Terlepas dari berbagai kontroversi yang disebabkan oleh pemeran Flash, Ezra Miller, ternyata antusiasme penggemar terhadap film The Flash di DCU masih tetap tinggi. Film live action yang mengambil inspirasi dari kisah Flashpoint dari DC Comics ini akan bercerita tentang petualangan Barry Allen di sebuah dunia yang berbeda dari sebelumnya. Di mana nantinya dia akan bertemu dengan Flash versi muda, Batman yang telah pensiun, dan Supergirl. Meskipun kehadiran para superhero baru ini sudah cukup menarik, tidak sedikit juga penggemar yang penasaran dengan sosok villain utama di filmnya, yaitu Dark Flash!

Villain Baru di DC Universe

Kemunculan Dark Flash sebagai villain di The Flash ini pertama kali terungkap melalui sebuah bocoran video teaser lama yang pada saat itu hanya ditayangkan di acara DC FanDome 2022. Dalam videonya disinggung bahwa sosok Dark Flash akan jadi ancaman bagi Justice League baru yang terdiri dari Flash (Miller), Flash muda (Miller juga), Batman tua (Michael Keaton), dan Supergirl (Sasha Calle). Menariknya baru-baru ini sebuah action figure resmi The Flash telah mengungkapkan seperti apa penampilan sang villain yang sampai saat ini sebenarnya masih dirahasiakan oleh Warner Bros dan DC Studios.

Pada bocoran gambar action figure di atas, cukup jelas bahwa Dark Flash yang mengenakan kostum hitam akan mempunyai tubuh yang hancur, di mana pada bagian bahunya terdapat empat tanduk besar yang membuatnya tampak mengerikan. Sayangnya, tidak disebutkan secara detail siapa sebenarnya Dark Flash dan apa tujuannya di film The Flash mendatang. Jika merujuk pada DC Comics, tidak ada satu pun karakter yang mempunyai nama atau penampilan serupa seperti Dark Flash. Apakah dia Savitar dari serial CW The Flash atau Black Flash dari komik yang kostumnya juga berwarna hitam?

Advertisements

Kemiripan Dengan Savitar dan Black Flash

Sebelum menebak siapa identitas asli Dark Flash, mari kita coba bandingkan terlebih dahulu penampilannya dengan para villain Flash yang sekilas tampak mirip dengannya, yaitu Savitar dan Black Flash. Bagi yang belum tahu, Savitar sendiri adalah villain speedster yang pertama kali diperkenalkan di komik The Flash Vol. 2 #108 (1995). Karakternya kemudian diadaptasi oleh serial The Flash, yang memberikan banyak perubahan terhadap kostum dan originnya. Di mana dia digambarkan sebagai versi jahat Barry yang armor hitamnya mempunyai beberapa aksen tajam seperti villain Dark Flash.

Savitar yang mengklaim dirinya sebagai God of Speed merupakan seorang speedster yang bisa melakukan perjalanan multiverse dengan mengakses Speed Force. Berasal dari universe yang telah hancur, tujuan Savitar adalah membunuh Flash utama agar dia bisa menggantikan posisinya. Namun dalam prosesnya, Flash berhasil mengalahkan Savitar sampai akhirnya dia terhapus dari multiverse. Berbeda dari Savitar, Black Flash dari DC Comics justru terkenal sebagai Death alias Kematian. Karena para speedster yang pernah hampir mati, umumnya selalu melihat sosok Black Flash di dalam Speed Force.

Sementara identitas aslinya tidak pernah terungkap, Barry Allen alias Flash pernah diceritakan menjadi Black Flash saat versi aslinya mati di komik The Flash: Rebirth #2 (2009). Tidak lama setelah itu julukan Black Flash kemudian diambil alih musuh bebuyutan Flash yang bernama Eobard Thawne alias Reverse-Flash, tepatnya saat dia menjadi pasukan mayat hidup Black Lantern. Sekilas penampilan Black Flash ini memang mirip seperti Dark Flash yang akan jadi villain di film The Flash mendatang. Di mana kostumnya sama-sama berwarna hitam dan juga mempunyai tubuh yang hancur atau membusuk.

Siapa Dark Flash di The Flash?

Untuk saat ini DC Studios dan semua pihak yang terlibat dalam The Flash tampaknya masih merahasiakan kemunculan villain Dark Flash di filmnya. Namun, mengingat filmnya sendiri digadang-gadang akan menghadirkan konsep multiverse di DCU serta mengangkat tema serupa seperti Flashpoint, bukan tidak mungkin Dark Flash adalah villain yang karakteristiknya merupakan gabungan dari Savitar dan Black Flash yang kita bahas sebelumnya. Di mana dia hadir sebagai ancaman multiverse yang ingin membawa kematian bagi para speedster, khususnya Flash dan juga mungkin versi mudanya.

Advertisements

Jika benar seperti itu eksistensinya, yang menjadi pertanyaan selanjutnya siapakah Dark Flash? Bisa jadi dia adalah Eobard Thawne alias Reverse-Flash yang dihadirkan dalam bentuk Dark Flash, mengingat antagonis utama di peristiwa komik Flashpoint sendiri adalah Reverse-Flash. Kemunculan Reverse-Flash dalam bentuk Dark Flash setidaknya bisa menyenangkan para penggemar DC yang memang sudah lama menantikan kemunculan musuh bebuyutan Flash tersebut.

Teori lainnya, ada kemungkin juga Dark Flash sebenarnya adalah Barry Allen versi villain. Kemunculannya bisa menjadi pertanda betapa bahayanya jika seorang speedster secepat Flash menjadi jahat. Alasan mengapa tubuhnya hancur dan kostumnya menghitam, mungkin karena dia terlalu jauh dalam mengakses Speed Force. Sebuah peristiwa memilukan bisa menjadi motivasi awal bagi Dark Flash sehingga dia terus menerus mencoba mengubah sejarah dengan Speed Force agar sesuai dengan keinginannya. Hal ini tentunya bisa menjadi pelajaran yang sangat penting bagi Flash utama di filmnya nanti.

Itulah pembahasan tentang teori sosok asli Dark Flash sebagai villain di The Flash. Entah identitas aslinya Barry versi jahat atau Reverse-Flash, yang jelas jika benar dia ingin membunuh para speedster di multiverse, artinya eksistensi Dark Flash dapat menjadi ancaman yang sangat serius bagi Flash dan juga multiverse DC secara keseluruhan. Dan sudah menjadi suatu keharusan bagi Flash untuk mengalahkannya. Bagaiamana menurut kalian? Kita lihat saja nanti seperti apa kebenarannya, saat film The Flash tayang di bioskop pada tanggal 16 Juni 2023.