DC Universe adalah semesta komik yang telah menjadi rumah bagi banyak superhero dan supervillain. Tidak seperti superhero yang biasanya menjadikan Justice League sebagai titik sentralnya, supervillain DC justru mempunyai pengambaran yang jauh lebih beragam. Banyak orang yang sepakat, bahwa salah satu jenis villain yang paling mengerikan dalam sejarah DC adalah para serial killer alias pembunuh berantai. Karena sejatinya mereka adalah villain yang tidak akan pernah berhenti mencari korban. Berikut ini para serial killer paling sadis yang tersebar di Gotham, Star City, bahkan Dreaming Realm!

BACA JUGA: 7 Karakter ini Dihapus dari DC Universe!

Onomatopoeia

Pertama kali muncul di komik Green Arrow #12 (2002), Onomatopoeia adalah seorang serial killer yang aktif meneror kota Gotham dan Central City. Alasannya adalah karena dua kota metropolitan ini menyediakan semua korban yang selama ini dia cari. Onomatopoeia adalah pembunuh berantai yang hanya mengincar superhero, khususnya superhero yang tidak mempunyai kekuatan super. Dia sendiri tidak pernah menjelaskan apa motivasinya, yang jelas hampir tidak ada satupun yang bisa hidup setelah melihat wajahnya. Sejauh ini hanya ada dua superhero yang lolos darinya, yaitu Batman dan Green Arrow.

The Holiday Killer

Holliday Killer alias Hangman mungkin adalah karakter yang paling kompleks dalam sejarah Batman. Sebagai villain yang debut di komik Batman: The Long Halloween (1996), awalnya tidak ada yang tahu siapa sebenarnya Holliday Killer. Yang jelas dia adalah pembunuh berantai yang hanya akan menyerang korbannya pada hari libur. Makin banyak hari libur maka akan makin banyak juga pembunuhan yang terjadi. Setelah berusaha memecahkan kasusnya selama lebih dari satu tahun, akhirnya Batman berhasil mengungkap sekaligus menangkap pembunuhnya yang ternyata ada dua orang, yaitu Alberto dan Sofia Falcone.

Murmur

BACA JUGA: 5 Villain DC yang Kuasai Dunia!

Pada gambar di atas kita bisa melihat salah satu penampilan Murmur yang terbilang cukup ‘ramah keluarga’. Penampilan aslinya sebenernya jauh lebih mengerikan dari ini. Karakter yang debut di komik The Flash: Iron Heights (2001) ini sebenarnya mempunyai mata juling dan juga mulut yang dia jahit sendiri. Semuanya berawal dari mutasi darah langkanya yang membuat Murmur sering mengalami skizofrenia akut. Di mana dia mendengar suara-suara aneh yang hanya akan berhenti jika dia membunuh. Dalam sejarahnya dia telah melakukan pembunuhan besar-besaran di Kota Central dan Keystone.

Zsasz

Dari namanya saja sebenarnya kita sudah bisa menebak bahwa Zsasz adalah karakter yang sangat aneh. Muncul di kisah Batman: Shadow of the Bat #1 (1992), Zsasz adalah orang yang sangat senang berhitung. Dia akan menghitung semua keripik yang dia makan, koin yang ada di kantongnya, terus-menerus seperti itu. Sampai akhirnya ketika tidak ada lagi yang bisa dia hitung, maka Zsasz akan menghitung ‘nyawa manusia’. Menurutnya para manusia tidak lebih dari zombie yang harus dia bunuh satu per satu demi menyelamatkan Bumi. Agar tidak kehilangan hitungannya, dia akan menggoreskan satu garis di tubuhnya dengan pisau yang juga dia pakai untuk membunuh.

Corinthian

Terakhir, serial killer yang sering membunuh korbannya dengan sangat sadis adalah Corinthian. Dia sebenarnya bukanlah manusia, melainkan ‘Mimpi Buruk’ ciptaan entitas Dream/Sandman yang kabur dari Dreaming Realm. Dengan dalih ingin merasa seperti manusia, Corinthian lantas melakukan banyak pembunuhan yang terbentang sejak abad 19. Dengan penampilannya yang mempunyai tiga mulut (dua di bagian matanya), Corinthian akan membunuh korbannya dengan mencungkil kedua bola matanya. Hal ini para akhirnya membuat Corinthian menjadi serial killer paling terkenal dalam sejarah DC.

BACA JUGA: 5 Ketakutan Terbesar Superman!

Itulah para serial killer di DC Universe yang terkenal sering membunuh korbannya dengan cara yang sadis. Selain metode pembunuhan yang sanga keji, mereka juga umumnya mempunyai motivasi yang aneh. Misalnya Corithian yang hanya karena ingin merasa seperti manusia, kemudian Zsasz yang menganggap manusia seperti zombie, dan sebagainya. Ketidakjelasan motivasi inilah yang pada akhirnya membuat setiap pembunuhan yang mereka lakukan menjadi sangat mengerikan. Apalagi pembunuhan mereka sering kali tidak bisa dicegah oleh para superhero yang berpikiran waras.