Hulk adalah karakter Marvel yang terkenal karena kekuatannya dan kemarahannya. Sejak melakukan debutnya di komik Incredible Hulk #1 pada tahun 1962, Hulk diceritakan akan makin kuat ketika dirinya makin marah. Di mana hal tersebut akan sangat berdampak pada lingkungan dan orang-orang sekitarnya, karena ketika Hulk makin marah, hampir tidak ada yang bisa menenangkannya. Dan jika hal tersebut terjadi orang-orang disekitarnya harus berusaha sebisa mungkin menghentikannya atau jika perlu membunuhnya.

Di Marvel Universe, Hulk sudah cukup sering diperlihatkan mati, tetapi pada akhirnya dia akan tetap kembali sebagai sosok yang bahkan jauh lebih pemarah. Sejauh ini pemahaman tentang Hulk sendiri pada dasarnya hanya bisa dibagi menjadi dua bentuk, yang pertama adalah saat dirinya dalam bentuk Bruce Banner yang rapuh, dan yang kedua adalah saat dirinya dalam bentuk raksasa hijau yang sangat sulit sekali dibunuh. Bahkan jika Banner diperlihatkan nyaris mati, Hulk akan langsung menggantikan posisinya dan membuat dirinya tampak abadi. Namun, apakah Hulk benar-benar abadi?

Keabadian Hulk di Marvel Comics

Di Marvel Comics, Hulk pernah digambarkan sebagai sosok yang berumur panjang dan memiliki kekuatan yang akan terus bertambah seiring waktu, versi Hulk tersebut adalah Maestro Hulk yang diceritakan hidup pada masa depan yang sangat jauh. Namun, dalam cerita lain, Hulk juga diceritakan bisa mati jika dia dibunuh, seperti di komik Wolverine: Old Man Logan Giant-Size #1 (2009), ketika Logan mencabik-cabik perut Hulk dari dalam. Artinya, selama Hulk tidak dibunuh, dia bisa hidup selamanya sampai ada yang membunuhnya.

Namun, keabadian Hulk tersebut kembali menjadi pertanyaan ketika dia diperlihatkan tewas oleh Hawkeye di kejadian Civil War, dan tidak lama setelah itu dia kembali muncul lagi di komik lainnya. Di komik Immortal Hulk (2018), dijelaskan bahwa pada saat kejadian Civil War tersebut ternyata Hulk kembali hidup setelah satu minggu berlalu. Komik Immortal Hulk seakan ingin menegaskan bahwa Hulk tidak akan mati secara permanen, karena ketika dia mati, Hulk akan berusaha untuk menemukan jalan agar tetap hidup. Sekarang pertanyaannya apakah Hulk versi Marvel Cinematic Universe juga begitu?

Apakah Hulk MCU juga abadi?

Dari berbagai kisah Marvel Comics sebelumnya, bisa disimpulkan bahwa Hulk ternyata tidak bisa mati. Lantas, bagaimana dengan Hulk versi MCU yang saat ini diperankan oleh Mark Ruffalo? Sejauh ini Marvel Studios masih belum memperlihatkan dengan jelas apakah Hulk versi MCU mempunyai keabadian yang sama seperti di komiknya. Dengan hubungan yang sangat kuat di antara Banner dan Hulk, sepertinya bukan tidak mungkin Hulk MCU juga mempunyai kekuatan yang sama seperti versi di Immortal Hulk.

Dan tanda-tanda tersebut mulai terlihat jelas di film Thor: Ragnarok (2017). Di filmnya, Hulk diperlihatkan bersedih setelah bertarung dengan Thor di arena gladiator Sakaar, dia bahkan mengatakan pada Thor, “Maafkan aku, aku selalu marah. Hulk selalu marah.”¬†Sekilas kalimat tersebut tampak biasa saja, tetapi jika diperhatikan percakapan tersebut menandakan bahwa Hulk dan Banner mulai berbagi jati diri satu sama lain, sama seperti di Immortal Hulk.

Kemudian hal yang sama juga diperlihatkan kembali ketika Hulk dan Banner saling berdamai dan bergabung menjadi sosok yang dikenal sebagai Professor Hulk di Avengers: Endgame (2019). Melihat betapa dekatnya mereka berdua, bukan tidak mungkin Hulk dan Banner akan saling menyelamatkan satu sama lain ketika salah satunya mati, seperti di Marvel Comics. Misalnya ketika Banner mati maka Hulk akan membawa kembali jiwanya ke dunia, begitu juga sebaliknya.

Itulah penjelasan keabadian Hulk di Marvel Comics dan Marvel Cinematic Universe. Dan jika Hulk MCU benar-benar abadi, sepertinya hal tersebut bisa berbahaya juga bagi MCU dan superhero lain. Karena dengan terbukannya multiverse seperti saat ini, bukan tidak mungkin ada versi lain Hulk di luar sana yang juga sama-sama abadi. Meskipun Hulk di universe utama berada di sisi baik, bukan berarti versi lainnya tidak jahat. Kita lihat saja nanti ya, Geeks, apakah kemungkinan tersebut bisa terjadi pada masa depan MCU atau tidak.

An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.