Dwayne Johnson, yang selama ini dikenal sebagai aktor dengan peran yang “itu-itu saja”, kini mencoba untuk menghadirkan sisi berbeda dalam kariernya lewat film terbaru berjudul The Smashing Machine. Film arahan Benny Safdie ini tampaknya menjadi titik balik bagi Johnson, yang mencoba keluar dari zona nyaman film aksi komersial menuju peran yang lebih gelap, emosional, dan penuh tantangan.
Dalam wawancara bersama Vanity Fair jelang pemutaran perdana filmnya di Festival Film Venesia, Johnson mengaku mengalami rasa takut yang sudah lama tidak ia rasakan. “Itu sangat nyata. Saya tidak mengalami perasaan ini selama, sangat, sangat lama, di mana saya benar-benar takut dan berpikir, ‘Saya tidak tahu apakah saya bisa melakukan ini. Bisakah saya melakukannya?’” ujarnya. Pengakuan ini menunjukkan bahwa Johnson sadar betapa berat peran yang ia emban kali ini.
The Smashing Machine menempatkan Johnson sebagai Mark Kerr, seorang petarung MMA legendaris yang kisah hidupnya penuh gejolak pada akhir 1990-an. Film ini menggambarkan bagaimana perjalanan Kerr dipenuhi kejayaan singkat namun juga kehancuran akibat tekanan fisik, mental, dan emosional.
Johnson juga menambahkan bahwa selama ini mungkin dirinya jarang mendapat tawaran peran semacam ini karena ketakutannya sendiri untuk mengeksplorasi sisi gelap dalam aktingnya. “Saya menyadari bahwa mungkin kesempatan-kesempatan seperti ini tidak datang kepada saya karena saya terlalu takut untuk mengeksplorasi hal-hal semacam ini,” ungkapnya. Kalimat ini seolah menegaskan keinginannya untuk tidak lagi hanya menjadi bintang box office, tetapi juga aktor serius yang diakui kualitasnya.
Benny Safdie, yang kali ini menjalani debut sebagai sutradara solo, memuji habis-habisan penampilan Johnson. “Dia berakting dengan setiap serat tubuhnya. Itu benar-benar luar biasa,” kata Safdie. Dukungan ini memperlihatkan betapa totalitas Johnson dalam memerankan karakter Mark Kerr, sesuatu yang jarang terlihat dalam film-film aksi besar yang selama ini ia bintangi.
Langkah Johnson ini bisa menjadi momentum penting. Jika sukses, Johnson akan mematahkan anggapan bahwa ia tidak memiliki spektrum akting yang luas, dan membuktikan kualitasnya. Mari kita tunggu saja bagaimana kiprah film ini setelah dirilis nanti Geeks.











