Di Marvel Comics sendiri, Civil War adalah kisah crossover yang menghadirkan banyak sekali superhero Marvel dalam satu peristiwa, khususnya para anggota Avengers. Dirilis perdana pada tahun 2006, komik karya Mark Millar dan Steve McNiven ini bercerita tentang konflik besar antara superhero, yang terjadi karena Iron Man mendukung program pemerintah untuk mendaftarkan ulang semua nama superhero, sementara Captain America tidak setuju jika para superhero bekerja di bawah pengawan suatu negara.

Perbedaan tersebut ada akhirnya membuat superhero Marvel terpecah menjadi dua kubu, antara kelompok yang mendukung Iron Man dan kelompok yang setuju dengan Captain America. Pertarungan besar yang terjadi di antara para superhero ini tercatat telah menyebabkan banyak korban berjatuhan, dari rakyat sipil sampai ke dua kubu superhero, termasuk salah satunya adalah Captain America yang tewas dibunuh saat akan mengakui kesalahannya demi menghentikan konflik berdarah tersebut.

Dan sekarang, setelah lima belas tahun berlalu, Tony Stark alias Iron Man baru saja mengungkapkan alasan mengapa peristiwa Civil War bisa mengubahnya menjadi villain di Marvel Universe. Di komik baru Iron Man #18 karya Christopher Cantwell dan Lan Medina, Tony yang sekarang telah menjadi sosok berkekuatan kosmik, mengaku bahwa alasan mengapa dia sering terlihat menjadi penjahat adalah karena “banyak orang yang selalu berusaha untuk menghentikan apa yang ingin saya lakukan,” ungkap Tony.

Seperti yang bisa dilihat di peristiwa Civil War, baik di Marvel Comics maupun di tayangan Marvel Cinematic Universe, sepertinya Tony memang tidak suka ketika niatnya diganggu oleh orang lain, apalagi jika orang tersebut tidak sependapat dengannya, seperti yang sering dilakukan oleh Steve Rogers alias Captain America. Padahal, jika saja Tony lebih berkepala dingin dan mencoba untuk memberikan pengertian kepada sahabatnya tersebut, mungkin salah satu peristiwa terkelam di Marvel tersebut bisa dihindari.

Pernyataan resmi yang disampaikan oleh Tony ini secara tidak langsung telah mengonfirmasi kekurangannya sebagai salah satu superhero terbaik Marvel. Apa pun yang telah terjadi, setidaknya saat ini Tony sendiri telah menyadari bahwa semua tindakannya memang mempunyai konsekuensi, termasuk keputusannya di kisah Civil War yang telah menyebabkan banyak orang mati hanya karena perbedaan pendapat.