Setelah sempat jeda selama dua pekan, akhirnya seri manga My Hero Academia kembali pada pekan ini. Bocoran dari chapter 352 pun sudah mulai beredar di jagat dunia maya di mana dalam chapternya kita akan melihat bagaimana kelanjutan dari pertarungan epik antara Shoto Todoroki dan juga Dabi. Kita juga melihat bagaimana pergolakan batin dari Shoto.

Chapter 352 disebut-sebut lebih emosional dibandingkan chapter-chapter sebelumnya, terutama bagi mereka yang merupakan penggemar dari Shoto dan juga Dabi. Ada banyak trauma dan juga kesedihan yang dihadirkan dan menjadi fokus pertarungan mereka. Di chapter sebelumnya, Dabi menggunakan Flashfire Fist untuk meniru dua gerakan dari Endeavor, Jet Burn dan Hell Spider.

Dabi menggunakan kedua teknik tersebut untuk melumpuhkan Shoto, yang berhasil menetralkan api milik Dabi. Shoto kemudian mengeluarkan teknik terbarunya yaitu Flashfire Fist: Phospor, di mana dia menyerang Dabi dengan serangan tangan kanannya. Lalu, apa yang terjadi di chapter 352? Chapternya dibuka dengan momen kilas balik di malam sebelum pertempuran besar terjadi.

Shoto berlatih gerakan andalan terbarunya tersebut, yang mana membuat dadanya menyala. Kaminari kemudian berkomentar bahwa serangan tersebut seperti alat pemadam api, dan Shoto pun menjawab bahwa tekniknya berfokus pada bagian jantung dan sirkulasi darah.

Dengan mengaplikasikan teknik Flashfire di kedua sisi tubuhnya, Shoto mampu menciptakan api yang tidak akan membakar apa pun. Deku pun bertanya apakah dia yakin untuk bertarung melawan saudaranya sendiri. Shoto kemudian menjawab bahwa Dabi adalah cerminan dari dosa keluarga Todoroki.

Karena itulah Shoto merasa bahwa tugasnya untuk kemudian menghentikan Dabi. Shoto ingat bahwa ayahnya ingin seorang anak yang sempurna yang bisa menggunakan kekuatan es untuk mendukung teknik api miliknya. Namun, yang terjadi pada Shoto justru sebaliknya. Shoto pun berterima kasih kepada Deku, dan mengatakan bahwa dia sudah memahami kekuatannya.

Kita kemudian kembali ke masa sekarang, di mana Shoto menggunakan teknik Freezing Blow: White Blade of Frosty Fire untuk mendinginkan Dabi. Dabi sendiri menyadari bahwa Shoto bisa menandingi kekuatan api yang dia keluarkan dan menetralkannya dengan serangannya. Namun, Dabi benar-benar sudah berada di luar kendali.

Shoto sendiri kehilangan fokus dan tidak bisa secara tepat menggunakan teknik Phospor miliknya. Dabi yang mengarahkan serangan apinya ke tanah memunculkan pilar atau tiang-tiang dari api yang muncul dari tanah. Dabi mengatakan kepada Shoto bahwa mereka berdua adalah yang paling hebat dan sudah ditakdirkan untuk berada di jalan yang sama.

Meskipun begitu, Shoto masih berusaha untuk menyadarkan kakaknya tersebut. Shoto mengatakan bahwa masih ada kesempatan bagi seseorang untuk bisa berubah, dan Shoto pun meminta Dabi untuk menghentikan semuanya. Shoto kemudian mengeluarkan teknik terbarunya yaitu Great Frozen Tidal Bore.

Teknik tersebut berhasil membekukan seluruh tempat di mana mereka berada. Di akhir chapternya, kita melihat bagaimana Shoto dan Toya ketika mereka masih kecil, menangis, sementara di masa sekarang, mereka berdiri tanpa bergerak sedikit pun saling memandangi. Chapter 352 yang dipenuhi oleh momen emosional memunculkan berbagai spekulasi beragam dari para fans.

Sebagian besar fans menyadari bahwa momen yang dihadirkan dari kedua Todoroki tersebut dianggap sebagai petunjuk dari kematian salah satu atau keduanya. Sebagian fans lain berpendapat bahwa Shoto mungkin akan tewas demi menyelamatkan Dabi. Meskipun begitu, rasanya tidak semua hal yang akan terjadi selanjutnya bersifat tragis.

Kohei Horikoshi bukanlah kreator yang dikenal sering membunuh para karakternya, meskipun dia tidak pernah ragu untuk melakukannya. Satu hal yang pasti pertarungan antara Dabi dan Shoto akan berhenti dalam waktu dekat. Kita nantikan saja ya Geeks apa yang akan terjadi selanjutnya pada chapter yang akan datang.