Babak kedua dari musim terakhir seri anime Attack on Titan sudah dimulai sejak minggu kemarin, kurang dari satu tahun setelah manganya menyelesaikan ceritanya pada April 2020 kemarin. Attack on Titan pada awalnya berkisah tentang upaya manusia untuk bisa selamat dari ancaman para Titan. Namun, seiring berjalannya cerita ancaman yang muncul pun mulai bertambah.

Konflik yang dihadirkan bukan hanya sekedar tentang Titan melainkan juga tentang peperangan, pengorbanan, dan juga kebebasan. Versi manganya sendiri sudah selesai tahun lalu yang ditutup dengan momen epik. Eren Jaeger melakukan hal yang sangat luar biasa di mana dia menghancurkan nyawa hidup orang banyak demi membawa perdamaian bagi seluruh dunia.

Meskipun cerita manganya sudah selesai, para fans sendiri terbagi menjadi dua kubu. Sebagian fans berpendapat bahwa Hajime Isayama terlalu terburu-buru untuk bisa menutup ceritanya. Dan juga apa yang dilakukan oleh Eren di akhir ceritanya benar-benar di luar karakternya. Di sisi lain, sebagian lain memuji akhir dari serinya di mana kita melihat bagaimana upaya manusia mengakhiri perselisihan yang sudah sejak lama terjadi.

Meskipun cerita akhir dari manganya tidak sepenuhnya buruk, namun versi anime memiliki kesempatan untuk bisa menghadirkan sebuah cerita akhir yang baru. Bahkan, mungkin sudah seharusnya serinya menghadirkan cerita akhir yang lain. Perubahan cerita akhir serinya ini bukan dikarenakan kontroversi yang muncul. Namun, seri animenya bisa menghadirkan sesuatu yang baru bagi franchise ini.

Kejutan besar dengan menghadirkan sesuatu yang berbeda di akhir ceritanya tentu akan membuat seri ini menjadi bahan perbincangan banyak orang, setidaknya untuk waktu yang cukup lama. Selain itu, perubahan cerita akhir ini bisa juga membuat para pembaca manganya untuk mau melihat juga versi animenya. Mereka yang tidak senang dengan cerita akhir di manganya, masih memiliki alternatif lain dengan cerita akhir di versi animenya.

Dengan perbedaan cerita akhir ini juga membuat para fans yang hanya menonton animenya akhirnya mau mengikuti cerita dalam versi manganya, untuk tahu apa yang kemudian membedakan cerita akhirnya dengan versi anime. Dan yang paling epik tentunya adalah hal tersebut akan menghadirkan sesuatu yang baru di industri ini, dengan menghadirkan dua versi cerita akhir yang berbeda.

Menghadirkan sesuatu yang sama tentunya tidak akan memunculkan dampak yang besar terhadap para penggemar, karena tidak ada sesuatu yang baru yang disuguhkan dalam ceritanya. Tetapi, memang harus diakui bahwa menyuguhkan cerita akhir yang berbeda adalah sebuah hal yang sangat beresiko. Salah satu resiko yang bisa diterima serinya adalah kritik pedas dari para fans.

Sudah banyak conton adaptasi yang mendapatkan kritik dari para penggemar karena dianggap terlalu melenceng dari sumber aslinya. Meskipun begitu, Attack on Titan yang sudah mendekati cerita akhirnya bisa tetap menghadirkan sesuatu yang berbeda dan menghadirkan perubahan, dengan skala resiko yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan perubahan besar di awal atau di tengah-tengah musim ceritanya.

Tidak ada alasan mengapa anime tidak bisa dan tidak boleh mengambil resiko dan bereksperimen dengan cerita akhir yang berbeda dengan versi manganya, dan Attack on Titan bisa menjadi contoh nyata dari hal tersebut. Jika pun kemudian skenario tersebut gagal, setidaknya Attack on Titan akan dikenang sebagai seri yang memiliki bukan hanya satu cerita akhir yang kontroversial melainkan dua cerita akhir.

Skenario terbaiknya adalah para fans yang kecewa dengan cerita akhir di manganya akan merasa diapresiasi dengan perubahan tersebut. Mereka mungkin akan memiliki alasan lainnya mengapa mereka harus kembali menyaksikan seri Attack on Titan. Jadi, kesimpulannya adalah sudah seharusnya Attack on Titan berani menghadirkan sesuatu yang berbeda di akhir. Jika ini terjadi, maka Attack on Titan akan menjadi salah satu tonggak sejarah baru di industri ini.