DC adalah salah satu media superhero yang menjadi rumah bagi para supervillain hebat. Sering kali para supervillain ini hadir sebagai sosok yang jauh lebih sakti dari para superhero. Di mana kematian terkadang tidak akan menghentikan para villain ini untuk muncul kembali pada masa depan DC. Namun, dari sekian banyak supervillain yang hebat dan unik ini, ada beberapa di antara mereka yang justru “dimatikan” dan tidak pernah diceritakan kembali di DC Comics. Mungkin salah satu alasannya adalah karena karakternya yang tidak terlalu diminati. Berikut lima villain DC yang mati permanen!

Brother Blood

Dari namanya saja, kita sudah bisa tahu betapa berbahayanya Brother Blood. Sebagai musuh Teen Titans, Brother Blood adalah villain aneh yang memimpin sebuah ajaran sesat di Church of Blood. Setelah berhasil mengalahkannya, para Teen Titans mengurungkan niatnya untuk membunuh Brother Blood, di mana hal tersebut justru membawa takdirnya ke arah yang lebih tragis. Brother Blood tewas dibunuh oleh anak kecil bernama Sebastian, yang merupakan seorang pengikut Church of Blood. Kematian tragisnya sekaligus menutup kisah Brother Blood untuk selamanya.

Electrocutioner

Pertama kali diceritakan pada tahun 1992, Lester Buchinsky alias Electrocutioner adalah villain yang sering berhadapan dengan Batman dan Green Arrow. Kekuatan utamanya adalah mampu memanipulasi listrik, di mana hal tersebut dapat membuatnya sangat berbahaya ketika didekati.

Di komik Justice League: Cry for Justice, Electrocutioner harus berhadapan dengan Green Arrow setelah dirinya meledakan kota kelahiran Green Arrow, yaitu Kota Star. Pada saat Green Arrow hampir membunuhnya, Black Canary datang menyadarkan Green Arrow, tetapi hal tersebut tidak membuat sidekick Green Arrow yang bernama Speedy memanahnya tepat di kepala dan membuatnya menghilang dari DC untuk selamanya.

Maxwell Lord

Maxwell Lord adalah salah satu villain DC yang sangat sakti. Kemampuan Maxwell memungkinkannya untuk mengendalikan pikiran orang lain. Di komik Infinite Crisis karya Geoff Johns, Maxwell diceritakan mengambil alih pikiran Superman dan membuatnya menyerang sesama anggota di Justice League. Namun, Wonder Woman yang sudah tahu bahwa Superman akan sulit untuk dikalahkan, dia langsung mengubah targetnya pada Maxwell Lord, mengikatnya dengan Lasso kejujuran dan mematahkan lehernya. Terakhir kali penggemar melihat Maxwell adalah saat kepalanya melirik ke belakang.

Mirror MasterĀ 

Flash adalah salah satu superhero DC dan anggota Justice League yang namanya cukup terkenal di kalangan penggemar, tetapi sayangnya hal tersebut tidak berlaku untuk para villain-nya. Hanya ada beberapa villain Flash yang sering diceritakan di DC Comics, termasuk Captain Boomerang dan Reverse Flash. Sebenarnya selain dua villain tersebut ada juga villain yang kekuatannya cukup menarik, dia adalah Sam Scudder alias Mirror Master.

Kemampuan utama Mirror Master adalah memanipulasi cermin, di mana hal tersebut sering kali membuat Flash kewalahan. Namun, kisah Mirror Master harus berakhir di Crisis on Infinite Earths, ketika dirinya mati dan terkurung di dimensi cerminnya sendiri. Walaupun ada karakter lain yang mengambil identitasnya di New 52, tetapi cukup jelas bahwa Mirror Master yang asli telah lama hilang dari DC.

Ventriloquist

Sebagai penjahat Kota Gotham, Ventriloquist adalah salah satu musuh Batman yang cukup unik. Dia mempunyai nama asli Arnold Wesker dan terkenal sebagai penjahat yang sering membawa boneka seram bernama Scarface ke mana-mana. Pertama kali diceritakan di komik Detective Comics #583 karya Alan Grant, John Wagner, dan Norm Breyfogle, Ventriloquist adalah penjahat yang menderita gangguan kepribadian ganda, di mana hal tersebut seakan-akan membuat Arnold dan Scarface adalah dua orang yang berbeda.

Sementara Scarface adalah sosok pemimpin gangster yang berpengaruh, Arnold lebih sering diperlihatkan sebagai sosok pelayan yang sering dimarahi Scarface. Nasib tragis Ventriloquist terjadi setelah Batman berhasil memisahkan Scarface dan Arnold. Ketidakhadiran Scarface membuat Arnold sangat rentan terhadap saingannya di Kota Gotham. Pada akhirnya Arnold dibunuh oleh seorang pembunuh bayaran bernama Tally Man yang disuruh oleh pemimpin gangster lain, yaitu villain Great White Shark. Sejak saat itu dia tidak pernah muncul lagi, begitu juga dengan boneka Scarface.

Itulah lima villain DC yang sejak kematiannya tidak pernah diceritakan lagi, nama mereka seperti menghilang begitu saja dari sejarah DC Universe. Padahal dari segi kekuatan dan latar belakang, mereka cukup unik dan menjanjikan. Mungkin popularitas mereka kalah oleh para villain yang sudah “telanjur” terkenal, seperti Lex Luthor, Joker, dan sebagainya. Dari kelima villain ini, menurut kalian siapa yang paling layak untuk kembali, Geeks? Kita berharap saja Semoga mereka mendapatkan kesempatan kedua pada masa depan DC.

An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.