Marvel dan DC adalah dua semesta superhero yang serupa tetapi tak sama. Di dalamnya ada banyak sekali makhluk super yang terbentang dari Bumi sampai ujung alam semesta. Dari mulai alien, iblis, sampai dewa, semuanya terkover dengan sangat baik di masing-masing universe. Walaupun begitu, ketika berbicara tentang konsep dewa, Marvel dan DC mempunyai caranya masing-masing. Di mana perbedaan ini akan sangat menarik untuk kita bahas. Sebelum membahas ke inti perbedaannya, simak lebih dahulu penjabaran singkat mengenai konsep dewa di masing-masing universe.

Marvel Universe, Bermula dengan Elder God

Di Marvel Universe, sejarah para dewa bermula dari para Elder God yang terlahir dari Demiurge pada awal alam semesta. Muncul pertama kali Thor Annual #10 (1982), Elder God pertama kali diciptakan oleh August Derleth dan lebih berkembang lagi di tangan Roy Thomas. Pada dasarnya mereka adalah makhluk surgawi pertama yang tersebar di seluruh penjuru Marvel Universe. Elder God ang paling terkenal di antara mereka adalah para Elder God Bumi, seperti Set, Chthon, Oshtur, dan Gaea. Walaupun begitu, di luar angkasa sendiri masih ada banyak Elder God lain, seperti Great Old One, Knull, dan Dweller-in-Darkness.

Berkat kekuatan surgawi mereka, para makhluk fana cukup sering menyebut mereka dalam sejumlah catatan kuno sebagai para dewa pendahulu. Hal itu bisa terjadi karena dewa sesungguhnya baru terlahir setelah para Elder God beranak-pinak. Misalnya seperti Odin dari mitologi Nordik kuno yang merupakan keturunan Elder God Gaea, begitu juga dengan pada dewa dari mitologi lainnya. Seperti Zeus yang berasal dari mitologi Yunani dan Romawi kuno dan Ra yang berasal dari mitologi Mesir kuno. Menariknya, Ra sendiri awalnya adalah sosok bernama Atum yang menyebabkan para Elder God punah.

Saat Gaea melahirkan Atum, dia langsung berkeliling alam semesta untuk membantai para Elder God. Di mana hanya beberapa saja yang berhasil selamat karena memutuskan untuk pergi ke dimensi lain, seperti yang dilakukan oleh Chthon dan Set. Pada titik inilah para deaa seperti Odin, Zeus, dan yang lain mulai bangkit sebagai dewa yang disembah oleh manusia. Di planet lain, dewa lain juga mulai terlahir dengan cara yang beragam. Misalnya seperti para dewa Skrull yang merupakan ciptaan Celestial. Para dewa inilah yang sampai saat ini memegang status sebagai dewa yang sesungguhnya di Marvel Universe.

DC Universe, Berakhir dengan New God

Meskipun New God adalah istilah yang cukup populer di kalangan penggemar, tetapi mereka sebenarnya bukan dewa pertama di DC Universe. Dewa yang sebenarnya sudah ada jauh sebelum mereka, di mana semuanya bermula dari gelombang energi Godwave yang keluar dari Source Wall. Di komik Genesis #3 (1997), penulis John Byrne mejelaskan bahwa Godwave adalah gelombang gaib yang menyebarkan benih-benih dewa ke seluruh penjuru DC Universe. Dalam prosesnya, gelombang ini kemudian melahirkan para Old God, seperti Gog, Odin, Zeus, dan S’ivaa, yang akhirnya menjadi para dewa di berbagai mitologi.

Untuk memperjelas kehidupan para Old God ini DC membagi kisahnya menjadi tiga bagian. Yang pertama adalah First World, di mana para Old God lahir dan tinggal di Godworld alias Asgard atau Ungrund. Second World, adalah kisah di mana para Old God menjadi dewa di mitologi masing-masing dan mulai ingin melebihi penciptanya, yaitu Source Wall. Namun, alih-alih bekerja sama, mereka malah saling bertempur dan memulai Ragnarok di kisah Third World. Pada titik inilah mereka akhirnya hancur dan membuat gelombang Godwave berikutnya terpecah. Di mana Jack Kirby melanjutkan kisahnya dengan Fourth World.

KE HALAMAN 2

1
2