Kematian memang merupakan sesuatu yang lumrah di dunia superhero. Di mana DC Comics sendiri cukup sering mematikan superhero mereka, untuk kemudian menghidupkan mereka kembali. Hal ini biasanya sengaja DC lakukan untuk membuat kisahnya lebih berdampak untup peristiwa berikutnya. Meskipun para penggemar tidak ingin melihat superhero mereka mati, tetapi beberapa kematiannya justru terbukti cukup menarik untuk kita ikuti.

Namun, dari berbagai kematian yang ada di DC Universe, ternyata ada juga yang gagal membuat kisahnya lebih menarik. Lebih parahnya lagi justru membuat para penggemar marah dan membenci kisahnya. Dari mulai yang menimpa para superhero populer, sampai kematian yang terjadi kepada orang-orang terdekatnya, berikut ini tujuh kematian paling kontroversial di DC Universe.

BACA JUGA: MCU: The Marvels Akan Kenalkan Banyak Mutant? 

The Atom

Semua penggemar setia DC pasti mengenal siapa The Atom, baik versi Ray Palmer maupun Ryan Choi. Khusus untuk Ryan sendiri, dia berhasil membuktikan bahwa seorang minoritas dari ras Tiongkok sepertinya bisa juga menjadi superhero. Hal ini pada akhirnya membuat para penggemar geram, ketika DC mematikan Ryan hanya karena merasa terlalu banyak Atom di semestanya. Semuanya terjadi di komik Titans, di mana Deathstroke membunuhnya secara sadis. Menyadari bahwa para penggemar marah, DC akhirnya membawa dia kembali di kisah Covergence dan membuatnya hidup sampai sekarang.

Tasmanian Devil

Tasmanian Devil memang bukan superhero yang populer seperti para anggota Justice League. Namun, dia adalah superhero ‘monster’ pertama DC yang merupakan bagian dari tim super Global Guardians. Mengingat keberadaannya yang cukup penting, tidak sedikit penggemar yang merasa kecewa ketika komik Justice League: Cry for Justice memperlihatkannya sebagai ‘karpet’. Semuanya bermula dari supervillain Prometheus yang membunuh para anggota Global Guardians untuk membangun cerita Justice League. Melihat Tasmanian Devil terinjak-injak, tentunya cukup masuk akal mengapa para penggemar tidak terima.

Lian Harper – Anak Arsenal

Selain kematian Tasmania Devil, DC ternyata membuat kontroversi lain di ending Justice League: Cry for Justice. Setelah Prometheus berhasil menghancurkan Star City, ternyata pada akhirnya terungkap bahwa salah satu korbannya adalah Lian Harper, anak dari Roy Harper alias Arsenal. Mirisnya kematian ini sama sekali tidak membangun apa-apa, selain memperlihatkan kesedihan Arsenal. Bagi para penggemar, sebenarnya kematian seorang anak kecil di komik superhero adalah sesuatu yang tidak perlu. Karena selain mereka tidak berperan dalam cerita, kematian anak kecil justru dirasa terlalu berlebihan.

BACA JUGA: Epik, Simak Trailer Baru Series Lord of the Rings! 

Spoiler

Batman memang terkenal mempunyai banyak sekali sidekick. Namun, dari sekian banyak sidekicknya ternyata ada satu orang yang mati konyol, dia adalah Stephanie Brown alias Spoiler. Awalnya Spoiler diceritakan tidak sengaja memulai perang antar geng di kisah War Games. Dia kemudian harus membayarnya setelah para penjahat menculik dan menyiksanya. Mirisnya, ketika dia dalam keadaan sekarat, seorang dokter bernama Dr. Leslie Thompkins sengaja memperlambat proses pengobatannya agar Batman merasa jera untuk merekrut anak muda sebagai sidekicknya. Kisah ini menjadi kontroversi karena DC membuat seorang remaja mati hanya demi suatu plot yang tidak perlu.

KE HALAMAN 2

1
2