Baru-baru ini, Sony merilis trailer perdana MorbiusĀ yang memperlihatkan kengerian karakter protagonisnya. Dr. Michael Morbius, yang awalnya terkenal sebagai musuh Spider-Man di Marvel Comics, adalah seorang ilmuwan yang berubah menjadi vampir setelah mencoba menyembuhkan penyakit darah langkanya dengan kelelawar penghisap darah. Sama seperti Venom, kali ini Morbius akan hadir sebagai seorang anti-hero yang berusaha untuk mencari jati diri yang sebenarnya.

Satu hal yang belum diungkap di trailer Morbius adalah siapa villain yang akan dihadapi oleh Morbius? Di antara jajaran aktornya, sudah dipastikan bahwa aktor Matt Smith akan mengisi peran antagonis di film Morbius. Namun, sampai saat ini sony masih belum mengumumkan secara resmi siapa karakter yang akan diperankan oleh Smith. Walaupun begitu, situs IMDB mencantumkan namanya sebagai pemeran karakter bernama Loxias Crown. Siapa dia dan seberapa kuat Loxias Crown? Berikut historynya di Marvel Comics!

Origins Loxias Crown

Terkenal dengan julukan Hunger, Loxias Crown adalah supervillain yang melakukan debutnya di komik Spider-Man #76 karya Howard Mackie pada tahun 1976. Asal-usul Loxias tidak diceritakan secara jelas di Marvel Comics. Dia hadir sebagai orang yang sangat berambisi terhadap kekuatan dan kekuasaan. Selain itu, Loxias juga terkenal sadis dan tidak kenal ampun, dia tidak segan-segan membunuh para ilmuwan yang tidak mau mewujudkan keinginannya.

Diceritakan bahwa Loxias datang sebagai penjahat yang mengganggu sebuah eksperimen generator energi. Dia berpura-pura mengancam para ilmuwan tersebut agar mau bekerjasama dengannya, tetapi sebenarnya niat aslinya adalah ingin menghancurkan generator. Dia berharap jika gengerator tersebut meledak, maka dia bisa menyerap energinya untuk menjadi lebih kuat. Tetapi rencana tersebut digagalkan oleh Spider-Man yang berniat menyelamatkan para ilmuwan.

Kegagalannya tidak membuat Loxias bertobat, dia justru menjadi sosok yang lebih jahat. Loxias bergabung dengan Hydra dan mempunyai hubungan spesial dengan ilmuwan Hydra bernama Dr. Andrea Janson. Tidak lama setelah mengenal Andrea, Loxias mengetahui bahwa Andrea sedang mencari obat untuk menyembuhkan Morbius agar kembali ke wujud manusianya. Mengetahui bahwa kemampuan vampir Morbius sangat kuat, Loxias kemudian menculik Morbius untuk meneliti tubuhnya. Berbagai percobaan dilakukan untuk mendapatkan kekuatan Morbius, tetapi usaha Loxias tidak pernah membuahkan hasil.

Saat Loxias merasa hampir berhasil meneliti tubuh Morbius, lagi-lagi rencananya digagalkan oleh Spider-Man yang pada saat itu ingin menyelamatkan Morbius. Saat Spider-Man berhasil membebaskan Morbius dan menyuruhnya pergi, Morbius justru langsung mengigit dan menghisap darah Loxias sampai habis. Hal tersebut dilakukan olehnya karena Morbius menaruh dendam pada Loxias yang berkeperimen dengan tubuhnya. Mirisnya, kejadian tersebut justru membuat Loxias mencapai keinginannya, karena setelah digigit, Loxias terlahir kembali menjadi vampir seperti Morbius.

Sejak saat itu, Loxias alias Hunger menjadi penjahat yang lebih sakti dari sebelumnya. Dalam beberapa kesempatan, dia pernah berkerja sama dengan supervillain lain, termasuk Kingpin, Jimmy-Six, dan organisasi jahat Magia. Hal tersebut membuatnya lebih sering juga bertemu dengan superhero lain. Loxias bahkan pernah bertarung melawan Blade dan Spider-Man sekaligus di komik Peter Parker: Spider-Man #7 (1999), di mana Blade dan Spider-Man kewalahan, sebelum akhirnya mereka bisa membalik keadaan dan Loxias pun kabur.

Kekuatan Loxias Crown

Saat masih manusia biasa, Loxias mengenakan teknologi Hydra yang disebut S.H.O.C. Armor. Armor tersebut memungkinkannya untuk mengumpulkan energi negatif yang bisa dia tembakan sebagai proyektil api. Dan setelah menjadi vampir, walaupun dia bukan true vampir seperti Morbius, Loxias mempunyai kekuatan yang hampir sama seperti Morbius. Kekuatan tersebut meliputi peningkatan kekuatan fisik dan healing factor. Sebagai Vampir, Loxias juga sering mengandalkan kuku dan taringnya untuk menyerang, bahkan gigitannya dapat membuat seseorang menjadi vampir yang bisa dia kendalikan.

Jika pada akhirnya Loxias diperlihatkan menjadi vampir juga di film Morbius. Sepertinya akan menarik melihat pertarungan epik antara Morbius dan Loxias alias Hunger. Walapun terlihat sama-sama menyeramkan, mereka berdua mempunyai hati yang berbeda. Sementara Morbius masih memiliki jiwa manusia di dalam wujud Morbiusnya, Loxias justru sejak awal sudah menjadi monster dari dalam hatinya. Kita nantikan saja pertarungan mereka di film Morbius, yang dijadwalkan tayang pada21 Januari 2022.

An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.