Tidak pernah dibayangkan sebelumnya waralaba The Matrix akan merilis film keempatnya yang berjudul The Matrix Ressurection, khususnya setelah delapan belas tahun berlalu sejak triloginya dirilis. Digarap oleh sutradara Lana Wachowski, film yang melanjutkan kisah Neo dan Trinity di dunia Matrix ini dibintangi oleh Keanu Reeves sebagai Neo, Carrie-Anne Moss sebagai Trinity, Jessica Henwick sebagai Bugs, Yahya Abdul-Mateen II sebagai Morpheus, Jada Pinkett Smith sebagai Niobe, dan Neil Patrick Harris sebagai The Analyst.

Di film keempat ini terungkap bahwa Neo dan Trinity selama ini masih hidup di sebuah pod Machines yang membuat mereka kembali terjebak di dunia Matrix. Setelah diselamatkan oleh Bugs dan Morpheus, Neo sadar bahwa dirinya selama ini telah dikontrol oleh Machines melalui protagonis yang dikenal sebagai The Analyst. Pada titik tersebut Neo juga mengetahui bahwa Trinity masih hidup dan harus segera diselamatkan, membuat kisah cinta antara Neo dan Trinity lebih terasa di film keempat The Matrix ini.

Pada akhirnya setelah Trinity berhasil di selamatkan, baik di dunia Matrix maupun di dunia nyata, Neo tahu bahwa satu-satunya cara untuk lolos dari The Analyst adalah mereka harus bergandengan tangan, sehingga mereka akan kembali mempunyai kendali atas diri mereka sendiri di dunia Matrix. Setelah pertempuran besar di akhir film, Neo dan Trinity akhirnya berhasil lepas dari kontrol The Analyst, dan bahkan mengambil alih dunia Matrix dengan kekuatan mereka. Sekarang, dengan pengaruh besar mereka di Matrix, sebenarnya apa yang akan Neo dan Trinity lakukan selanjutnya? Mari kita bahas di bawah ini, Geeks.

Memberi Harapan Baru Pada Umat Manusia

Menjelang credit scene, Neo dan Trinity yang sudah sepenuhnya menguasai kekuatan mereka, kembali pada The Analyst untuk menyampaikan sesuatu. Awalnya The Analyst mengira bahwa mereka berdua ingin bernegosiasi terkait kekuasaan di dunia Matrix, tetapi Neo dan Trinity sambil tertawa mengatakan bahwa mereka tidak perlu bernegosiasi dengannya. Maksud mereka datang yang sebenarnya adalah ingin mengatakan pada The Analyst bahwa kendali atas Matrix sudah ada di tangan mereka, dan sekarang mereka akan membuat dunia virtual tersebut aman sekaligus nyaman bagi umat manusia.

Neo dan Trinity berencana untuk mengubah dunia Matrix agar semua manusia “Blue Pill” bisa tetap memegang kendali atas dirinya sendiri dan mempunyai pemikiran yang bebas, tidak lagi dikontrol oleh Machines dan The Alanyst. Rencana tersebut sangat bertentangan dengan asumsi The Analyst yang mengatakan bahwa manusia pada dasarnya ingin dikendalikan, karena kedepannya manusia akan dibebaskan oleh Neo dan Trinity dari kontrol Matrix serta akan mempunyai kemampuan untuk memilih apa yang akan mereka lakukan dalam hidupnya di dunia virtual tersebut.

Kemungkinan besar rencana tersebut adalah keputusan terbaik yang bisa diambil oleh Neo dan Trinity, mengingat sepertinya penghapusan penuh atas Matrix tidak mungkin dilakukan karena hal tersebut justru akan memicu perang yang tidak pernah ada akhirnya. Dengan kendali Neo dan Trinity di Matrix, setidaknya kedua belah pihak mendapatkan keuntungannya masing-masing, Machines tetap bisa mendapatkan energi dari manusia Blue Pill, dan manusia bebas memilih jalan hidupnya sendiri, entah mereka akan memilih untuk keluar dari Matrix atau tetap menjalani kehidupan bebas di dalamnya.

Manusia Bisa Hidup di Dua Dunia yang Sama-sama Baik

Ending The Matrix: Resurrections telah menandai era baru bagi para manusia, dan juga Machines. Sekarang manusia dan sentient (Machines baik) bisa hidup berdampingan di dunia nyata, sekaligus bisa hidup di dunia virtual yang diciptakan ulang sesuai penggambaran Neo dan Trinity. Di dunia nyata sendiri, sekarang manusia tampaknya sudah mulai bergerak maju dengan menciptakan peradaban yang “manusiawi”, hal tersebut terlihat dari kerja sama antara manusia dan sentient di kota baru IO, di mana mereka mengembangkan tanaman yang benar-benar bisa hidup di dunia nyata.

Sedangkan bagi yang ingin tetap di dunia virtual, jika rencana Neo dan Trinity rampung, maka manusia akan bisa hidup bebas di sebuah kota impian dengan segala kesibukan di dalamnya, berdampingan dengan Machines dan Program. Kedua dunia tersebut tampaknya cukup menjamin kesejahteraan manusia di mana pun mereka berada, pada akhirnya semua keputusan kembali ke tangan manusia sendiri, sesuai dengan harapan dan tujuan yang berusaha diwujudkan oleh Neo dan Trinity.

Itulah pembahasan tujuan Neo dan Trinity di ending The Matrix Ressurection, yang tampaknya tetap penuh plot twist seperti trilogi sebelumnya. Menariknya, sementara manusia mendapatkan kebebasan, khusus bagi Neo dan Trinity akan dianggap legenda hidup di dunia nyata, dan dianggap sebagai dewa di dunia virtual Matrix. Mereka berdua bebas melanjutkan hidup dan kisah cinta mereka tanpa ada satu pun pihak yang mengganggu dan berusaha mengendalikan.