Memasukan berbagai referensi dalam sebuah cerita bukanlah sesuatu hal yang baru, terutama dalam industri manga dan anime. Ada banyak seri yang memasukan berbagai referensi di cerita mereka. Contohnya adalah seri manga One Piece, yang sering memasukan berbagai referensi mulai dari agama sampai berbagai hal mitologi. Dan yang menarik semua referensi tersebut pun bisa pas dengan ceritanya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh franchise Naruto, di mana Masashi Kishimoto memasukan berbagai menarik dan unik dalam ceritanya. Berbagai referensi tersebut bisa berasal dari kepercayaan, mitologi, cerita rakyat, dan sebagainya. Lalu, apa saja hal dalam franchise Naruto yang merupakan referensi dari mitologi? Berikut beberapa diantaranya.

Chakra

Chakra merupakan elemen penting dalam franchise shinobi ini. Chakra sering kali muncul dalam berbagai momen, baik saat bertarung atau pun saat berlatih. Konsep tentang chakra sendiri pada awalnya berasal dari teks kuno India, di mana chakra sering kali direferensikan sebagai energi yang mengalir dan ada di dalam tubuh manusia.

5 Referensi Mitologi di Naruto, Greenscene

Chakra bisa diatur atau dikendalikan dengan cara meditasi atau pun yoga. Konsep chakra juga, dalam beberapa poin, digabungkan dengan konsep “chi” yang merupakan dasar dari pengobatan tradisional Tiongkok. Dalam seri Naruto, chakra dikaitan dengan kekuatan yang didapatkan oleh Hagoromo dan Hamura Otsutsuki setelah Kaguya memakan buah chakra.

Hagoro menyebarkan chakra terhadap para pengikutnya dan mengajarkan mereka bagaimana menghubungkan energi spiritual mereka dan juga energi fisik mereka. Anaknya, Indra Otsutsuki, menjadi orang pertama yang kemudian merubah konsep chakra menjadi senjata, yang kemudian dikenal dengan ninjutsu.

Tailed Beast

Tailed Beast atau bijuu dalam franchise Naruto merupakan monster kuat yang sering kali membahayakan umat manusia. Mereka sebenarnya bisa dimanfaatkan, dengan syarat ada “wadah” yang menampung mereka yang kemudian disebut sebagai Jinchuriki. Biasanya, para bijuu ini meminjamkan atau memberikan chakra mereka dalam jumlah besar terhadap wadahnya.

5 Referensi Mitologi di Naruto, Greenscene

Itulah alasan mengapa para Jinchuuriki memiliki kekuatan dahsyat, seperti Naruto. Tailed Beast sendiri merupakan perwujudan dari chakra Hagoromo yang dipecah menjadi sembilan monster, yang mana jika semuanya dikumpulkan maka akan mampu membangkitkan monster ekor 10. Setiap bijuu dalam cerita Naruto sebenarnya mereferensikan para yokai atau makhluk mitologi. Contohnya Kurama yang diadaptasi dari makhluk mitologi dewa rubah atau Kitsune.

Semua Teknik Sharingan

Sharingan merupakan Doujutsu yang dahsyat dan eksklusif yang hanya dimiliki oleh klan Uchiha. Kemampuan dari Sharingan sendiri adalah menirukan jutsu musuh, memprediksi gerakan lawan, dan sebagainya. Namun, Sharingan sendiri memiliki “tingkatan” di mana kita mengenal Mangekyo Sharingan atau Rinnegan yang merupakan Doujutsu paling tinggi dari Sharingan.

5 Referensi Mitologi di Naruto, Greenscene

Banyak teknik yang digunakan dari Doujutsu Sharingan ini terinspirasi dari para dewa-dewa di agama Shinto. Contohnya adalah Tsukuyomi, Amaterasu, dan Susanoo. Mereka semua merupakan anak dari dewa Izanagi dan Izanami, yang juga merupakan teknik dahsyat yang dimiliki oleh mereka yang memiliki Sharingan. Bukan hanya namanya saja, kemampuan dari teknik tersebut pun disesuaikan dengan cerita asli dari para dewa-dewa tersebut.

Kaguya Otsutsuki

Kaguya Otsutsuki merupakan salah satu Otsutsuki terkuat yang pernah muncul di bumi. Dia merupakan rekan dari Isshiki, sebelum kemudian dia memutuskan untuk “mengkhianati” Isshiki dan lebih memilih untuk melindungi bumi dan jatuh cinta dengan salah satu pria. Sayangnya, Kaguya kemudian kecewa dengan perilaku manusia yang membuatnya kemudian menjadi villain utama dalam perang besar ninja keempat.

5 Referensi Mitologi di Naruto, Greenscene

Kaguya sendiri merupakan karakter yang direferensikan oleh Kishimoto dari cerita rakyat penduduk Jepang, tentang seorang pemotong bambu. Dalam ceritanya, Kaguya merupakan putri dari bulan yang lahir dari setangkai bambu dan kemudian dibesarkan oleh pemotong bambu tersebut dan istrinya. Kaguya kemudian membuat hati sang pemimpin terkesima dengan kecantikannya.

Namun, di akhir ceritanya, Kaguya kembali ke bulan. Cerita tentang Kaguya ini pun dihadirkan dalam cerita Naruto, di mana dia memang berasal dari planet lain. Dia kemudian jatuh cinta terhadap salah satu pemimpin. Dan kemudian ceritanya berubah setelah manusia membuat Kaguya kecewa.

Karma

Karma merupakan istilah yang baru muncul di seri Boruto: Naruto Next Generation. Dalam serinya, Karma merupakan sebuah kemampuan dari klan Otsutsuki untuk memindahkan data pribadi mereka terhadap orang lain atau wadah mereka yang lain. Orang tersebut secara tidak langsung akan menjadi “tubuh cadangan” ketika seorang Otsutsuki tewas.

5 Referensi Mitologi di Naruto, Greenscene

Itulah yang membuat mereka bisa hidup abadi. Namun, istilah Karma sendiri berasal dari konsep agama Buddha. Geeks pun tentunya tahu tentang konsep karma di dunia nyata, di mana karma merupakan “balasan” dari apa yang sebelumnya kita perbuat. Jika kita berbuat baik, maka akan ada perbuatan baik pula yang menghampiri kita. Begitu juga sebaliknya.

Franchise Naruto menjadi salah satu franchise yang populer di seluruh dunia, bukan hanya di Jepang. Meskipun Kishimoto kemudian mayoritas menggunakan berbagai referensi budaya Jepang, franchise ini tetap populer di kalangan fans karena mereka menganggap referensi tersebut menjadi daya tarik lainnya selain serinya. Bagaimana menurut kalian Geeks?