Sebagai anime aksi, Demon Slayer: Kimetsu No Yaiba dianggap telah berhasil menggambarkan pertarungan epik yang bisa dirasakan para penggemar. Kombinasi antara gerakan animasi yang halus dan bertenaga, membuat serial animenya sukses di seluruh dunia. Dengan kesuksesan tersebut, Ufotable Studios kemudian melanjutkan kisah season 1-nya dengan film Kimetsu no Yaiba: Mugen Train, yang dirilis pada awal tahun 2021 ini. Di filmnya, diceritakan bahwa Tanjiro, Nezuko, Zenitsu, dan Inosuke harus menumpang kereta api untuk membantu Flame Hashira bernama Kyōjurō Rengoku melaksanakan misi khusus.

Misi mereka adalah memburu iblis misterius yang telah membunuh banyak Demon Slayer. Saat melakukan perjalanan dengan kereta tersebut, Rengoku, Tanjiro dan kawan-kawannya baru menyadari bahwa ancaman yang menanti mereka jauh lebih berbahaya dari yang mereka bayangkan sebelumnya. Dalam kejadian mengerikan ini, sayangnya, Rengoku harus gugur di tangan iblis Upper Rank Tiga bernama Akaza, setelah sempat membantu Tanjiro melawan iblis Lower Rank Satu Enmu, yang mengubah kereta menjadi bagian dari tubuhnya. Sebenarnya, Rengoku bisa saja mengalahkan Akaza jika dia sedikit bersabar.

Awalnya tim Demon Slayer yang dipimpin oleh Rengoku bisa saja menang tanpa ada korban jiwa dari para Demon Slayer, tetapi Akaza datang saat semuanya sudah melemah. Demi melindungi Tanjiro, Rengoku memasang badannya untuk berhadapan dengan Akaza. Di detik-detik terakhir, Rengoku melancarkan serangan Ku no kata: Rengoku, sebuah tebasan api yang sangat kuat, sementara Akaza yang takjub dengan tekad Rengoku langsung mengeluarkan jurus Messhiki. Saat jurus keduanya bertemu, sebuah ledakan api besar terjadi.

Setelah api tersebut mereda, terlihat Rengoku dengan perutnya yang tertembus tinju Akaza. Mengira bahwa dirinya menang, Akaza terkejut setelah mengetahui rencana Rengoku yang sebenarnya. Rengoku sengaja membiarkan tubuhnya tertembus tinju Akaza, supaya dia bisa memegang tangan Akaza yang lain dan menunggu cahaya matahari untuk membakarnya. Namun, pada akhirnya Akaza yang panik berhasil lolos setelah memotong tangannya sendiri dan kabur ke dalam hutan, meninggalkan Rengoku yang mati kehabisan darah.

Jika Rengoku sedikit bersabar dengan mengajak Akaza untuk mengobrol lebih lama beberapa detik, dia bisa saja memenangkan pertarungan, atau setidaknya berhasil membunuh Akaza walaupun sama-sama mati. Akaza sangat tertarik dengan kekuatan tekad Rengoku. Jika Rengoku berpura-pura mendengarkan obrolannya, mungkin Akaza akan hanyut dan lupa waktu. Sampai waktunya tepat, baru Rengoku melancarkan Ku no kata: Rengoku dan menjebaknya dengan cara yang sama. Dengan begitu kemungkinan besar Akaza akan terbakar oleh matahari sebelum sempat memotong tangannya sendiri.

Mungkin sebagian penggemar tidak akan setuju dengan teori ini, karena pada dasarnya Akaza adalah Upper Rank yang sangat kuat. Namun, perlu dicatat juga bahwa Rengoku adalah salah satu Hashira terkuat. Dengan pernafasan apinya, Rengoku bahkan tidak kelelahan setelah membantu Tanjiro melawan Enmu. Rengoku telah mengasah kemampuannya selama bertahun-tahun, dia mendedikasikan tubuhnya untuk Teknik Pernapasan Api. Rengoku berhasil mencapai titik di mana dia sangat dihormati. Bahkan di antara sesama Hashira bisa dibilang ilmu pedang Rengoku hampir tidak terkalahkan.

Tetapi pada akhirnya, walau bagaimana pun, mungkin kematian Rengoku sudah ditakdirkan oleh penulis untuk membangun cerita Kimetsu no Yaiba: Mugen Train agar lebih emosinal. Selain itu, kematian Rengoku juga tampaknya membuat tekad Tanjiro makin mantap. Karena jika Rengoku tidak mati, mungkin Tanjiro tidak akan menjadi lebih kuat untuk melawan Upper Rank pada masa depan, termasuk Muzan. Apakah Tanjiro bisa menjadi lebih kuat dan belajar arti kata sabar dari pengalaman Rengoku? Kita lihat saja kelanjutannya di Demon Slayer: Kimetsu No Yaiba season 2 yang saat ini sedang tayang.

An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.