Marvel mempunyai koleksi segudang supervillain yang terkenal sangat kuat dan menyebalkan. Masing-masing dari mereka selalu berhasil membuat para superhero kewalahan, misalnya sebut saja Kang the Conqueror atau Thanos. Biasanya yang membuat para supervillain ini jahat adalah ambisinya yang sangat menggebu untuk menguasai dunia. Namun, di antara mereka ada juga supervillain yang jahat karena masa lalunya yang tragis. Terkadang masa lalu yang mereka alami justru menjadi faktor utama yang menyebabkan mereka sangat kuat. Berikut 5 villain Marvel yang kehidupannya tragis!

Doctor Doom

Victor Werner von Doom alias Doctor Doom adalah supervillain yang sangat erat hubungannya dengan Fantastic Four. Doom melakukan debutnya di komik Fantastic Four #5 (1962). Diceritakan bahwa obsesinya terhadap ilmu pengetahuan membuat Doom mampu menciptakan teknologi canggih. Ironisnya, sebuah mesin andalannya justru meledak ketika digunakan olehnya, akibatnya muka Doom hancur.

Untuk menutupi lukanya yang tidak bisa sembuh, Doom kemudian membuat topeng besi yang langsung dia tempelkan di wajahnya ketika masih panas membara. Ternyata jauh sebelum kisah awal mulanya sebagai Doom, Victor Werner von Doom sudah mengalami banyak kejadian tragis, termasuk ibunya yang dibunuh oleh Mephisto saat Doom masih kecil.

Doctor Octopus

Doctor Octopus dikenal sebagai musuh Spider-Man yang menyebalkan. Dia selalu melakukan cara-cara licik untuk mengalahkan Spider-Man, salah satunya dengan membentuk Sinister Six. Namun, ternyata karakter yang memulai debutnya di komik Amazing Spider-Man #3 (1963) ini mempunyai kisah masa lalu yang sangat tragis. Diceritakan bahwa Otto Octavius alias Doc Ock tumbuh dari keluarga yang berantakan.

Ayah dan ibunya selalu berargumen tentang masa depan Otto yang sangat cerdas. Sampai akhirnya ayah Otto tewas dan ibunya menikah lagi. Merasa tidak terima dengan keputusan ibunya, Otto kemudian membentak ibunya sampai dia terkena serangan jantung dan tewas. Sejak saat itu Otto kemudian memendam kemarahan di hatinya, di mana hal tersebut pada akhirnya mengarahkan Doc Ock untuk menjadi supervillain seperti sekarang.

Galactus

Siapa yang tidak mengenal Galactus? Hampir semua penggemar Marvel pasti pernah melihat entitas kosmik yang satu ini, atau setidaknya pernah mendengar namanya. Sebagai makhluk yang terkenal karena kebiasaanya memakan planet, Galactus dikenal sebagai supervillain sakti yang sulit untuk dikalahkan.

Melakukan debutnya di komik Fantastic Four #48 (1965), Galactus ternyata mempuyai kisah masa lalu yang tragis. Mempunyai nama asli Galan, dia awalnya hanya seorang manusia biasa yang lahir di Planet Taa. Sementara awalnya Galan hidup bahagia di Taa, tiba-tiba sebuah kejadian kosmik membuat planetnya hancur. Galan yang telah berhasil kabur dari planet tersebut tampaknya tidak pernah bisa lolos dari takdirnya.

Di ruang angkasa, pesawat yang ditumpanginya hancur, membuat Galan terombang-ambing di ruang angkasa. Sampai akhirnya sebuah kejadian membuat Galan bersatu dengan entitas kosmik misterius dan juga puing-puing pesawatnya. Walaupun telah menjadi Galactus, Galan masih belum bisa bebas karena dia sekarang mempunyai tugas baru untuk memakan planet dengan sisa umurnya.

Lady Deathstrike

Mempunyai nama asli Yuriki Oyama, Deathstrike adalah supervillain yang hatinya sangat dipenuhi dengan dendam. Di komik Daredevil #197 (1983), diceritakan bahwa Deathstrike mempunyai masa lalu yang kelam. Sejak kecil dia diasuh oleh ayahnya yang merupakan seorang teroris. Setelah gagal melakukan bom bunuh diri, ayahnya melampiaskan kekesalan pada anak-anaknya, termasuk Deathstrike.

Tidak lama setelah itu adik kesayangannya harus mati setelah menjalankan tugas dari ayahnya. Seakan tidak akan pernah cukup, ayahnya juga secara tidak langsung membunuh kekasih Deathstrike bernama Kiro dengan menyuruhnya bunuh diri. Setelah tumbuh dewasa, banyak sifat ayahnya yang menurun pada Deathstrike, termasuk kesadisan dan kegilaannya.

Magneto

Terlahir sebagai seorang yahudi pada masa Perang Dunia II, menyebabkan masa kecil Max Eisenhardt dipenuhi dengan kekerasan dan pelecehan. Melakukan debutnya di komik X-Men #1 (1963), kisah awal Max dimulai ketika dia dan semua keluarganya memutuskan pergi ke Polandia untuk kabur dari Nazi, tetapi di tengah perjalanan justru mereka tertangkap dan dipenjarakan.

Di penjara, semua keluarga Max dieksekusi, termasuk ayah, ibu, dan adik perempuannya. Setelah menguasai kemampuan mutannya, Max akhirnya bisa kabur dari penjara dan mencoba meninggalkan semua rasa sakit di sana. Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil, karena pada akhirnya Magneto menggunakan trauma masa kecilnya untuk menindas manusia biasa.

Memang seharusnya kejadian seperti apapun yang kita alami tidak boleh menjadi alasan bagi kita untuk menjadi jahat. Namun, pada kenyataannya yang sering membuat seseorang menjadi jahat bukan kejadiannya, justru respons tidak acuh orang-orang di sekitarnya yang membuat seorang individu menjadi pendendam. Dengan kisah tragis yang mereka miliki, secara tidak langusung kelima supervillain ini menjadi salah satu karakter Marvel terbaik dengan kisah latar belakang yang kuat.

An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.