal menarik minat penonton di box office. Film garapan studio independen A24 ini menandai langkah baru Johnson yang berusaha keluar dari citra bintang laga komersial untuk tampil sebagai aktor serius. Namun, meski mendapat sambutan emosional di Festival Film Venesia bulan lalu, performa film ini di pasaran justru berakhir mengecewakan.
Dalam film tersebut, Johnson berperan sebagai petarung UFC legendaris Mark Kerr, sosok yang dikenal karena perjalanan hidupnya yang keras dan penuh gejolak. Akting transformasional Johnson sempat menuai pujian karena menunjukkan sisi yang lebih rentan dan manusiawi, jauh dari persona tangguh yang selama ini melekat padanya. Meski begitu, ulasan yang muncul setelah penayangan perdana film tersebut tergolong hangat, dengan skor 73 persen di Rotten Tomatoes. Banyak kritikus memuji dedikasi Johnson, namun menilai filmnya sendiri tidak sepenuhnya berhasil menyampaikan emosi mendalam yang diharapkan.

Ketika akhirnya dirilis secara luas di Amerika Utara, The Smashing Machine hanya mampu meraup sekitar 5,9 juta dolar AS pada pekan pembukaannya. Angka itu menjadikannya debut terendah sepanjang karier Johnson, jauh di bawah proyeksi awal yang mencapai 20 juta dolar. Dengan biaya produksi sebesar 50 juta dolar, film ini diperkirakan akan menelan kerugian antara 10 hingga 15 juta dolar, menjadikannya salah satu kegagalan finansial paling besar dalam portofolio sang aktor.
Menariknya, Johnson dilaporkan hanya menerima bayaran sebesar 4 juta dolar untuk perannya kali ini, jauh lebih rendah dibandingkan tarif biasanya yang bisa melampaui 20 juta dolar per film. Sebagian dari pendapatannya bahkan dikabarkan ia alokasikan untuk mendukung rekan mainnya, Emily Blunt, serta Mark Kerr sendiri. Langkah ini disebut-sebut sebagai bentuk dedikasi Johnson terhadap proyek yang menurutnya sangat personal.
Kegagalan ini menambah daftar tantangan bagi Johnson setelah beberapa proyek besar sebelumnya juga tidak berjalan sesuai harapan. Film Black Adam yang seharusnya menjadi awal kebangkitannya di jagat sinema DC gagal menuai sukses besar, dan keputusannya kembali ke dunia gulat tahun lalu sempat menimbulkan kontroversi di kalangan penggemar WWE.
Lihat postingan ini di Instagram
Menanggapi performa filmnya, Johnson menyampaikan refleksi pribadi lewat unggahan di media sosial. “Dalam dunia penceritaan, kita tidak bisa mengendalikan hasil box office,” tulisnya. “Tapi yang bisa kita kendalikan adalah performa kita sendiri, komitmen untuk sepenuhnya menyelami karakter dan menghilangkan ego. Dan untuk itu, saya akan selalu berlari ke arah tantangan tersebut.”
Meski The Smashing Machine tidak berhasil secara komersial, banyak pihak menilai film ini menandai babak baru dalam karier Dwayne Johnson. Dari citra bintang aksi berotot menuju aktor yang berani mengambil peran berat dan emosional, Johnson tampaknya bertekad membuktikan bahwa dirinya masih memiliki banyak sisi yang belum pernah dilihat publik sebelumnya.










