Pedang merupakan salah satu senjata yang umum digunakan oleh para karakter, selain senjata api seperti pistol atau meriam. Bahkan, banyak karakter yang menggunakan pedang sebagai senjata utama mereka dibandingkan senjata lainnya. Misalnya adalah Roronoa Zoro, Shanks, Rayleigh, dan masih banyak lagi. Karena itulah pembahasan mengenai pedang menjadi salah satu topik yang menarik bagi para fans One Piece.

Yang menarik juga adalah pedang memiliki sejarah panjang dalam cerita serinya. Banyak informasi atau hal-hal menarik yang dihadirkan oleh Oda Sensei terkait pedang. Contohnya adalah bagaimana kita mengenal tiga kategori utama dari pedang, di mana salah satunya adalah Kokuto atau pedang hitam.

Sesuai namanya, pedang hitam adalah pedang yang pada bagian tajamnya berubah menjadi hitam pekat. Menurut informasi Tenguyama Hitetsu, hal tersebut bisa terjadi karena adanya aliran Haki dalam jumlah besar untuk waktu yang lama, kemudian koneksi yang dekat antara pengguna dan pedangnya.

Pedang hitam dianggap sebagai pedang yang paling kuat di dunia. Dan sejauh ini hanya ada dua di dunia, yaitu Shusui yang pernah digunakan oleh Shimotsuki Ryuma, dan Yoru yang merupakan pedang milik Dracule Mihawk. Berbicara mengenai pedang hitam, terdapat sebuah teori menarik di mana disebutkan ada kemungkinan bahwa di akhir serinya akan ada satu pedang yang berubah menjadi white blade atau pedang putih.

Pedang putih ini disebut-sebut akan menjadi “saingan” dari pedang hitam yang ada. Dan pedang putih yang dimaksud adalah Wado Ichimonji milik Roronoa Zoro. Menurut teorinya, rasanya aneh jika kemudian ada pedang yang seharusnya atau didesain putih kemudian berubah menjadi hitam.

Dalam chapter 1033 kemarin, Shimotsuki Kozaburo mengatakan bahwa Enma adalah pedang yang dia anggap sebagai karya terbaiknya. Namun, dia meninggalkan pedang tersebut di Wano, dan membawa Wado Ichimonji saat dia kabur dari Wano 50 tahun yang lalu ke wilayah East Blue. Masih menjadi misteri mengapa Kozaburo memutuskan untuk meninggalkan Enma di Wano.

Karena dianggap sebagai pedang yang “liar” yang sulit dikendalikan karena sangat dahsyat, bisa jadi Kozaburo berpikir bahwa Enma akan lebih baik ada di tangan samurai yang memiliki jiwa yang membara, dan juga sosok mengerikan. Pertanyaannya, apakah artinya Wado Ichimonji bukan pedang yang baik seperti Enma? Apakah Kozaburo pernah menggunakan Wado Ichimonji? Mengapa hanya Wado Ichimonji yang dibawa oleh Kozaburo?

Kita masih belum tahu jawaban pasti dari berbagai pertanyaan tersebut sampai Oda Sensei memberikan petunjuk jelas mengenai hal itu. Tetapi, pada intinya adalah ada alasan mengapa kemudian Kozaburo justru membawa Wado Ichimonji dalam pelariannya dan bukan pedang terbaiknya.

Kemudian, yang kedua, Wado Ichimonji dianggap sebagai kebalikan dari apa yang diyakini oleh Kozaburo sebagai pedang yang bagus atau baik. Kozaburo memiliki prinsip bahwa pedang yang baik atau bagus adalah pedang yang mampu mencabut nyawa orang sebanyak-banyaknya karena itulah “takdir” dari sebuah pedang dibuat.

Sedangkan, Wado Ichimonji sulit untuk dikendalikan oleh siapa pun yang memilikinya karena mereka tidak mampu untuk mewujudkan “takdir” dari pedang Wado Ichimonji tersebut. Yang menarik adalah Kuina dan Zoro sendiri terbukti mampu menaklukannya. Bahkan, saat digunakan oleh Kuina dan Zoro, Wado Ichimonji nampak tidak tempramental atau sulit dikendalikan seperti yang diucapkan oleh Kozaburo.

Sebuah pedang yang luar biasa, dibuat oleh orang yang memiliki prinsip bahwa pedang dibuat untuk mencabut nyawa orang, namun kemudian berakhir di tangan anaknya, Koushiro, yang memiliki prinsip berlawanan dengan sang ayah. Artinya Oda sudah mempersiapkan sesuatu untuk Wado Ichimonji. Ketiga, menurut Kozaburo juga bahwa masing-masing pedang memiliki kepribadian atau karakteristik masing-masing.

Namun, sampai sejauh ini kita masih belum diperlihatkan seperti apa karakteristik dari Wado Ichimonji, padahal ini adalah pedang yang paling lama dimiliki oleh Zoro. Meskipun begitu, satu momen berharga yang memperlihatkan Zoro dan Wado Ichimonji adalah ketika Zoro pertama kali menggunakan teknik ‘Shishi Sonson.’

Zoro pada akhirnya memahami apa yang diajarkan dan diucapkan oleh Koushiro tentang menjadi ahli pedang terbaik. Dan dia menggunakan Wado Ichimonji untuk menunjukan apa yang sudah dia pelajari. Zoro kemudian menggunakan Sandai Kitetsu saat menggunakan Shishi Sonson, tetapi dalam setiap momen-momen penting, Zoro selalu menggunakan kembali pedang Wado Ichimonji miliknya.

Berdasarkan penjelasan di atas, pada intinya, pedang Wado Ichimonji akan menjadi kebalikan dari Enma. Meskipun Enma adalah pedang hebat, namun Wado Ichimonji adalah pedang yang spesial. Butuh seseorang yang memiliki filosofi tepat untuk bisa menggunakan Wado Ichimonji. Jika kemudian teori ini terbukti, maka artinya pedang-pedang yang digunakan oleh Zoro saat ini sudah tepat untuk bisa mengantarkannya menjadi ahli pedang terbaik di dunia.

Ada kemungkinan tantangan terakhir bagi Zoro adalah bagaimana kemudian benar-benar menguasai Wado Ichimonji. Zoro akan kembali mempelajari filosofi dari Koushiro tentang menenangkan hatinya, mengendalikan diri saat memotong atau mengayunkan pedang, dan menggunakan tekad untuk melindungi sebagai motivasinya agar bisa menang.

Dan pada akhirnya, bukan pedang hitam atau Haki hitam yang akan muncul melainkan Haki putih yang menyala di pedang Wado Ichimonji sehingga membuatnya menjadi pedang putih pertama yang ada di seri One Piece.