Victor Von Doom, atau yang lebih dikenal sebagai Doctor Doom, merupakan salah satu karakter dengan latar belakang paling kompleks dalam dunia Marvel. Ia bukan sekadar supervillain dengan ambisi menguasai dunia, tetapi juga ilmuwan jenius, ahli sihir, dan penguasa negara. Banyak elemen dalam kisah asal usulnya membentuk karakter unik yang dikenali Geeks hingga hari ini. Lewat artikel ini, kita menelusuri siapa itu Doctor Doom dalam sepuluh fakta yang menjelaskan asal usul karakter ini di Marvel Universe.

10Rekan Sekamar Reed Richards

Sebelum dikenal sebagai musuh bebuyutan Fantastic Four di Marvel Universe, Doctor Doom alias Victor Von Doom pernah menjalani kehidupan sebagai mahasiswa jenius di Empire State University. Di masa itu, ia sempat tinggal sekamar dengan Reed Richards, yang nantinya menjadi Mister Fantastic. Namun, hubungan mereka sejak awal sudah tidak harmonis. Doom menunjukkan sikap angkuh dan enggan menerima kritik, terutama dari Reed yang juga dikenal sangat cerdas. Ketegangan ini menjadi akar dari konflik panjang antara mereka berdua.

Ketika Doom mulai mengerjakan mesin untuk berkomunikasi dengan roh ibunya yang telah meninggal, ia mengabaikan peringatan Reed tentang kesalahan dalam perhitungannya. Akibatnya, eksperimen tersebut gagal dan menyebabkan ledakan hebat yang meninggalkan luka permanen di wajah Doom. Sejak saat itu, Doom menaruh dendam mendalam pada Reed, yang ia anggap sebagai penyebab kegagalannya, meskipun semua orang tahu bahwa kesombongan Doom sendiri yang menjadi pemicu insiden tersebut.

Setelah insiden itu, Doom keluar dari universitas dan memulai perjalanannya ke berbagai penjuru dunia untuk mencari kekuatan yang bisa membantunya membalas dendam sekaligus menyelamatkan jiwa ibunya dari neraka. Pertemuan mereka di masa kuliah itu menjadi fondasi rivalitas paling intens di Marvel Universe. Kisah ini pertama kali diungkap dalam Fantastic Four Annual #2 yang terbit pada tahun 1964.

Hubungan masa lalu antara Doom dan Reed bukan sekadar latar belakang, melainkan menjadi faktor penting dalam hampir setiap konfrontasi mereka. Dinamika love-hate relationship, rasa iri, dan obsesi akan keunggulan intelektual menjadi bahan bakar konflik keduanya hingga saat ini.

Kembali
Egie
Sejak bergabung dengan Greenscene pada 2021, Egie adalah content writer yang memiliki passion tinggi untuk topik pop culture seputar komik, film dan series.