Batgirl adalah film DC mendatang yang akan memperlihatkan Kota Gotham dari sudut pandang superhero wanita bernama Batgirl. Film yang disutradarai oleh duo Adil El Arbi dan Bilall Fallah ini akan dibintangi oleh Leslie Grace sebagai Barbara Gordon alias Batgirl, J.K. Simmons sebagai Komisaris James Gordon, dan Brendan Fraser sebagai supervillain Firefly.

Sementara sebagian besar penggemar sudah mengenal Batgirl sebagai salah satu anggota Bat-Family, serta Komisaris Gordon sebagai pemimpin kepolisian Kota Gotham, tidak banyak yang mengenal super villain Firefly. Padahal di DC Comics dia adalah salah satu penjahat paling berbahaya di Kota Gotham. Hal itu karena dia sering melakukan kejahatannya dengan menggunakan api dan ledakan. Lantas seberapa bahaya supervillain Firefly ini?

Origins Firefly

Firefly adalah seorang penjahat Kota Gotham yang mempunyai nama asli Garfield Lynns. Dia terkenal karena selalu melakukan aski kejahatannya menggunakan api dalam skala besar. Sebagai musuh Batman dan para Bat-Family lainnya, supervillain Firefly melakukan debutnya di komik Detective Comics #184 karya penulis Ed Herron dan ilustrator Dick Sprang pada tahun 1952.

Sejak kecil, Garfield memang anak yang cukup bermasalah. Dia tumbuh di Panti Asuhan St. Evangelina sebagai anak yang mempunyai hobi bermain api. Dan ketika dewasa, hobi tersebut menjadi makin aneh ketika Garfield mengaku bisa melihat masa depan ketika melihat kobaran api. Berdasarkan hobi tersebut Garfield kemudian menjadi seorang ahli teknik api yang menggunakan kemampuannya untuk pertunjukan.

Untuk beberapa saat, dia merasa puas dengan profesinya, sampai akhirnya kemiskinan memaksa dia untuk menjadi pencuri yang menargetkan orang-orang kaya di Kota Gotham. Untuk melakukan aksinya, dia mengadaptasi nama “Firefly” dan mengenakan kostum yang dilengkapi jetpack. Sejak saat itu dia menemukan kepuasan sendiri dengan mencuri dan membuat Kota Gotham “berapi-api”.

Setelah beberapa kali membuat onar di Kota Gotham, Firefly akhirnya tertangkap oleh Batman dan Robin yang telah mencoba untuk menangkapnya sejak lama. Namun, lagi-lagi dia bisa kabur setelah Bane menghancurkan tembok penjara Arkham. Merasa kostum lamanya hanya akan membuatnya tertangkap lagi, Firefly kemudian membuat kostum baru yang membuatnya bisa terbang lebih tinggi di atas api sekaligus melindungi tubuhnya.

Merasa percaya diri dengan kostum baru dan kemampuannya, Firefly kemudian berkeliling Kota Gotham untuk membakar beberapa tempat penting. Hal tersebut menarik perhatian penjahat Nicholas Scratch yang menyuruhnya untuk membakar lebih banyak lagi tempat-tempat penting di Kota Gotham. Sampai akhirnya Firefly membakar sebuah pabrik kimia yang langsung meledak mengenai tubuhnya, menyebabkan luka bakar yang sangat serius.

Luka bakar yang dideritanya tidak membuat Firefly kapok. Dia kembali beraksi dan bahkan jauh lebih gila lagi. Salah satu prestasi yang pernah dilakukannya adalah membakar Markas Kepolisian Kota Gotham. Kejadian tersebut terjadi di komik Batman: Battle for the Cowl Karya Tony S. Daniel pada tahun 2009.

Saat supervillain Black Mask meledakan sebuah penjara dan memaksa para tahanan untuk menjadi pasukannya, Firefly adalah salah satu di antaranya. Black Mask kemudian menyuruh Firefly dan Adam Bomb untuk meledakan Markas Kepolisian Kota Gotham. Di mana misi tersebut berhasil dan menyebabkan kepanikan massal di Kota Gotham.

Kekuatan Firefly

Seperti yang kita tahu, Firefly menciptakan kostum dan jetpacknya sendiri, hal itu membuktikan bahwa Firefly adalah penjahat yang cukup genius dalam menciptakan mesin dan teknologi api. Luka bakar yang diterimanya telah membuat Firefly lupa terhadap panasnya api, di mana hal itu membuatnya makin berani melakukan setiap aksinya.

Sebagai orang yang telah mendalami teknik api sejak kecil, Firefly sangat mahir mengendalikan api dari senjatanya. Dengan arah angin, dia bisa mengetahui seberapa cepat apinya membakar sesuatu dan kearah mana apinya akan menjalar. Seakan kegilaannya terhadap api masih kurang cukup, dia juga mendalami ilmu teknik ledakan. Di mana dia sering mengombinasikan kekuatan teknik apinya dengan ledakan, menciptakan dampak dan kerugian yang jauh lebih besar.

An ordinary person and nobody. Just a multi-enthusiast.