Serial The Lord of the Rings: The Rings of Power baru saja menayangkan episode kelimanya di saluran streaming HBO. Fokus dari episode kali ini memperlihatkan pilihan sulit yang harus manusia dan elf ambil untuk menghentikan kebangkitan Sauron. Salah satunya adalah kisah yang terjadi di Kerajaan Numenor, di mana Ratu Miriel harus mengambil keputusan sulit. Apakah dia harus tinggal di Numenor menuruti permintaan ayahnya, atau mengikuti nuraninya untuk membantu pertempuran Galadriel di Southland?

Dua pilihan tersebut sebenarnya sama-sama mempunyai dampak yang berbahaya bagi Ratu Miriel dan Numenor secara keseluruhan. Jika dia tidak pergi ke Middle-earth bersama Galadriel, maka Southland kemungkinan besar akan kembali jatuh ke tangan Dark Lord. Namun, kepergiannya dari Numenor justru berpotensi membuat kerajaan terancam, karena kekuasaan bisa saja jatuh pada tangan penasehat ratu yang licik, yaitu Pharazon (Trystan Gravelle). Apalagi di novel aslinya, Pharazon sendiri adalah penyebab dari tenggelamnya Kerajaan Numenor, seperti mimpi Miriel di serial The Rings of Power!

Akal Bulus Mulai Terungkap

Di akhir The Rings of Power episode 5 yang berjudul ‘Partings’, Ratu Miriel akhirnya memutuskan untuk mengikuti nuraninya. Dia akan pergi ke Southland di Middle-earth bersama Galadriel, sekaligus menyediakan lima kapal kerajaan dan lima ratus pasukan. Hal ini bisa terjadi berkat keberhasilan Galadriel dalam meyakinkan Miriel dan Halfbrand untuk bersama-sama melawan kejahatan di Southland. Pada saat bersamaan, anak Pharazon yang bernama Kemen mencoba membajak kapal kerajaan, agar Galadriel dan Miriel kalah dan ayahnya bisa naik takhta setelah mendapatkan dukungan dari rakyat Numenor.

Pharazon - Greenscene.co.id

Meskipun Kemen tidak memberi tahu ayahnya terkait rencananya, Pharazon sendiri mulai memperlihatkan akal bulusnya. Alasan mengapa dia mendukung semua keputusan Miriel untuk pergi ke Southland, tidak lain adalah karena Pharazon mempunyai ambisinya sendiri. Menurutnya jika Miriel dan Galdriel pergi bertempur ke Southland, terlepas dari nantinya mereka kalah atau menang, Numenor akan berada pada posisi berpengaruh di Middle-earth. Sehingga pada saatnya tiba nanti, dia bisa memanfaatkan Middle-earth dan mengeksploitasi semua sumber dayanya untuk keuntungan pribadi.

Pharazon memang tidak mengungkapkan secara gambang keinginannya untuk menjadi penguasa Kerajaan Numenor. Namun, rencana Kemen dan Pharazon tampaknya cukup selaras satu sama lain. Di mana bukan tidak mungkin ke depannya Pharazon akan benar-benar menjadi raja Numenor sekaligus mewujudkan ambisinya untuk mengekploitasi kekayaan Middle-earth. Jika nantinya hal ini benar-benar terwujud, maka rakyat Numenor tinggal menunggu waktu sampai akhirnya ras surgawi Valar marah dan menenggelamkan kerajaannya. Seperti yang terjadi di novel The Lord of the Rings karya J.R.R. Tokien.

Ambisi Pharazon Penyebab Numenor Hancur?

Di materi aslinya, Pharazon memang tercatat sebagai raja ke-25 sekaligus terakhir di Numenor. Bedanya, dengan di serial The Rings of Power, dia bukanlah penasehat dari Ratu Miriel, melainkan suaminya yang akhirnya menduduki takhta Numenor karena ayah Miriel adalah raja sebelumnya. Kisah di novelnya sendiri menggambarkan Pharazon sebagai raja yang sangat haus dengan kekuasaan, kekayaan, dan kekuatan. Pengaruhnya sebagai raja bahkan sampai ke Middle-earth, di mana hal tersebut membuatnya makin kaya dan mendapatkan penghormatan yang sangat besar dari manusia lain.

Numenor - Greenscene.co.id

Singkat cerita, Sauron ternyata berhasil memperluas kekuasaannya di Middle-earth dan mengklaim dirinya sebagai Dewa bagi para manusia. Mendengar hal tersebut, Pharazon yang tidak mau kalah lantas mengirim pasukannya ke Middle-earth. Dalam prosesnya, Pharazon dan pasukannya secara ajaib berhasil mengalahkan Sauron. Sayangnya, alih-alih langsung membunuh Sauron, dia malah membawanya ke Numenor. Pada titik inilah Sauron berhasil menghasutnya untuk menyerang Valar di Undying Lands.

Pharazon yang merasa Numenor setara dengan ras surgawi Valar, akhirnya memutuskan untuk pergi bersama pasukannya ke Undying Lands. Di sana mereka berhadapan dengan sosok mahakuasa Eru Iluvatar yang langsung menenggelamkan armada Pharazon ke dalam laut. Bersamaan dengan Kerajaan Numenor yang sejak awal memang merupakan pemberian Valar untuk para manusia yang bersumpah untuk melawan Dark Lord. Karena raja terakhirnya Pharazon melanggar sumpah tersebut, tidak ada alasan lain bagi Valar untuk mempertahankan Numenor. Sejak saat itulah Numenor menghilang dari peradaban.

Itulah pembahasan mengenai sosok Pharazon yang berpotensi memicu kehancuran Numenor seperti mimpi Ratu Miriel. Meskipun ada beberapa penyesuaian kisah di serial The Rings of Power, cukup jelas bahwa Pharazon adalah sosok yang sangat ambisius. Untuk mempersingkat cerita, tidak aneh jika serialnya nanti akan menghancurkan Numenor saat Ratu Miriel dan sebagian kecil rakyat Numenor bertempur di Middle-earth. Karena Akal bulus Pharazon sudah cukup untuk membuktikan bahwa dia dan rakyat Numenor yang tidak mendukung keputusan Miriel, layak untuk tenggelam ke dasar lautan.