Setelah perilisannya di Indonesia sempat tertunda beberapa hari, akhirnya sejak tanggal 10 November kemarin film Eternals sudah bisa disaksikan di bioskop Indonesia. Meskipun film sempat menjadi kontroversi di beberapa negara karena konten dewasa dan LGBTQ-nya, tetapi hal tersebut tidak menurunkan antusiasme penggemar terhadap film Eternals. Saat ini filmnya tetap berhasil menjadi film yang paling banyak ditonton di bioskop, dengan pendapatan yang sudah mencapai sekitar 4 triliun rupiah dari seluruh dunia.

Film Eternals bercerita tentang sepuluh Eternal yang tiba di Bumi sejak 7.000 tahun yang lalu, mereka diberi tugas untuk menjaga umat manusia dari ras Deviant yang memosisikan diri sebagai sebagai Apex Predator, pemangsa tertinggi di Bumi. Di akhir film, kesepuluh Eternals ini memilih jalannya masing-masing, salah satu Eternal yang mengambil keputusan paling drastis ada Sprite (Lia McHugh). Sprite yang dibantu oleh Sersi (Gemma Chan) akhirnya bisa mewujudkan keinginannya untuk bisa “hidup normal” seperti manusia biasa, mengingat selama 7.000 tahun dia telah hidup sebagai anak kecil.

Setelah Sersi mengambil tenaga kosmik Sprite, ada beberapa penggemar yang kebingungan dengan maksud adegan tersebut. Dan baru-baru ini, dalam sesi wawancaranya dengan The Direct, salah satu penulis Eternals, Kaz Firpo menjelaskan nasib Sprite yang sebenarnya di ending film Eternals. “Sejauh ini kami selalu mempertimbangkan bahwa apa yang membuat Eternal menjadi seorang Eternal adalah kemampuannya untuk memanfaatkan energi Celestial,” kata Kaz. “Dan pada dasarnya apa yang telah dilakukan Sersi adalah menghilangkan kemampuan itu. Dia mengambil generator itu darinya [Sprite].”

Kaz juga menambahkan bahwa sekarang Sprite sama seperti kita, yaitu manusia biasa. “Jadi sekarang, sejauh yang kita tahu, dia [Sprite] hanya lah seorang manusia yang akan menua dan tumbuh, dan benar-benar hidup sebagai salah satu dari kita,” tambah Kaz. “Dia tidak memiliki kemampuan magis. Tidak memiliki kemampuan ilusi yang bisa membuatnya menjalani kehidupan yang berbeda [dengan manusia]. Sejauh yang kami ketahui, dia adalah daging dan darah [tanpa kekuatan kosmik].” 

Dengan penjelasan nasib Sprite ini cukup jelas bahwa sekarang dia sama seperti anak kecil pada umumnya. Itulah mengapa di akhir film dia diperlihatkan berangkat bersama Kingo (Kuamil Nanjiani) dan pelayannya Karun (Harish Patel) untuk pergi ke sekolah. Namun, pada dasarnya dia adalah mantan Eternals yang telah hidup selama 7.000 tahun, jadi bukan tidak mungkin Sprite akan kembali pada masa depan MCU sebagai sosok yang cukup penting, mungkin menjadi sidekick Dane Whitman (Kit Harrington). Kita nantikan saja kisah Sprite selanjutnya masa depan MCU ya, Geeks.

An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.