Tahun 2022 bisa dibilang sebagai tahun nostalgia untuk para penggemar Pinocchio. Karena setidaknya ada tiga film reboot yang dirilis pada tahun ini. Yaitu film animasi Rusia yang berjudul Pinocchio: A True Story, versi live action dari Disney, serta film animasi Pinocchio karya Guillermo del Toro. Dan yang akan kita bahas kali ini adalah film mendatang dari del Toro yang sejauh ini telah mendapatkan banyak pujian dari para kritikus. Menjelang perilisan Pinocchio yang akan tayang perdana beberapa hari lagi, mari kita bahas 7 fakta menarik yang juga bisa kita jadikan alasan untuk menonton filmnya nanti.

Dikembangkan Selama 15 Tahun

Tahukah kalian, film animasi ini ternyata sudah dikembangkan sekitar 15 tahun lamanya. Semuanya bermula dari pengumuman del Toro pada tahun 2008 yang mengatakan bahwa film Pinocchio versinya ini akan menghadirkan elemen yang berbeda dari versi lainnya. Walaupun begitu, del Toro juga berjanji bahwa secara garis besar premisnya masih akan tetap membahas isu yang sama, yaitu tentang betapa berharga dan rapuhnya kita sebagai manusia yang saling membutuhkan satu sama lain. Setelah pendapatkan pendanaan pada tahun 2017, produksi filmnya sendiri baru bisa terealisasikan pada awal tahun 2020 lalu.

Sudut Pandang Cerita Berbeda

Advertisements

Meskipun premisnya sama, tetapi film Pinocchio karya del Toro ini akan memperlihatkan sudut pandang yang sedikit berbeda dari versi dongeng Disney. Sementara kisah lain membahas tentang ketaatan Pinocchio kepada ayahnya Geppetto dan sekitarnya, del Toro justru ingin menonjolkan ketidaktaatan karakternya. Karena menurutnya hal tersebut lah yang menjadi alasan utama mengapa Pinocchio bisa menjadi manusia. Perbedaan sudut pandang ini nantinya akan memperlihatkan perubahan Pinocchio yang disebabkan oleh pengalaman, kasih sayang, dan pengertiannya terhadap dunia.

Diadaptasi dari Versi Terbaru Pinocchio

Seperti yang kita tahu, dongeng abadi tentang Pinocchio ini semuanya bermula dari novel Italia berjudul The Adventures of Pinocchio karya Carlo Collodi yang rilis pada tahun 1883. Sampai hari ini kisahnya telah diadaptasi menjadi bentuk lain, termasuk buku bergambar, animasi, film, pentas, dan lain-lain. Jika kebanyakan adaptasinya menggambarkan Pinocchio sebagai boneka kayu yang mirip seperti anak laki-laki, versi del Toro ini justru akan menghadirkan desain dari buku bergambar tahun 2002 karya Gris Grimly. Di mana Pinocchio lebih mirip seperti batang kayu yang mempunyai fisiologi seperti manusia.

Bergaya Animasi Stop Motion

Di film del Toro ini, desain dari buku bergambar Pinocchio karya Grimly akan dihadirkan dengan gaya animasi stop motion. Di mana setiap gerakan animasi dan dunianya, dihasilkan dari boneka karakter dan lingkungan buatan. Ekspresi dari setiap karakternya diwujudkan melalui bagian kepala boneka yang sebagian besar terbuat dari silikon dan lilin plastisin (play-doh). Hal ini tentunya dimaksudkan untuk mempermudah animator untuk memanipulasi gerakan dan ekspresi karakternya frame demi frame, untuk menghasilkan animasi stop motion yang tampak nyata.

Banyak Karakter Baru

Selain Pinocchio, Geppetto, dan Jiminy si Jangkrik, film ini juga akan menghadirkan para karakter yang lebih sesuai dengan cerita asli Carlo Collodi. Misalnya dalang boneka jahat Count Volpe, yang merupakan karakter gabungan antara karakter Fox dan Stromboli yang biasanya terlihat di versi Disney. Kemudian ada juga Spazzatura, monyet yang menjadi pelayan Volpe. Bahkan karakter nyata Benito Mussolini, perdana menteri Italia. Peri biru juga dipastikan akan muncul di film Pinocchio del Toro, di mana kali ini dia akan diceritakan ‘bersaing’ dengan karakter yang tidak ada sebelumnya di versi Disney, yaitu Death.

Banyak Easter Egg Karya del Toro

Sebagai film terbaru del Toro, Pinocchio akan menghadirkan sejumlah easter egg dan detail menarik yang berkaitan dengan sejumlah karya terbaik del Toro sebelumnya. Jika kita memerhatikan trailernya dengan seksama, kalian bisa melihat sedikit gerakan yang merujuk pada film Devil’s Backbone (2001). Kemudian ada juga monster Faun dari film Pan’s Labyrinth (2006) di salah satu jendelanya. Jendela lain di bengkel kayu Gepetto juga mirip seperti jendela yang bisa dilihat di film pemenang Oscar, The Shape of Water (2017). Saat filmnya rilis nanti, mungkin ada lebih banyak lagi easter egg yang bisa kita temukan.

Jajaran Aktor Bertabur Bintang

Terakhir, fakta yang membuat film animasi Pinocchio dari del Toro ini sangat menarik adalah jajaran aktornya yang bertabur bintang. Aktor cilik Gregory Mann akan mengisi suara Pinnochio sekaligus anak Geppetto yang telah meninggal dunia. Geppetto sendiri akan disuarakan oleh David Bradley (Game of Thrones), bersama Ewan McGregor sebagai Jiminy, Christoph Waltz sebagai Volpe, Tilda Swinton sebagai Peri biru sekaligus Death, Ron Perlman sebagai Podesta, Finn Wolfhard sebagai Candlewick, Cate Blanchett sebagai Spazzatura, John Turturro, Tim Blake Nelson, dan masih banyak lagi.

Itulah fakta menarik dari film Pinocchio dari Guillermo del Toro. Di film mendatang ini Del Toro bertindak langsung sebagai penulis sekaligus sutradara, dengan ditemani oleh para koleganya, yaitu sutradara Mark Gustafson, serta penulis naskah Patrick McHale dan Matthew Robbins. Para kritikus sendiri telah memuji hampir semua aspek dalam filmnya, termasuk penyutradaraan del Toro dan Gustafson, penulisan, animasi, serta pengisi suaranya. Di mana semua itu bisa kita buktikan sendiri ketika filmnya tayang pada tanggal 9 Desember besok di saluran streaming Netflix.