Colossal Titan merupakan salah satu dari sembilan jenis Titan yang ada di seri Attack on Titan. Secara penampilan, Colossal Titan memiliki kemiripan dengan para Wall Titan yang ada di pulau Paradis. Namun, meskipun mereka memiliki kemiripan secara fisik, mereka memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Dengan cerita Attack on Titan yang terus berjalan, cerita tentang para Titan pun terus berkembang.

Bersamaan dengan fakta bahwa para Titan adalah bangsa Eldia yang kemudian berubah menjadi raksasa, para fans juga disuguhkan informasi mengenai adanya Titan yang hidup di dalam tembok yang mengelilingi pulau Paradis, demi melindungi mereka yang ada di dalamnya. Mereka yang kemudian disebut sebagai Wall Titan.

Para Wall Titan ini memiliki kemiripan dengan salah satu dari sembilan jenis Titan, yaitu Colossal Titan, Titan paling besar dan paling tinggi. Namun, meskipun secara penampilan mereka sama, ada beberapa perbedaan signifikan antara Wall Titan dan Colossal Titan. Apa saja?

Apa Itu Colossal Titan?

Episode pertama dari seri Attack on Titan memperkenalkan salah satu jenis Titan yang ada yaitu Colossal Titan, di mana sosok Titan tersebut jauh lebih besar dan lebih tinggi dari Wall Maria. Hanya dengan satu tendangan saja, Wall Maria pun akhirnya rusak dan para Pure Titan pun bisa masuk ke distrik Shiganshina dan menyebabkan kekacauan besar, salah satunya adalah kematian dari ibu Eren.

Colossal Titan nampak sangat berbeda dari Titan lainnya. Perbedaan paling mencolok adalah tingginya. Colossal Titan memiliki tinggi mencapai 60 meter, sedangkan Titan biasa – seperti Pure Titan – hanya memiliki tinggi sekitar 2 – 3 meter. Perbedaan lainnya adalah jika para Titan lainnya memiliki kulit, Colossal Titan tidak memiliki kulit. Karena itulah kita bisa melihat seluruh otot dan jaringan otot dari Colossal Titan.

Colossal Titan juga jauh lebih cerdas dibandingkan Pure Titans. Meskipun beberapa Abnormal Titan memperlihatkan kecerdasan mereka, juga tindakan yang tidak biasa, namun level kecerdasannya tidak lebih baik dari Colossal Titan. Hal ini dikarenakan Colossal Titan digerakan oleh sosok manusia di dalamnya. Colossal Titan sendiri dikendalikan oleh Bertholdt, sebelum kemudian kekuatannya jatuh ke tangan Armin.

Sama seperti para Titan Shifter lainnya, Bertholdt dan Armin bisa berubah menjadi Colossal Titan saat mereka terluka, dan tetap menjaga kecerdasannya dari dalam form monster tersebut. Semua jenis Titan biasanya juga menghasilkan panas dalam jumlah yang sangat besar. Dan kapan pun bangsa Eldia berubah menjadi Titan, akan muncul energi dalam jumlah yang besar dari tubuh mereka.

Namun, pemilik kekuatan Colossal Titan memiliki keunggulan lainnya di mana mereka mampu mengendalikan energi yang besar tersebut. Contohnya, ketika menyerang Wall Maria, transformasi dari Bertholdt saat menjadi Colossal Titan tidak terlalu menghasilkan kehancuran dibandingkan dalam pertempuran di distrik Shiganshina pada musim ketiga, di mana dia menggunakan kemampuan ledakan dahsyat, yang menghancurkan berbagai gedung dan membunuh semua orang yang ada di radius ledakan.

Energi besar ini juga membuat Colossal Titan menghasilkan panas lebih dari Titan lainnya, dan pemilik kekuatan Colossal Titan mampu untuk mengendalikan jumlah uap yang dikeluarkan dari tubuhnya demi bisa mengusir atau mengalahkan musuhnya. Uap yang dihasilkan dari Colossal Titan mampu membunuh manusia. Untuk kasus Armin sendiri, meskipun dia hampir saja tidak selamat, satu-satunya alasan dia bisa sembuh karena Survey Corps memutuskan untuk memilih Armin memakan Bertholdt dan menjadi pengguna Colossal Titan yang baru.

Meskipun Colossal Titan adalah salah satu Titan yang paling mematikan, kekuatan ini memiliki beberapa sisi buruk. Pertama, penggunanya akan terkena Kutukan Ymir, di mana pemilik kekuatannya akan tewas dalam waktu 12 tahun setelah mewarisi kekuatan Titan tersebut. Selain itu, dengan ukurannya yang besar, Colossal Titan tidak memiliki kecepatan seperti halnya Titan yang lain. Mereka juga bisa jadi sasaran empuk bagi musuh.

Apa Itu Wall Titan?

Di musim kedua episode 1, Survey Corps menemukan sebuah fakta yang mencengangkan, di mana mereka mengetahui bahwa ada Titan yang hidup di dalam tembok yang selama ini melindungi mereka dari serangan luar. Para Wall Titan memiliki kemiripan secara penampilan dengan Colossal Titan, di mana mereka tidak memiliki kulit dan hanya jaringan otot saja yang terlihat. Namun, tinggi mereka tidak lebih dari Colossal Titan.

Para Wall Titan tersebut tetap menjadi misteri sampai di musim ketiga episode 20, di mana para penonton mengetahui bahwa raja Fritz menggunakan jutaan Abnormal Titans untuk membuat tembok-tembok tersebut. Informasi lainnya mengenai rencana raja Fritz ini diungkapkan di musim keempat episode 5, di mana memang ada jutaan Titan di dalam tembok pulau Paradis, namun raja Fritz tidak berniat untuk melepaskan atau menggunakan mereka.

Para Wall Titan pun tidak memiliki tanda-tanda kecerdasan. Selama ini mereka hanya diam karena mereka “dirubah” menjadi Wall Titan oleh kekuatan Founding Titan – yang dipegang oleh raja Fritz – dan para Wall Titan ini sedang menunggu perintah selanjutnya. Perbedaan terbesar antara Wall Titan dan Colossal Titan, selain dari kecerdasan dan tingginya, adalah Wall Titan tidak memiliki hasrat atau tekad atau keinginan dalam dirinya.

Colossal Titan mampu berpikir sendiri dan melakukan apa pun yang mereka inginkan. Colossal Titan juga mampu berubah antara form manusianya dan juga form Titannya. Sedangkan Wall Titan tidak bisa melakukan hal tersebut. Tidak diketahui juga apakah mereka memiliki energi yang sama dengan Colossal Titan, tetapi bisa diasumsikan bahwa mereka tidak memiliki energi yang besar.

Ekosistem dari pulau Paradis tentunya akan hancur saat raja Fritz menciptakan mereka, jika kemudian para Wall Titan ini memiliki energi yang sama dengan Colossal Titan. Meskipun ada banyak perbedaannya, para Wall Titan ini memiliki keunggulan di mana tubuh mereka bisa mengeras seperti beberapa Titan shifter lainnya. Contohnya adalah Warhammer Titan, yang bisa menggunakan kekuatan tersebut untuk menciptakan sesuatu.

Dengan kemampuan untuk mengeraskan tubuhnya, inilah yang kemudian menjadi kunci bagi para Wall Titan untuk menciptakan tembok-tembok yang kita ketahui saat ini. Namun, yang menjadi catatan adalah mereka bisa melakukan hal tersebut berkat kekuatan dari Founding Titan. Tanpa kekuatan Founding Titan, mereka tidaklah berarti apa-apa. Inilah alasan mengapa Eren membutuhkan Zeke untuk rencananya.

https://www.greenscene.co.id/author/irvan-sukmaningrat/