Film terbaru Christopher Nolan, The Odyssey, akhirnya resmi menyelesaikan proses syuting. Proyek yang digadang-gadang sebagai salah satu film paling ambisius sepanjang karier Nolan ini telah menyelesaikan pengambilan gambar di berbagai lokasi dunia dan kini masuk tahap pascaproduksi. Kabar ini jadi kabar baik bagi penggemar yang sudah menandai tanggal rilisnya di kalender, yakni 17 Juli 2026.

Proses syuting The Odyssey dimulai pada akhir Februari dan langsung mencuri perhatian karena skalanya yang begitu besar. Beberapa foto yang tersebar dari lokasi syuting memperlihatkan latar spektakuler dan desain produksi yang megah, menegaskan bahwa film ini bakal menjadi petualangan epik khas Nolan yang penuh detail dan visual memukau. Dalam waktu kurang dari enam bulan, tim produksi berhasil menyelesaikan syuting di berbagai negara, termasuk Maroko, Yunani, Italia, Malta, Skotlandia, hingga Islandia.

Seorang anggota kru mengonfirmasi bahwa hari terakhir syuting telah selesai dengan sukses. Bahkan, art director Samantha Englender juga mengunggah pernyataan sederhana namun penuh makna di Instagram Stories-nya: “Selesai sudah.” Meskipun singkat, pernyataan itu menandai berakhirnya proses panjang dan melelahkan dalam penggarapan film yang disebut-sebut sebagai proyek termahal Nolan sejauh ini.

Yang membuat The Odyssey makin spesial adalah fakta bahwa film ini sepenuhnya direkam menggunakan kamera IMAX, menjadikannya film komersial pertama dalam sejarah yang menggunakan format tersebut untuk keseluruhan produksi. Rich Gelfond selaku pimpinan IMAX mengungkapkan bahwa Nolan sempat memberinya tantangan setahun sebelum syuting dimulai. “Dia menelepon saya dan bilang ingin membuat film sepenuhnya dengan kamera IMAX,” ungkap Gelfond. Meski awalnya terdengar mustahil karena berbagai kendala teknis seperti durasi pengisian ulang stok film dan tantangan audio, Nolan dan tim IMAX akhirnya berhasil mewujudkannya.

Bagi Nolan, inovasi teknis bukan hal baru. Namun keputusan untuk membuat seluruh film dengan kamera IMAX menandai level baru dari ambisinya dalam dunia perfilman. Dengan pengambilan gambar di lokasi eksotis dan pendekatan visual yang canggih, The Odyssey tampaknya bakal menyajikan pengalaman sinematik yang belum pernah Geeks lihat sebelumnya di layar lebar.

Dengan proses syuting yang telah rampung, kini fokus utama beralih ke proses editing dan pascaproduksi yang tak kalah rumit. Mengingat reputasi Nolan dalam menghadirkan film dengan kompleksitas visual dan naratif yang tinggi, tentu ada ekspektasi besar terhadap hasil akhirnya. Meski rilisnya masih dua tahun lagi, geliat antusiasme terhadap The Odyssey terus meningkat. Jika semua berjalan lancar, film ini bisa menjadi karya monumental lainnya dalam katalog film Christopher Nolan.

Arif Wijaya
Penulis di Greenscene.co.id sejak 2023, sangat passionate mengenai film & tokusatsu.