Sudah bukan hal aneh jika kesuksesan sebuah seri manga akan langsung diadaptasi dalam versi lainnya yaitu anime. Meskipun cerita dalam versi anime dan manga kurang lebih sama, namun sering kali ada beberapa hal yang muncul di manga tapi tidak muncul di animenya. Dan begitu juga sebaliknya, hal yang ada di anime tapi tidak pernah ada dalam versi manganya.

Perbedaan tersebut bisa dibilang wajar, karena perbedaan medium yang dihadirkan. Perbedaan ini juga ternyata dialami oleh seri One Piece. Ada beberapa perbedaan yang muncul dalam versi anime maupun manga, khususnya mengenai protagonis utama serinya yaitu Monkey D. Luffy. Lalu, apa saja perbedaan Luffy antara versi manga dan anime? Berikut adalah pembahasannya.

Kekuatannya Sedikit Berkurang

Salah satu detail perbedaan dari Luffy antara versi manga dan anime adalah kekuatannya. Luffy dalam versi manga sering kali dianggap jauh lebih kuat dibandingkan versi animenya. One Piece versi anime selalu menghadirkan setiap pertempuran dengan sangat epik, meskipun itu harus “mengurangi” kekuatan dari Luffy. Contohnya adalah pertarungan antara Luffy dan Hody.

Dalam versi manganya, Luffy berhasil mengalahkan semuanya dengan sangat cepat dan efektif. Namun, dalam versi animenya diperlihatkan bahwa Luffy dan Hody Jones berada di level yang sama dalam sebagian pertarungan. Mungkin, hal ini ada kaitannya dengan perbedaan medium seperti disebutkan di atas. Anime memberikan ruang yang lebih besar bagi Oda Sensei untuk menghadirkan momen epik. Sedangkan, di manganya tidak terlalu banyak ruang yang bisa dihadirkan sehingga semuanya harus efektif.

Terlalu Didramatisir

Poin ini masih ada kaitannya dengan poin di atas. Seri Dragon Ball Z adalah contoh sempurna dari bagaimana sebuah pertarungan dibuat sangat lama dibandingkan dalam versi manganya. Untuk beberapa hal, memang hal tersebut bukanlah sesuatu yang buruk, karena hal tersebut memberikan mereka yang bertarung sebuah kesempatan untuk bersinar.

Bahkan, tidak jarang juga pertarungan berubah menjadi lebih epik dan memperlihatkan apa yang tidak ditampilkan di manganya. Misalnya pertarungan antara Luffy melawan Kaido di episode 1015 kemarin yang terlihat sangat epik di animenya. Namun, sering juga hal ini menjadi “blunder” bagi serinya, karena mungkin dianggap bertele-tele. Masalah ini menjadi salah satu hal yang banyak dikritik oleh para fans.

Lebih Konyol

Seri One Piece dikenal sebagai seri yang penuh dengan komedi, terlepas dari ada banyaknya momen atau elemen serius lainnya yang muncul dalam ceritanya. Luffy sering kali menjadi sosok yang memperlihatkan kelucuan tersebut. Karena itulah, Luffy banyak dikenal oleh para fans sebagai sosok yang konyol dan bodoh. Sering kali dia melakukan sesuatu yang lucu di hadapan para teman-temannya.

Hal ini sebenarnya berhasil dihadirkan dengan baik di versi manganya. Namun, di versi animenya, semua tingkah lucu dan juga kekonyolan dari Luffy terasa lebih hidup. Bahkan, bukan hanya Luffy, kelucuan kru Topi Jerami pun begitu terasa dalam versi animenya. Misalnya dalam arc desa Syrupp, Zoro dan Luffy mengerjai Usopp sebagai bajak laut yang memiliki niat jahat, hanya untuk menggoda Usopp. Adegan tersebut tidak muncul di manganya.

Perbedaan Pengendalian Kekuatan

Pasca timeskip selama dua tahun membuat Luffy berkembang menjadi sosok yang lebih hebat dan mengerikan. Salah satu buktinya adalah dia bisa mengendalikan Gear dengan lebih mudah, di mana dalam hal ini Luffy bisa mengendalikan Gear Second dengan lebih lihai. Dalam versi manga, ketika mengakses Gear Second, Luffy masih bisa mempertahankan salah satu anggota tubuhnya – entah kaki atau tangan.

Hal tersebut memperlihatkan bagaimana Luffy sudah berkembang dan mampu mengendalikan kemampuannya. Sayangnya, hal tersebut tidak ditampilkan di animenya. Dalam versi anime, setiap kali Luffy menggunakan Gear Second, dia membutuhkan seluruh tubuhnya untuk mempertahankannya. Perbedaan detail ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh juga, hanya saja sebagian fans banyak yang mempertanyakan hal ini.

Terlalu Banyak Sensor

Rasanya, perbedaan paling mencolok dari karakter Luffy antara versi manga dan animenya adalah sensor. Kebijakan sensor berbeda di tiap negara. Meskipun sebenarnya hal tersebut mungkin tidak menjadi masalah besar – jika sensornya tidak berlebihan – tetapi bagi sebagian fans hal ini cukup menganggu. Seperti yang pernah dibahas di artikel sebelumnya, seri anime One Piece banyak sekali mengalami sensor, khususnya untuk penayangan di beberapa negara seperti Amerika.

Sering kali sensor yang dihadirkan justru membuat momen atau adegannya menjadi kurang menarik. Misalnya rokok Sanji dirubah menjadi lolipop. Hal tersebut tidak pernah muncul dalam versi manganya. Semuanya berjalan sesuai apa adanya. Contoh lainnya adalah bagaimana desain karakter Luffy sedikit dirubah, yang membuat wajah Luffy berbeda.

Perbedaan antara dua medium – manga dan anime – merupakan sesuatu yang lumrah terjadi di industri ini. Terkadang, apa yang dihadirkan di masing-masing medium bisa saling melengkapi. Meskipun begitu, tidak jarang juga ada sebagian fans yang kurang senang dengan adanya perbedaan ini. Bagaimana menurut kalian Geeks, apakah kalian setuju dengan perbedaan ini?