Dalam cerita One Piece, ada banyak sekali benda-benda yang sangat misterius dan juga sangat kuat muncul dalam ceritanya. Biasanya benda-benda tersebut memberikan tambahan kekuatan atau menjadi sumber kekuatan yang dahsyat kepada para pemiliknya atau orang yang menggunakannya. Salah satu benda yang paling umum yang muncul dalam seri ini adalah pedang.

Pedang menjadi salah satu senjata utama bagi banyak karakter, selain senjata lainnya seperti pistol atau panah serta senjata lainnya. Meskipun pedang menjadi salah satu senjata utama bagi banyak karakter, tapi tidak semua pedang memiliki ketangguhan yang sama. Masing-masing pedang memiliki kategorinya masing-masing. Dan yang menarik adalah salah satu kategori pedang yang ada dalam ceritanya adalah Yoto alias pedang terkutuk.

Pedang Yoto biasanya memiliki sebuah kutukan yang akan dirasakan oleh para pengguna pedangnya. Namun, hal tersebut bisa dihindari jika keberuntungan si pengguna lebih unggul atau memiliki tekad yang lebih besar dari kutukan itu sendiri. Ada beberapa contoh pedang kutukan yang diperkenalkan dalam ceritanya. Misalnya adalah pedang milik Kozuki Oden, Enma, dan juga Sandai Kitetsu.

Kedua pedang tersebut sekarang berada di tangan Roronoa Zoro. Berbicara mengenai Sandai kitetsu, pedang terkutuk tersebut didapatkan oleh Zoro saat dia mencari pengganti pedang sebelumnya yang hancur. Zoro kemudian pergi ke toko pedang milik Ipponmatsu dan Zoro mencari pedang yang paling murah. Ipponmatsu kemudian merekomendasikan Sandai Kitetsu.

Namun, Ipponmatsu juga menceritakan bahwa pedang tersebut merupakan pedang terkutuk. Menurutnya, semua orang yang pernah memiliki pedang tersebut akan berakhir dengan tragus. Dan anehnya, pedang tersebut akan selalu kembali ke tangan Ipponmatsu. Meskipun begitu, Zoro nampaknya tidak peduli terhadap hal-hal takhayul seperti itu dan justru memberikan tantangan terhadap Ipponmatsu.

Zoro menyebutkan dia akan melemparkan pedangnya ke udara dan membuktikan apakah keberuntungannya besar untuk bisa mendapatkan Sandai Kitetsu. Jika, pedangnya tidak melukai lengan dari Zoro, dia boleh menyimpannya secara gratis. Dan ajaibnya Zoro pun lolos dari “tes” tersebut yang sempat membuat Ipponmatsu keheranan. Akhirnya, Zoro pun membawa pulang Sandai Kitetsu secara gratis dan masih ada sampai saat ini.

Seperti yang dijelaskan oleh Shimotsuki Kouzaburo dalam chapter sebelumnya, sebuah pedang memang memiliki tekad atau tujuan tertentu yang menjadi manifestasi dari pembuatnya. Dan tekad dalam pedang tersebut pun muncul serta mengendalikan penggunanya, yang mana kemudian hal ini yang dianggap sebagai “kutukan” oleh banyak orang.

Namun, sebenarnya, yang orang-orang anggap sebagai kutukan tersebut justru sebenarnya menjadi pertanda bahwa pedang tersebut memang bagus dan sesuai dengan tujuannya. Menurut Kouzaburo, pedang memang didesain untuk tujuan mencabut nyawa sebanyak mungkin. Dan energi yang muncul dalam pedangnya memang sengaja dihadirkan untuk dikendalikan oleh penggunanya.

Jika kemudian pengguna pedang tersebut tidak mampu mengendalikan “kutukan” tersebut maka, artinya dia bukanlah seorang ahli pedang yang baik. Dan ini juga yang menjadi petunjuk mengapa kemudian nama-nama dari pedang yang ada dalam cerita One Piece sering kali berkaitan dengan kegelapan atau kengerian. Misalnya nama Enma, yang sebenarnya memiliki arti yaitu raja neraka.

Zoro sendiri sepertinya sudah membuktikan bahwa terlepas dari kutukan yang besar dari pedang yang dia miliki, namun dengan kekuatan tekad yang dia miliki Zoro mampu untuk mengendalikannya. Hal ini dia perlihatkan saat berusaha untuk mengendalikan Enma dalam pertarungan melawan King. Zoro akhirnya mampu memenuhi keinginan Enma sambil tetap mengendalikan kekuatannya. Dan ini menjadi bukti juga bahwa Zoro adalah calon ahli pedang terbaik pada masa yang akan datang, sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Kouzaburo.