Vegeta telah mengalami banyak perubahan sejak pertama kali muncul di Dragon Ball Z, dari seorang pangeran Saiyan yang angkuh hingga pejuang kuat yang terus berkembang. Salah satu bentuk terbarunya, Ultra Ego, diperkenalkan dalam Dragon Ball Super dan menjadi salah satu wujud paling unik yang pernah dimiliki oleh karakter ini. Dengan kekuatan destruktif yang berasal langsung dari pelatihan sebagai calon Dewa Kehancuran, bentuk ini menawarkan keunggulan luar biasa, tetapi juga memiliki kelemahan yang cukup signifikan. Berikut adalah berbagai fakta menarik mengenai Ultra Ego Vegeta.

5Perubahan Fisik yang Drastis

Wujud Ultra Ego membuat Vegeta mengalami perubahan tampilan yang cukup drastis dibandingkan dengan bentuk sebelumnya. Rambutnya berubah menjadi ungu tua menyerupai aura destruktif Dewa Kehancuran. Selain itu, alis Vegeta menghilang, mirip dengan tampilan Super Saiyan 3, dan matanya berubah menjadi warna magenta dengan pupil hitam yang tajam, memberikan kesan yang lebih garang dan tak kenal takut.

Selain perubahan warna rambut dan mata, otot Vegeta juga mengalami peningkatan signifikan. Tubuhnya menjadi lebih besar dan lebih berotot, menunjukkan bahwa kekuatan mentahnya meningkat secara drastis dibandingkan dengan wujud Super Saiyan Blue. Bahkan tanpa melakukan serangan, aura kehancuran yang mengelilingi tubuhnya sudah cukup untuk menimbulkan tekanan besar pada lawannya. Aura ini memiliki bentuk api ungu yang terus berkobar di sekitar tubuh Vegeta, mencerminkan esensi destruktif yang dimilikinya.

Jika dibandingkan dengan bentuk transformasi lainnya di Dragon Ball Super, Ultra Ego memiliki tampilan yang lebih mirip dengan Beerus, sang Dewa Kehancuran. Hal ini bukan kebetulan, mengingat Vegeta mendapatkan bentuk ini setelah berlatih langsung di bawah pengawasan Beerus. Kemiripan ini semakin menegaskan bahwa Vegeta telah mengadaptasi kekuatan kehancuran sebagai bagian dari dirinya.

Arif Wijaya
Penulis di Greenscene.co.id sejak 2023, sangat passionate mengenai film & tokusatsu.