Avatar adalah film sci-fi populer kraya sutradara James Cameron yang rilis perdana pada tahun 2009. Sejak saat itu dunianya makin berkembangan melalui sejumlah video game serta sebuah sekuel yang sebentar lagi akan tayang, berjudul Avatar: The Way of Water. Berlangsung di sebuah planet yang disebut Pandora, kisahnya sendiri berfokus pada kehidupan suku asli Na’vi yang berjuang melawan penjajah manusia. Sebelum melihat aksi para Na’vi di film sekuelnya nanti, tidak ada salahnya kita kenali berbagai suku besar Na’vi yang ada di semesta Avatar. So check this out, Geeks!

Omaticaya

Omaticaya adalah suku Na’vi pertama yang diperkenalkan di film Avatar pertama. Di mana mereka adalah suku hutan yang langsung menghadapi manusia untuk melindungi Tree of Souls dan rumah pohon mereka Hometree. Omaticaya adalah salah satu suku Na’vi yang cukup religius, karena mereka akan mengubur anggota kelompok mereka yang mati di dekat Tree of Souls. Jake Sully sendiri adalah salah satu manusia yang berhasil dipindahkan kesadarannya ke dalam Avatar menggunakan Tree of Souls. Untuk keperluan perjalanan darat, suku Omaticaya sering terlihat mengandalkan direhorse. Sedangkan untuk pertempuran langit biasanya seorang pejuang akan mengendarai banshee.

Olangi

Sama seperti Omaticaya, Olangi adalah suku Na’vi hutan yang pada akhirnya membantu Omaticaya untuk mengalahkan manusia di pertempuran final Avatar. Suku ini terkenal dengan kehebatan dan juga jumlah pejuang daratnya yang masing-masing mengendarai direhorse. Kehebatan suku yang disebut Horse Clan of the Plains ini terlihat saat mereka berhadapan langsung dengan pasukan manusia yang mengenakan berbagai peralatan canggih, termasuk AMP Suit. Dengan kekuatan jumlah mereka yang sangat banyak, suku Olangi berhasil memenangkan pertempuran darat dengan mudah.

Tayrangi

Jika Olangi adalah suku terhebat di daratan, maka Tayrangi adalah suku terhebat di langit. Karena di film Avatar pertama, mereka adalah pasukan sekutu Omaticaya yang hampir semuanya mengendarai banshee. Alasan mengapa para Olangi ikut terlibat dalam pertempuran dengan manusia adalah karena Jake berhasil meyakinkan mereka sambil mengendarai hewan langit legendaris great leonopteryx alias Toruk Makto. Dalam pertempuran final Avatar, pasukan Tayrangi banyak yang berhasil menjatuhkan pesawat milik manusia. Sayangnya sebagian besar dari mereka banyak yang tewas dalam pertempuran.

Metkayina

Metkayina adalah suku samudera Pandora yang akan jadi rumah baru bagi Jake dan Neytiri di film Avatar: The Way of Water. Para anggota Metkayina lebih sering hidup di dalam air karena mereka sangat mengandalkan lautan, itulah mengapa kulit mereka terlihat lebih pucat dan mata mereka berwarna biru laut. Untuk kendaraannya sendiri, seorang Metkayina biasanya menggunakan hewan ilus untuk kebutuhan transportasi. Sedangkan untuk bertempur, biasanya para pejuang Metkayina akan mengendarai ikan predator yang disebut tsurak, serta membawa paus raksasa tulkun sebagai pendampin mereka.

Huyuticaya

Pertama kali disebut di buku Avatar: An Activist Survival Guide, Huyuticaya adalah suku Na’vi hutan yang mempunyai kedekatan khusus dengan hewan gresif nantang. Di film Avatar pertama, Nantang adalah hewan mirip macan serigala yang hidup di tengah hutan. Kedekatan suku Huyuticaya dengan nantang sendiri cukup terlihat jelas dari pakaian mereka yang terbuat dari kulit nantang yang telah mati. Konon saat bertempur, seorang pejuang terbaik Huyuticaya akan terlihat sangat agresif sambil mengendarai nantang dewasa. Dan ketika mereka sudah muncul ke publik, berarti seorang Huyuticaya sudah siap untuk mati.

Tipani

Tidak jauh berbeda dengan Huyuticaya, suku Tipani juga tidak muncul di film pertama Avatar, tetapi mereka eksis di hutan bersama suku lain yang tidak terlibat kontak langsung dengan manusia. Muncul di Avatar: The Game, Tipani terkenal sebagai Na’vi pejuang yang sangat kuat. Dalam beberpa penampilannya di game Avatar, seorang Tipani umumnya sering terlihat mengenakan zirah kayu atau batu ketika bertempur. Hal ini menandakan bahwa Tipani adalah suku yang sebenarnya sudah cukup beradaptasi dengan kehadiran manusia, di mana mereka mengembangkan berbagai armor untuk melindungi tubuhnya dari serangan musuh.

Itulah berbagai suku Na’vi besar yang eksis di semesta Avatar dan mempunyai keunikannya masing-masing. Keberadaan para Na’vi, baik yang sudah muncul di filmnya maupun yang belum, secara tidak langsung telah menandakan bahwa mereka hanya mencoba tetap hidup berdampingan dengan alam dan makhluk lain di sekitarnya. Mengingat betapa luasnya Pandora, jika beruntung mungkin kita akan bisa melihat suku Na’vi lain di film Avatar The Way of Water nanti. Filmnya sendiri akan bisa kita saksikan di seluruh bioskop dunia pada tanggal 16 Desember besok.