Ghostbusters merupakan waralaba sukses dan ikonik yang menggabungkan beberapa genre sekaligus, termasuk horor, komedi, aksi, dan sci-fi. Hal tersebut lah yang membuat Ghostbusters menjadi tayangan yang unik sekaligus digemari, sejak pertama kali kemunculannya dengan film Ghostbusters (1984), kemudian sekuelnya Ghostbusters II (1989), dan sekarang trikuelnya yang akan segera tayang yaitu Ghostbusters: Afterlife.

Tanpa mengesampingkan reboot yang kurang berhasil, yaitu Ghostbusters: Answer the Call (2016), film tentang Ghosbuster selalu identik dengan hantu-hantu menyeramkan, di mana satu-satunya cara mengalahkan mereka adalah dengan peralatan tempur Ghostbuster. Karena hanya dengan alat tersebut, para hantu bisa dilumpuhkan kemudian dikurung selamanya agar tidak mengganggu manusia lagi. Namun, perlu diketahui bahwa peralatan tempur Ghostbuster jauh lebih rumit dan lebih keren dari yang kita kira. Apa saja itu, simak peralatan tempur Ghostbuster di bawah ini!

Proton Pack

Sebagai senjata andalan para Ghostbuster, Proton Pack adalah senjata yang pertama kali didesain oleh dua orang anggota inti Ghostbuster, yaitu Egon Spengler (Harold Ramis) dan Ray Stantz (Dan Aykroyd) di film Ghostbuster pertama. Egon dan Ray mendapatkan ide senjata ini setelah mengetahui bahwa para hantu terbuat dari energi negatif, sehingga mereka menciptakan Proton Pack yang bisa menembakan Proton Stream dengan muatan ion positif.

Bukan hanya bagi hantu, Proton Stream juga bisa melukai manusia jika terkena langsung, bahka bisa membuat molekul di dalam tubuh meledak. Jadi hati-hati ya Geeks. Proton Pack sendiri ditenagai dengan tenaga nuklir, dan konon satu baterai Proton bisa bertahan sangat lama. Namun, bobot baterai tersebut sangat berat, yaitu kurang lebih 10 kg. Sedangkan Proton Pack-nya sendiri mempunyai bobot seberat 13 kg, jadi total dengan baterai kurang lebih 23 kg.

Secara fungsi sendiri Proton Stream ditembakan pada hantu, sehingga hantu tidak bisa melarikan diri bahkan menghilang, makin kuat suatu hantu maka harus makin banyak Proton Stream yang ditembakan. Di film Ghostbusters: Afterlife kemungkinan Phoebe Spengler (McKenna Grace) dan Trevor Spengler (Finn Wolfhard) akan menggunakan Proton Pack peninggalan kakeknya, dan ada kemungkinan juga mereka akan menciptakan versi terbaru yang lebih ringan.

Trap

Setelah mengunci hantu dengan Proton Stream dari Proton Pack, hal yang harus dilakukan Ghostbuster adalah menaruh Trap tepat di bawah hantu. Karena Proton Stream tidak bertahan selamanya, trap adalah alat yang tidak boleh sampai tertinggal, karena hantu hanya bisa dikurung dengan alat ini. Trap adalah semacam pengurung hantu yang akan langsung menyedot hantu ketika terbuka. Sejauh ini, satu Trap hanya muat satu hantu, sehingga Ghosbuster harus membawa banyak Trap dalam sekali perburuan, untuk jaga-jaga.

Dari Trap nantinya hantu akan diangkut ke Containment Unit, kurungan hantu yang lebih besar lagi. Namun, jika hantu-hantu tersebut belum dipindah, maka Trap akan selamanya mengurung hantu tersebut, sampai seseorang membukanya dan membuat hantunya lolos. Di trailer Ghostbusters: Afterlife, Bapak Guru Chad Grooberson (Paul Rudd) terlihat memegang Trap ini, entah setelah digunakan atau justru saat akan melepaskan hantu.

P.K.E. Meter

Biasanya tidak semua hantu langsung terlihat dengan kasat mata, karena ada beberapa hantu yang justru sering menghantui dengan tiba-tiba, menunggu mangsanya lengah. Oleh karena itu para Ghostbuster membutuhkan alat pendeteksi hantu yang disebut P.K.E. Meter. Diciptakan oleh Egon Spengler, P.K.E. Meter alias Psychokinetic Energy Meter adalah alat seperti pendeteksi logam dengan layar dan gagang, yang akan berbunyi nyaring ketika ada energi negatif di sekitarnya. Dengan keluarnya para hantu secara bersamaan di Ghostbusters: Afterlife, cucu-cucu Egon harus memakai alat ini untuk bertempur.

Ecto-1

Ecto-1 adalah mobil kebanggaan dan kesayangan para Ghostbuster. Semua peralatan tempur Ghostbuster hanya bisa diangkut oleh Ecto-1 ini. Biasanya mobil ini akan berkeliling Kota New York dengan sirene yang unik yang berbunyi “ngoaaa… ngoaaa”, menandakan bahwa Ghostbuster telah tiba dan siap membasmi hantu. Ecto-1 sebenarnya adalah mobil Cadillac 1959, bentuknya mirip seperti mobil jenazah yang memanjang. Mobil ini awalnya dibeli oleh Ray Stantz seharga 4.800 dolar atau sekitar 68 juta rupiah dalam keadaan bekas.

Dengan kemampuan mekaniknya, Ray kemudian memperbaikinya bersama Egon, Winston Zeddemore (Ernie Hudson), dan Peter Venkman (Bill Murray). Di dalamnya Ecto-1 memiliki cukup ruang untuk membawa semua Ghostbuster sekaligus menyimpan Proton Pack, Trap, P.K.E. Meter, dan banyak peralatan lainnya. Menariknya, ternyata di film Ghostbusters: Afterlife nanti, Ecto-1 akan menempati petualangan cucu-cucu Egon dalam menjadi Ghostbuster baru.

Empat peralatan tempur ini adalah alat yang utama dan harus selalu di bawa, karena jika salah satu dari alat ini tidak dibawa, maka bisa dipastikan misi perburuan hantu akan gagal. Kita akan bisa melihat sekali lagi peralatan tempur Ghostbuster ini di film Ghostbusters: Afterlife, sebelum mungkin akhirnya diperbarui dengan teknologi zaman sekarang agar lebih efektif dan efisien. Jangan lewatkan aksi para Ghostbuster baru, dan juga mungkin para Ghostbuster generasi pertama, di filmnya yang akan rilis pada 19 November 2021.

An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.