Siapa yang tidak mengenal Iron Man? Karakter yang mempunyai nama asli Tony Stark ini adalah salah satu pendiri Avengers dan superhero Marvel paling populer. Kemunculanya di MCU telah membuat dia makin terkenal di seluruh dunia. Di mana dia mengawali Marvel Cinematic Universe dan akhirnya mengakhiri kisah Infinity Saga dengan pengorbanan heroiknya. Selain menjadi salah satu ikon MCU, dia juga bahkan sempat menjadi mentor bagi superhero muda yang tidak lain adalah Peter Parker alias Spider-Man.

Tony Stark adalah orang pertama yang mengajak Spider-Man untuk menjadi bagian dalam pertempuran antar superhero di Captain America: Civil War. Dia jugalah yang memberikan kostum canggih pertama Spider-Man kepada Peter Parker. Di film Spider-Man: Homecoming, kita bisa melihat betapa perhatiannya Tony terhadap keselamatan Spider-Man. Bahkan saat dia telah tiada, Tony menyiapkan warisan untuk Spider-Man dalam bentuk kacamata super canggih yang disebut E.D.I.T.H.

BACA JUGA: Inikah Pengganti Infinity Gauntlet di MCU?

Menariknya, terlepas dari jasanya yang sangat besar dalam kehidupan Spider-Man, ternyata Marvel berniat mengganti peran Tony dengan Norman Osborn pada petualangan Spider-Man yang lain. Baru-baru ini, dalam acara Comic-Con 2022, Marvel mengonfirmasi bahwa Norman akan menjadi mentor sang web-slinger di serial animasi MCU non-canon, yaitu Spider-Man: Freshman Year. Apa yang akan terjadi dengan perubahan peran yang sangat drastis ini? Sebelum membahasnya, mari ingat-ingat kembali siapa sebenarnya Norman Osborn di Marvel Universe.

Musuh Bebuyutan Spider-Man

Norman Osborn adalah karakter Marvel Comics yang muncul pertama kali sebagai musuh Peter Parker alias Spider-Man bernama Green Goblin di komik Amazing Spider-Man #14 (1964). Dia adalah seorang pengusaha, penemu, ahli kimia, dan juga CEO dari perusahaan OsCorp Industries. Dia juga merupakan ayah dari sahabat karib Peter, yaitu Harry Osborn. Setelah menggunakan super serum ciptaannya sendiri, dia berubah menjadi sosok Green Goblin yang sering meneror Kota New York City. Dalam wujud supervillainnya ini dia sering terlihat menaiki glider canggih dan juga melemparkan bom labu sesuka hatinya.

Sebagai musuh Spider-Man yang paling populer, Norman juga akhirnya melakukan penampilan live action di film Spider-Man (2022) karya Sam Raimi. Diperankan oleh aktor Willem Dafoe, Norman muncul dengan sangat mengerikan. Di mana dia hampir berhasil membunuh Spider-Man (Tobey Maguire), sebelum akhirnya dia sendiri yang mati karena tertancap glidernya. Akhir tahun lalu, Norman juga kembali muncul MCU, melalui peristiwa multiverse di film Spider-Man: No Way Home. Kali ini dia berhasil menghancurkan hati Spider-Man (Tom Holland) dengan membunuh Bibi May di depan matanya.

BACA JUGA: Berbagai Kemampuan Kostum Spidey di Spider-Man: Freshman Year!

Dari semua sejarahnya tersebut, cukup jelas bahwa Norman sebagai Green Goblin adalah sosok jahat di hampir semua petualangan Spider-Man. Jika tidak berhasil melukainya, dia akan mengincar orang terkasih Spider-Man dan menghancurkannya sedikit demi sedikit. Plot ini terus-menerus Marvel jadikan formula dari setiap pertemuannya dengan Spider-Man. Walaupun begitu, jauh di lubuk hatinya, ternyata Norman juga masih mempunyai sedikit kebaikan. Di mana kebaikan tersebut sempat marvel ceritakan juga di berbagai kisah Spider-Man lainnya

Figur Ayah dan Mentor bagi Peter

Seperti yang kita tahu, selain menjadi Green Goblin, Norman adalah seorang ayah yang hebat bagi sahabat Peter yang bernama Harry. Hal inilah yang pada akhirnya membuat Norman lebih dari sekadar musuh bagi Spider-Man. Hampir di setiap kisahnya, Norman sering kali menganggap Peter sebagai anaknya sendiri. Di mana Peter sendiri tidak jarang menganggapnya sebagai figur ayah sekaligus teman. Tidak berhenti sampai di situ saja, Marvel juga sebenarnya pernah menjadikan Norman sebagai mentor Peter Parker di serial animasi The Spectacular Spider-Man. 

Di The Spectacular Spider-Man, Norman bahkan sampai menawarkan dirinya langsung kepada Peter untuk menjadi mentor. Peter pun menyetujui hal tersebut, karena pada titik ini mereka masih belum saling mengetahui identitas rahasia masing-masing. Sayangnya, semua hubungan baik mereka pada akhirnya selalu hancur setelah identitas masing-masing terbongkar. Berdasarkan semua sejarah inilah pengungkapan Norman sebagai mentor Peter di Spider-Man: Freshman Year menjadi lebih menarik untuk kita antisipasi. Karena di serial barunya ini justru sejak awal dia tahu bahwa Peter adalah Spider-Man.

KE HALAMAN 2

1
2