Setelah cukup lama menanti, akhirnya penggemar Indonesia sudah bisa menyaksikan film solo keempat Thor (Chris Hemsworth) sejak tanggal 6 Juli kemarin. Film yang berjudul Thor: Love and Thunder ini bercerita tentang petualangan Thor bersama mantan kekasihnya, Jane Foster (Natalie Portman). Di tangan Taika Waititi, film ini telah berhasil menyajikan tayangan yang penuh cinta dan aksi. Di mana Thor dan Jane yang kini telah menjadi Mighty Thor harus berhadapan dengan Gorr the God Butcher (Christian Bale).

Sebagai salah satu karakter penting di filmnya, Gorr sendiri adalah mantan pengikut setia dewa yang akhirnya berbalik menjadi pembenci. Dengan pedang Necrosword yang bisa membunuh makhluk surgawi, Gorr sengaja berkeliling universe untuk membantai para dewa. Dan motivasi terbesarnya untuk melakukan ini adalah karena Dewa Rapu telah membiarkan anak perempuan Gorr mati. Singkat cerita, pada akhirnya Gorr sadar bahwa yang selama ini yang dia cari bukanlah kepuasan untuk melihat semua dewa mati. Melainkan ingin melihat anaknya yang bernama ‘Love’ hidup bahagia.

Diperankan oleh anak kandung Chris Hemsworth, India Rose Hemsworth, Love sendiri pada akhirnya hidup kembali setelah entitas abstrak Enternity mengabulkan permintaan Gorr. Sebagai bentuk pemenuhan janjinya kepada Jane dan juga Gorr, Thor memutuskan untuk membesarkan Love dengan penuh kasih sayang. Cukup jelas bahwa Love sendiri adalah karakter yang baru saja debut di MCU. Dan dia mempunyai perbedaan yang cukup fundamental dengan anak Gorr di Marvel Comics.

Perbandingan Origin Anak Gorr

Di komik Thor: God of Thunder (2012), Gorr adalah salah satu musuh terkuat yang pernah Thor hadapi secara langsung. Dan motivasinya sebagai pembantai dewa kurang lebih sama, yaitu karena dia merasa dewa telah meninggalkan keluarganya untuk mati. Meskipun kisah latar belakangnya kurang lebih sama, tetapi anak Gorr di komik mempunyai nama asli Agar dan berjenis kelamin laki-laki. Dia hanyalah seorang anak dari ras alien biasa yang tewas di awal kisah Gorr karena kelaparan dan kehausan. Pada titik inilah Gorr mulai membenci para dewa dan ingin membasmi mereka.

Setelah Gorr tumbuh makin kuat, dia kemudian menciptakan kembali perwujudan Agar dengan kekuatan All-Black the Necrosword. Selama kurang lebih sembilan abad, Agar menghabiskan waktunya di Black World of Gorr. Di mana dia bertugas mengawasi kerja paksa para dewa yang tengah membuat Godbomb. Namun, setelah melihat ibunya, yang juga sebelumnya telah diwujudkan dengan kekuatan All-Black, dibunuh oleh Gorr, pada akhirnya Agar meminta Thor untuk menghentikan ayahnya. Dan ketika Gorr kalah, Agar pun akhirnya kembali menjadi esensi All-Black dan menghilang.

KE HALAMAN 2

1
2