Setelah bertahun-tahun menjadi bahan teori dan spekulasi, akhirnya Marvel Studios benar-benar memperkenalkan Mephisto ke dalam Marvel Cinematic Universe. Geeks pasti masih ingat betapa nama Mephisto sering disebut-sebut sejak era WandaVision, bahkan sempat dikaitkan dengan Loki dan No Way Home. Namun, bukan di serial besar itu ia muncul, melainkan secara mengejutkan di akhir Ironheart.
Serial ini sejak awal digambarkan sebagai konflik antara teknologi dan sihir, mempertemukan Riri Williams dengan Parker Robbins alias The Hood. Namun di balik semua konflik duniawi itu, ternyata ada sosok jahat yang jauh lebih besar sedang menarik benang merah dari balik layar. Di episode final Ironheart, terungkap bahwa Parker Robbins hanyalah pion dalam permainan Mephisto, yang diperankan dengan sangat meyakinkan oleh Sacha Baron Cohen.

Parker diketahui telah menjual jiwanya untuk membalas dendam dan mendapatkan kekuatan. Jubah ajaibnya, yang selama ini dianggap sebagai sumber kekuatan, ternyata hanyalah perpanjangan dari kehendak Mephisto. Perlahan-lahan, jubah tersebut mengubah fisik dan mental Parker, memperlihatkan betapa mengerikannya pengaruh si villain satu ini.
Puncaknya, Mephisto mendekati Riri dan menawarkan hal yang selama ini ia sembunyikan sebagai keinginannya: bukan ketenaran atau pengakuan, tapi menghidupkan kembali Natalie, orang yang sangat ia cintai. Tanpa sepenuhnya menyadari konsekuensinya, Riri menerima tawaran tersebut. Geeks bisa menebak sendiri, bahwa menjual jiwa kepada entitas seperti Mephisto jelas bukan keputusan bijak.
Keputusan Marvel untuk memperkenalkan Mephisto di Ironheart jelas menjadi kejutan besar. Selain memperkaya kisah Riri, ini juga membuka potensi besar untuk masa depan MCU. Jika Mephisto sudah hadir, maka konflik-konflik supranatural dan kosmis yang lebih kompleks mungkin akan segera muncul. Bisa jadi ini hanyalah awal dari teror baru di semesta Marvel.
Asal Usul Mephisto di Marvel Universe – Ke Halaman 2










