The Matrix 4, atau yang mempunyai judul resmi The Matrix Resurrections, adalah film sci-fi yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan akan melakukan comeback. Hal tersebut karena waralaba Matrix awalnya dimaksudkan oleh The Wachowskis untuk menjadi sebuah trilogi yang kisahnya ditutup di film The Matrix Revolutions (2003) dengan kemenangan manusia atas peperangan melawan Machines. Namun, setelah 16 tahun berlalu, pada tahun 2019 Warner Bros. mengumumkan bahwa film keempatnya akan kembali digarap oleh Lana Wachowski, sementara Lilly Wachowski memilih untuk tidak terlibat.

Di film The Matrix Revolutions, kemenangan manusia harus dibayar dengan mahal oleh kematian para karakter utamanya, termasuk Neo (Keanu Reeves) dan Trinity (Carrie-Anne Moss). Namun, di trailer The Matrix Resurrections, terungkap bahwa entah bagaimana ceritanya Neo dan Trinity diperlihatkan hidup kembali, begitu juga dengan kemunculan beberapa karakter familier di filmnya, termasuk Morpheus. Bedanya, kali ini Morpheus tampil lebih muda dengan diperankan oleh Yahya Abdul-Mateen II, padahal sebelumnya diperankan oleh Laurence Fishburne di trilogi pertama Matrix.

Khusus karakter Morpheus muda ini, belum ada informasi resmi yang bisa menjelaskan bagaimana Morpheus muncul sebagai sosok baru yang lebih muda, dan mengapa harus seperti itu. Walaupun nama dan penampilannya mirip, cukup jelas bahwa karakter Morpheus di The Matrix Resurrections ini adalah sosok yang sama sekali berbeda dari versi sebelumnya. Untuk itu, mari kita bahas berbagai kemungkinan mengapa Morpheus berbeda di The Matrix Resurrections.

Penerus yang Mewarisi DNA Morpheus

Morpheus adalah salah satu karakter penting di waralaba Matrix dan juga di kota terkahir manusia yang disebut Zion. Dia adalah orang yang ditunjuk sekaligus dinubuatkan oleh Oracle untuk menemukan sosok “The One” yang terungkap bahwa dia adalah Neo. Di Zion sendiri Morpheus adalah salah satu orang penting yang mempunyai kru dan hovercraft sendiri yang disebut Nebuchadnezzar.

Walaupun Morpheus tidak diperlihatkan mati di film The Matrix Revolutions, ada kemungkinan dia pada akhirnya akan tetap mati sebagai manusia biasa, sehingga harus dilakukan sesuatu untuk membuat visi misinya tetap hidup. Aktor Yahya Abdul-Mateen sempat menggambarkan bahwa karakternya di The Matrix Resurrections sedang melakukan pencarian jati diri.

Mengingat Morpheus yang asli sudah diceritakan menemukan jati dirinya di film The Matrix Revolutions, ada kemungkinan Morpheus baru ini adalah sosok penerusnya yang sama sekali baru, di mana hal tersebut harus dilakukan agar visi misi sang legenda Zion tetap hidup. Dengan teknologi yang canggih, walaupun Morheus yang asli mati, DNA-nya bisa ditanam di Machine untuk melahirkan sosok baru.

Itulah mengapa karakter Morpheus di film barunya ini mengulang hampir semua yang dilakukan oleh Morpheus asli sebelumnya, seperti menyadarkan Neo dengan menyuruhnya memilih antara pil biru dan pil merah, kemudian mengajarinya cara bertarung, dan sebagainya. Dan alasannya mengapa dia harus kembali melakukan hal yang sama, hanya akan terjawab saat film The Matrix Resurrections dirilis.

Inkarnasi Morpheus di Dunia Virtual Matrix

Kemungkinan lain mengapa sosok Morpheus berbeda adalah karena yang ditampilkan di filmnya adalah inkarnasi virtual di dunia Matrix. Di mana Yahya Abdul-Mateen II sebenarnya memerankan proyeksi Morpheus, sama seperti program The Red Lady yang dibuat oleh Mouse di film The Matrix (1999), atau seperti villain trilogi Matrix Agent Smith yang bisa berubah bentuk sesukanya. Mungkin di film The Matrix Resurrections ini akan diceritakan bahwa selama ini Morpheus telah mencari sosok Neo yang menghilang karena jasadnya diambil oleh Machines.

Kemudian setelah menemukan Neo yang berada di Matrix, Morpheus yang sekarang fisiknya sudah tua memilih untuk memasukan program dirinya dalam bentuk proyeksi yang lebih muda, daripada langsung masuk sendiri ke dalam dunia Matrix. Selain menjadi tambahan karakter yang membuat ceritanya lebih segar, proyeksi Morpheus muda juga dapat menjadi salah satu premis yang membuat plot The Matrix Resurrections menjadi lebih menarik, di mana di akhir film akan terungkap bahwa sosok asli Morpheus dari Laurence Fisburne adalah orang yang mengendalikan Morpheus muda di balik layar.

Salah Satu Program Virus di Matrix

Selain menjadi proyeksi yang disengaja, ada kemungkinan lain yang menggambarkan Morpheus muda sebenarnya adalah salah satu virus di dunia virtual Matrix sama seperti Agent Smith di trilogi pertama Matrix. Di video game The Matrix Online, diceritakan bahwa karakter Morpheus tewas dibunuh karena melawan Mesin saat ingin membawa kembali jasad Neo.

Hal tersebut dapat mengarah pada Machine yang mengambil jasadnya kemudian memproyeksikan Morpheus muda menjadi sebuah program di dunia virtual Matrix. Program tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan kepercayaan Neo di dunia Matrix, sehingga Neo terus berada dalam kendali Machines. Karena hanya dengan begitu, Neo tidak akan ingat jati diri sebenarnya sebagai The One dan tidak akan berusaha untuk keluar dari Matrix untuk menghancurkan kembali rencana Machines di dunia nyata.

Itulah bebagai kemungkinan mengapa Morpheus di film The Matrix Resurrections hadir sebagai sosok yang berbeda dari sebelumnya. Sebenarnya bukan hanya Morpheus saja yang hadir sebagai sosok baru di filmnya, ada juga Agen Smith yang di trailernya diperankan oleh Jonathan Groff. Perlu di catat juga bahwa kemungkinan ini masih bersifat teori, karena jawaban yang sebenarnya hanya akan terjawab ketika film The Matrix Resurrections dirilis di bioskop pada 22 Desember 2021.