Siapa yang tidak mengenal sosok Saitama sosok protagonis utama dalam seri One Punch Man. saitama juga merupakan karakter terkuat yang pernah ada dalam sejarah anime dan manga Shonen. Para fans sudah melihat bagaimana kedahsyatan dari kekuatan Saitama, terutama saat dia menghadapi musuh atau monster. Hal tersebut pun membuat para fans banyak melontarkan pertanyaan.

Salah satu pertanyaan yang muncul adalah bagaimana kemudian Saitama bisa mendapatkan kekuatan sedahsyat itu? Ada banyak spekulasi dan juga teori yang berkembang di kalangan fans terkait hal ini. Misalnya, ada teori yang menyebutkan bahwa Saitama mendapatkan kekuatan dari orang lain. Ada juga yang menyebutkan bahwa sumber kekuatan Saitama berasal dari sel monster.

Namun, dari sekian banyak teori yang ada, terdapat satu teori yang banyak fans anggap cukup masuk akal untuk menjelaskan asal-usul Saitama. Teori tersebut menyebutkan bahwa Saitama kemungkinan sudah menghancurkan limiter atau batasan dalam dirinya. Terdapat sebuah petunjuk yang bisa mendukung spekulasi ini, yaitu ucapan dari sosok Dr. Genus terkait sosok Saitama.

Dr. Genus merupakan seorang ilmuwan jenius dalam cerita di serinya. Dia memiliki teori bahwa ada sebuah batasan dari diri manusia yang mampu untuk orang-orang tingkatkan atau perkuat. Dr. Genus sendiri menyatakan dalam chapter 88 bahwa tidak peduli seberapa banyak usaha yang makhluk hidup lakukan, pada dasarnya mereka memiliki sebuah batasan tertentu.

Genus pun menyebutkan bahwa batasan tersebut bisa saja rusak atau terlepas dengan beberapa cara, yang bisa kita lihat dari karakter Psykos. Lalu, pertanyaan besarnya kemudian bagaimana cara Saitama melepaskan limiter dalam tubuhnya? Apakah kemudian Saitama memang sengaja melepaskan limiter tersebut untuk kemudian menjadi pahlawan?

BACA JUGA: Perbandingan Kekuatan Doctor Strange & Clea!

Cara Saitama Lepaskan Limiter

Secara spesifik, serinya sendiri tidak pernah menyebutkan atau mereferensikan mengenai limiter dari Saitama. Pada awalnya, Saitama hanyalah seorang manusia biasa yang sangat rapuh. Dan dia memiliki keinginan untuk menjadi seorang pahlawan, meskipun hanya untuk bersenang-senang. Namun, yang kemudian banyak mengejutkan para fans adalah latihan fisik yang Saitama jalani nyatanya mampu memberikan kekuatan super.

Hal ini pun kemudian menjadi pembahasan para fans, di mana mereka membahas mengenai limiter dalam diri Saitama. Untuk bisa memahami spekulasi atau teori ini, kita bisa membandingkan Saitama dengan sosok Garou, salah satu karakter antagonis terkuat yang pernah Saitama hadapi sejauh ini. Variabel yang paling dekat dengan limiter sebuah karakter adalah talenta atau kemampuan.

Saitama sendiri dapat kita katakan sebagai sosok yang tidak terlalu memiliki talenta atau kemampuan, terutama dalam hal bela diri. Hal ini tentu berbeda dengan sosok Garou, yang memang sudah sejak lama memiliki talenta tersebut dalam dirinya. Hal ini bisa kita lihat bagaimana Garou sudah banyak mengalahkan para pahlawan. Bahkan, gurunya sendiri, Bang, berhasil untuk Garou kalahkan.

Karena itulah, para fans sendiri merasa bahwa Saitama mampu untuk melampaui limiter dalam sosoknya sejak awal ceritanya. Sebagian fans meyakini bahwa untuk bisa melampaui limiter tersebut, maka seseorang perlu berada dalam situasi hidup dan mati. Dengan mengalami suatu peristiwa yang hampir merenggut nyawanya, seseorang bisa tumbuh kuat dari sebelumnya.

Mental dan juga fisiknya mengalami transformasi, yang lama-kelamaan perubahaan tersebut akan membuat seseorang menjadi kuat. Namun, jika kita kembali melihat cerita Saitama sepertinya situasi berbahaya tersebut bukanlah faktor utamanya, meskipun cukup masuk akal jika situasi tersebut bisa kita katakan sebagai pemicu untuk menghancurkan limiternya.

Ada Penyebab Lain di One Punch Man?

Di sepanjang serinya, Saitama hampir jarang berada dalam situasi yang berbahaya. Momen yang membuatnya harus berjuang keras adalah ketika dia bertarung melawan Crablante. Saitama nampak perlu usaha ekstra untuk mengalahkan monster tersebut. Bahkan, tubuhnya pun penuh dengan luka akibat serangan monster itu. Pada saat itu, Saitama masih belum memiliki kekuatan super dan belum menjadi seorang pahlawan.

Jika bukan karena situasi hidup dan mati, lalu apa yang kemudian menyebabkan Saitama mampu menghancurkan limiternya? Spekulasi lain yang juga cukup banyak menjadi perbincangan fans adalah latihan yang Saitama alami. Seperti yang kita ketahui, setiap hari Saitama melakukan aktifitas fisik seperti melakukan 100 kali push-ups, berlari sepanjang 10 kilometer, 100 kali sit-ups, dan melakukan 100 kali squats gave him superhuman strength.

Mungkin ada sebagian Geeks yang kemudian mengerenyutkan dahi, bagaimana kemudian latihan fisik bisa membuat Saitama kuat. Untuk saat ini, semua masih sekedar spekulasi dan teori. Namun, dalam sebuah panel yang muncul di bonus salah satu chapter memperlihatkan bagaimana efek latihan fisik yang Saitama lakukan membuat rambutnya harus rontok.

Dan semenjak rambutnya rontok tersebut, Saitama pun berubah menjadi sosok yang kuat. Itulah yang mungkin menjadi pertanda bahwa Saitama sudah melampaui limiter yang ada dalam sosoknya. Sebagian Geeks mungkin berpikir bahwa penjelasan tersebut kurang menarik atau tidak masuk akal. Karena, jika memang demikian, maka seharusnya Garou pun bisa menjadi sosok yang kuat juga.

Namun, yang perlu Geeks ingat adalah One Punch Man bukan merupakan sebuah seri yang “serius” atau fokus pada peningkatan kekuatan. Ini merupakan sebuah seri animanga yang memang sengaja muncul dengan mengedepankan unsur komedi. Karena itulah, ONE sendiri memang dengan sengaja tidak mengahdirkan semua hal dalam ceritanya masuk akal.