Meskipun baru memasuki episode kedua, tetapi serial House of the Dragon sudah memecahkan berbagai rekor. Termasuk melewati kesuksesan premier Game of Thrones yang tayang perdana pada tahun 2011 silam. Sebagai serial prekuel, House of the Dragon berlangsung sekitar 172 tahun sebelum klan Baratheon mengambil alih kekuasaan Westeros. Di mana klan penunggang naga Targaryen masih mewariskan kekuasaannya kepada garis keturunannya sendiri.

Sesuai dengan judulnya, cerita House of the Dragon berfokus pada klan Targaryen dan konflik perebutan kekuasaan di dalamnya. Pada akhirnya konflik tersebut berkembang menjadi perang saudara Targaryen yang terkenal dengan sebutan Dance of the Dragon. Menariknya, selain Targaryen, ternyata konflik perebutan kekuasaan ini juga melibatkan klan lain yang tampaknya cukup berkuasa di Westeros, yaitu House of Velaryon. Siapa sebenarnya klan Velaryon dan sepenting apa peran mereka di House of the Dragon?

Velaryon Seleluhur Dengan Targaryen

Sama seperti klan Targaryen, leluhur Velaryon adalah Old Valyria yang dahulu sempat berkuasa di Essos. Hal tersebut menjadikan Velaryon sebagai salah satu klan tertua di Westeros bersama Targaryen. Sebelum mendirikan kerajaan bersama klan Targaryen di Westeros, klan Velaryon terkenal sebagai penguasa Driftmark, pulau terbesar di Blackwater Bay. Sejak awal mereka sudah bersumpah untuk terus mendampingi Dragonstone, kerajaan leluhur Targaryen, yang juga berada di Blackwater Bay. Itulah mengapa pemimpin klan Velaryon mendapatkan julukan Lord of the Tides dan Master of Driftmark.

Meskipun mempunyai leluhur yang sama, para Velaryon tidak bisa menunggangi naga seperti Targaryen. Sebagai gantinya, sejak awal klan Velaryon terkenal sebagai penguasa perairan dengan angkatan laut mereka. Di mana mereka berhasil mengeksploitasi perdangan laut dan menjadi klan terkaya, bahkan jauh lebih kaya dari klan Lannister di Game of Thrones. Klan Velaryon telah bersekutu dengan Targaryen selama berabad-abad, di mana pernikahan mengikat kedua keluarga kuat ini. Ibu Aegon the Conqueror, Valaena, adalah seorang Velaryon yang menikah dengan Aerion Targaryen.

Selama penaklukan Aegon di Westeros, armada kerajaannya sebagian besar adalah angkatan laut Velaryon. Di mana Aegon bersama angkatan laut Velaryon ini berhasil menaklukan enam dari tujuh kerajaan di Westeros. Hal inilah yang kemudian membuat klan Velaryon sangat dihormati selama klan Targaryen berkuasa. Di serial House of the Dragon sendiri, klan Velaryon diwakili oleh Lord Corlys (Steve Toussaint), yang juga terkenal sebagai Sea Snake. Setelah menikah dengan Rhaenys Targaryen (Eve Best), dia menjadi Master of Ships yang melayani King Viserys I Targaryen (Paddy Considine).

Perang Klan Velaryon di House of the Dragon

Sejak episode perdana House of the Dragon, sebenarnya sudah cukup jelas seperti apa pengaruh klan Velaryon di King’s Landing. Sebagai Master of Ships, Corlys Velaryon sudah menyarankan kepada Viserys untuk memerhatikan persekutan Free Cities yang berusaha memberontak di Stepstones. Di mana di episode 2 akhirnya terungkap bahwa Stepstones sudah dikuasai oleh pemimpin Free Cities yang bernama Crabfeeder. Pada akhirnya Corlys sendiri memutuskan untuk bersekutu dengan Prince Daemon Targaryen (Matt Smith), setelah raja menolak untuk mengambil tindakan terhadap Free Cities.

Berdasarkan sejarah dan peristiwa yang akan terjadi, tidak bisa kita mungkiri bahwa klan Velaryon akan memainkan peran yang sangat penting di perang saudara Targaryen. Posisinya sebagai pemilik angkatan laut terbesar, membuat klan Velaryon menjadi rebutan di antara para Targaryen yang berseteru. Sebelum itu semua terjadi, sepertinya di episode selanjutnya kita akan melihat betapa hebatnya persekutan antara Corlys dan Daemon di Stepstones. House of the Dragon episode 3 sendiri akan tayang di Indonesia pada tanggal 5 September 2022, hanya di HBO GO.