Garou merupakan salah satu villain yang cukup populer di kalangan fans One-Punch Man. Bahkan, bisa dibilang Garou merupakan karakter populer lainnya selain Saitama. Kekuatan dan kehebatan serta popularitas Garou sebagai villain tidak kalah mentereng dengan sosok Orochi, sang raja monster, atau Boros, yang merupakan villain kuat yang berasal dari planet lain.

Di awal kemunculannya, sosok Garou diperkenalkan sebagai karakter yang jahat. Dia mencoba untuk menghancurkan seluruh pahlawan yang ada, dan membuktikan dirinya bahwa dia adalah seorang villain yang luar biasa. Namun, seiring berjalannya waktu kita justru melihat sosok Garou “berubah” menjadi pahlawan dan tidak terlihat seperti seorang villain.

Hal ini bisa dilihat dari berbagai hal baik yang dia lakukan. Misalnya, saat Garou menyelamatkan Tareo yang dirundung oleh teman-temannya. Garou bahkan rela melindungi dirinya demi menyelamatkan Tareo dari serangan para pahlawan yang mencoba menghabisinya. Kemudian, di arc Monster Association yang masih berjalan sampai saat ini, kita pun melihat hal-hal yang diluar dugaan dilakukan oleh Garou.

Misalnya, dia menyelamatkan helikopter berisi para korban pertarungan monster dari serangan Centi Sennin. Kemudian, Garou juga berhasil mengalahkan Centi Sennin berkat kerja samanya dengan Metal Bat. Dalam chapter 163 kemarin, kita bahkan diperlihatkan beberapa momen “pahlawan” yang luar biasa yang dilakukan oleh Garou.

Pertama, dalam pertarungannya melawan Saitama, Garou sempat menghempaskan Saitama dengan teknik God Slayer Ascending Attack. Serangan itu membuat Saitama terhempas jauh, bahkan sampai menghancurkan tiga gedung yang ada di Z-City. Tidak hanya itu, Garou juga kemudian menggunakan teknik Great Power Attack untuk menghancurkan organ dalam dari Saitama.

Yang terjadi justru Saitama tidak terluka sama sekali, dan bahkan seolah dia tidak merasakan apa pun. Yang unik adalah setelah gedungnya hancur akibat pertarungan tersebut, tiba-tiba muncul sekelompok orang dari bawah tanah. Mereka ternyata sudah sejak lama terjebak di sana. Mereka adalah anggota yang bertanggung jawab untuk perlindungan di bawah tanah. Sayangnya, mereka justru harus terjebak di sana.

Dan yang paling epik dari semuanya adalah saat pertarungan antara Saitama dan Garou kembali terjadi, situasi di Z-City sedang kacau balau karena gunung berapi yang memuntahkan lahar. Seluruh penduduk pun diminta untuk mengungsi. Ketika semuanya terasa seperti tidak ada lagi harapan, sesuatu yang luar biasa muncul di mana akibat serangan Garou salah satu sisi bagian gunung pun hancur.

Beruntung, hal tersebut ternyata membuat aliran laharnya berubah ke sisi lain gunung. Para penduduk pun bersorak sorai bergembira melihat situasi tersebut, karena mereka berhasil selamat dari bencana alam lahar yang hampir membumi hanguskan kota mereka. Kegembiraan dari para penduduk tersebut juga ternyata disadari oleh Saitama.

Apakah Garou Seorang Pahlawan Atau Villain?

Meskipun sering kali dianggap sebagai villain, justru tanpa disengaja semua tindakan kejahatan yang dilakukan oleh Garou sering kali berujung pada selamatnya orang-orang. Atau tindakan kejahatan yang dia lakukan justru berhasil menyelamatkan orang banyak. Dua momen di chapter 163 kemarin menjadi bukti nyata dari hal tersebut.

Saitama sendiri bahkan sempat “memuji” tindakan Garou dengan mengatakan bahwa mimpinya untuk menjadi seorang villain terkuat dan melakukan kejahatan yang absolut justru berhasil menyelamatkan orang-orang. Saitama mengaku bahwa tekad dari Garou tersebut adalah sesuatu yang baik. Namun, yang paling menarik perhatian adalah apa yang diungkapkan oleh Saitama di panel terakhirnya.

Menurut Saitama, ketika semua yang Garou lakukan secara tidak disengaja justru menghasilkan sesuatu yang baik dan tidak terduga mengingatkannya kepada sosok King. Dan Saitama sendiri mengakui bahwa Garou sebenarnya memiliki insting pahlawan di dalam dirinya. Jadi pertanyaanya, apakah Garou seorang pahlawan atau seorang villain?

Apa yang dia lakukan Garou terhadap para pahlawan, di mana dia menghancurkan dan mengalahkan mereka, serta bagaimana Garou ingin menghancurkan asosiasi pahlawan agar semua orang bisa mengenali dan mengetahui sisi jahat yang dia miliki bisa menjadi bukti bahwa ada juga sisi jahat dalam diri Garou. Keyakinan dia bahwa justru para pahlawan adalah penjahat sebenarnya, didasari dari apa yang terjadi pada masa kecilnya.

Dan hal tersebut terus tumbuh sampai sekarang. Garou memang bukanlah sosok yang baik, meskipun dia memperlihatkan sikap dan perilaku seorang pahlawan. Dia berusaha menghancurkan dunia dan para pahlawan. Dengan apa yang dihadirkan oleh sosok Garou dalam cerita One-Punch Man sejauh ini, rasanya cukup masuk akal jika Garou disebut sebagai seorang anti-hero.

Hal ini dikarenakan dia bergerak sesuai apa yang dia yakini dan rasakan, terlepas apakah itu melakukan kebaikan seperti menyelamatkan para penduduk sipil, atau menjadi jahat seperti menyerang para pahlawan. Dalam chapter 161 kemarin pun, ketika Saitama berhadapan dengan Garou, Saitama bisa saja menghancurkan Garou dengan mudah.

Namun, Saitama sendiri mengakui bahwa Garou bukanlah sosok monster atau penjahat yang perlu dihabisi atau dikalahkan. Saitama melihat sendiri bahwa Garou tidak memiliki niat jahat seperti apa yang dia ucapkan. Jadi, kesimpulannya, Garou bisa dibilang bukanlah seorang pahlawan karena dia memiliki tujuan yang jahat di dalam dirinya.

Namun, dia juga tidak bisa dibilang sebagai seorang villain senjata seperti halnya para monster lain, karena Garou sering kali menyelamatkan para masyarakat sipil dan juga menyelamatkan anak-anak. Dan perlu diingat bahwa target utama Garou menjadi jahat bukanlah masyarakat sipil, melainkan para pahlawan. Dia justru tidak ingin menyakiti para masyarakat biasa.