Dalam chapter sebelumnya di seri manga My Hero Academia, Tomura Shigaraki sempat memperlihatkan sedikit bagaimana kemampuan Simple Gworth yang dia miliki. Dengan apa yang dia perlihatkan tersebut rasanya para pahlawan memang perlu waspada dengan sosok villain ini. Shigaraki bahkan mampu menahan gempuran serangan dari tim pahlawan yang berjumlah lebih dari enam orang.

Sesuai dengan namanya, Simple Growth merupakan sebuah kemampuan epik di mana Shigaraki mampu mengendalikan tubuhnya. Dia mampu mengendalikan komposisi dari tubuhnya sesuka hati, mulai dari meningkatkan atau mengurangi massa tubuhnya. Dan hal ini bisa dia lakukan tanpa adanya bantuan dari Quirk atau benda apa pun. Dengan kemampuan tersebut menjadi sesuatu yang alami di tubuh Shigaraki, menunjukan bahwa Quirk biasa tidak akan mempan menghentikan kemampuannya.

Tentang Simple Growth di My Hero Academia

Teknik Simple Growth sendiri merupakan hasil dari proses transformasi yang Dr. Garaki lakukan terhadap Shigaraki. Hal tersebut sengaja dia lakukan demi mewujudkan apa yang menjadi impian atau keinginan dari Shigaraki. Ketangguhan dan kekuatan dari tubuhnya benar-benar meningkat, di mana levelnya hampir sama dengan sosok All Might ketika masa jayanya dahulu. Di sisi lain, teknik Simple Growth milik Shigaraki ini berhasil “menaklukan” Quirk Singularity yang selama ini menjadi masalah.

Setiap Quirk yang Shigaraki miliki atau wariskan memiliki berbagai mode aktivasi dan juga bagian tubuh yang berbeda ketika digunakan. Namun, dengan teknik Simple Growth yang bisa mengatur bagian tubuhnya sesuka hati, Shigaraki mampu menggunakan berbagai macam Quirk tanpa perlu khawatir apa pun. Bahkan, dia bisa menggunakan berbagai macam jenis Quirks secara berturut-turut tanpa perlu mengkombinasikannya dalam satu serangan. Atau bahkan menjadi beban dari tubuhnya.

Dalam chapter 358 kemarin, para fans akhirnya bisa mengetahui bagaimana sistem kerja dari teknik Simple Growth dan menghilangkan kebingungan di kalangan fans, apakah All For One atau Shigaraki yang mengendalikan tubuhnya. Shigaraki tidak merasa kesulitan untuk mengendalikan tubuhnya. Dia yakin bahwa Simple Growth membuatnya menjadi sosok yang kuat, dan hanya tinggal masalah waktu bagi para pahlawan yang menghadapinya untuk merasakan kekalahan.

Shigaraki juga menjelaskan bahwa semakin teknik All For One mengambil atau mengendalikan tubuhnya, maka semakin mudahnya juga tubuhnya untuk bisa beradaptasi dengan hal tersebut. Bukan hanya itu, berbagai faktor lingkungan sekitarnya pun akan terpengaruh oleh teknik Simple Growth ini. Namun, di sisi lain, dengan begitu artinya sang villain utama dari serinya semakin leluasa untuk mengendalikan Shigaraki.

All For One Kendalikan Shigaraki?

Lalu, apa bukti bahwa All For One memegang kendali atas tubuh Shigaraki? Di chapter itu juga dia sempat membicarakan mengenai visinya setelah dia berhasil mengendalikan dunia. Shigaraki merasa bahwa Quirk yang ada di dunia ini terbagi secara tidak seimbang atau tidak adil. Dan dia pun berusaha untuk merubah itu semua, di mana masing-masing orang mendapatkan Quirk yang sesuai.

Dia juga kemudian sempat menyinggung bagaimana para pahlawan yang memimpikan kedamaian, justru tidak berbuat apa pun terkait hal tersebut. Dari apa yang muncul di sepanjang serinya, misi dan tujuan utama Shigaraki hanya satu yaitu menghancurkan semua masyarakat atau seluruh dunia. Bagaimana kemudian dia menyinggung tentang pembagian Quirk dan juga para pahlawan memberikan petunjuk bahwa All For One yang kemungkinan besar mengendalikan tubuh Shigaraki. Kita nantikan saja ya Geeks kelanjutan ceritanya pada chapter My Hero Academia yang akan datang!