Dalam film Dune yang resmi tayang perdana kemarin para penonton diperkenalkan oleh dua nama yang sering kali muncul dalam ceritanya. Yang pertama adalah ‘Kwisatz Haderach’ dan yang kedua adalah ‘Lisan al-Gaib’ atau ‘Mahdi.’ Kedua nama tersebut merupakan sosok penting bagi dua kelompok di universe tersebut; Bene Gesserit dan suku Fremen.

Kwisatz Haderach sendiri adalah sosok misterius dan luar biasa yang dinantikan oleh para penyihir Bene Gesserit. Mereka sudah menantikan sosok Kwisatz Haderach selama ribuan tahun. Dan untuk mencari sosok tersebut, selama ribuan tahun para penyihir Bene Gesserit banyak menikahkan pengikut mereka dengan orang-orang tertentu, contohnya adalah Leto Atreides, ayah dari dari Paul Atreides dan ‘istri’ dari Jessica Atreides.

Tujuannya adalah mencari dan menyaring orang-orang atau keturunan mereka yang kemudian akan menjadi sosok Kwisatz Haderach. Sosok Kwisatz Haderach sendiri merupakan sosok, yang menurut kepercayaan Bene Gesserit, akan membawa mereka menuju jalan emas (Golden Path). Selain itu, Kwisatz Haderach juga akan menjadi sosok yang berguna bagi para Bene Gesserit lainnya karena mereka akan mampu mengakses kenangan seluruh orang di dunia melalui sosok ini.

Dune is getting the Kwisatz Haderach of tabletop RPGs just in time for its film reboot | Shacknews

Lalu, siapa sosok Lisan al-Gaib dan Mahdi? Bagi para penduduk suku Fremen, Lisan al-Gaib adalah sosok yang dijanjikan akan membawa kebebasan bagi suku Fremen. Nama ‘Lisan al-Gaib’ sendiri bisa diartikan sebagai suara dari luar. Atau dalam konteks suku Fremen, Lisan al-Gaib adalah sosok yang dijanjikan akan membawa mereka dari penderitaan, membawa kebebasan.

Sebenarnya, seperti yang dijelaskan oleh salah satu komandan pasukan Atreides, Thufir Hawat, sosok Lisan al-Gaib sendiri merupakan sosok misterius yang sudah sejak lama ditanamkan oleh para penyihir Bene Gesserit kepada penduduk suku Fremen. Hal ini terjadi ketika House Harkkonen masih berkuasa di Arrakis. Thufir pun meminta Paul dan yang lain untuk tidak terlalu serius menanggapi teriakan-teriakan para penduduk Fremen, ketika mereka pertama kali tiba di Arrakis.

Bagi para penduduk Fremen, sebenarnya sosok yang dijanjikan akan membawa kebebasan bagi mereka adalah seseorang yang disebut sebagai ‘Mahdi.’ Dalam bahasa Arab, ‘Mahdi’ atau ‘al-Mahdi’ bisa diartikan sebagai pemandu atau seorang juru selamat. Secara umum, Mahdi adalah nama yang digunakan oleh penduduk suku Fremen untuk merujuk dan menggambarkan sosok juru selamat yang sudah sejak lama diramalkan akan muncul.

Ski-Ffy: THE ILLUSTRATED DUNE

Sosok Mahdi tersebut diyakini akan “menjadi seseorang yang membawa mereka menuju surga.” Dalam ramalannya, sosok Mahdi ini berasal dari dunia luar alias berasal dari luar suku Fremen. Karena itulah istilah ‘Lisan al-Gaib’ kemudian digunakan oleh para suku Fremen untuk memberikan gambaran kepada sosok yang dijanjikan. Lalu, yang menjadi pertanyaan apa yang membedakan kedua sosok mitologi ini?

Film Dune Part One sendiri masih belum membahas lebih lanjut mengenai kedua sosok dalam ramalan tersebut. Tetapi, dari apa yang sudah dijelaskan sejauh ini, perbedaan terbesar antara Kwisatz Haderach dan Lisan al-Gaib atau Mahdi adalah tujuan dari sosok tersebut. Seperti disebutkan di atas, Kwisatz Haderach memiliki tujuan untuk bisa menguasai seluruh kenangan orang-orang yang kemudian bisa dikendalikan oleh para penyihir Bene Gesserit.

Mereka ingin menciptakan sebuah dunia di mana semua hal bisa mereka kendalikan. Hal ini tentunya akan sangat berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan di galaksi tersebut. Di sisi lain, sosok Mahdi merupakan “pahlawan” yang akan membimbing suku Fremen, yang selama ini berada dalam penindasan mereka yang berkuasa, untuk bisa mencapai kemerdekaannya.

Legendary Fights Warner Bros. Over Moving 'Dune' to HBO Max | IndieWire

Seperti yang dijelaskan dalam narasi di awal filmnya, House Harkkonen sudah 80 tahun berkuasa di Arakkis dan terus menindas para suku Fremen. Sampai kemudian House Atreides muncul, dan mengambil alih kepemimpinan planet tersebut. Sosok Mahdi ini akan membawa mereka menuju kemenangan atas penindasan yang terjadi selama ini.

Yang menarik adalah Paul Atreides dianggap sebagai dua sosok juru selamat bagi dua kelompok berbeda. Bagi Bene Gesserit, Paul merupakan sosok Kwisatz Haderach yang dijanjikan. Bagi suku Fremen, Paul diyakini adalah sosok Mahdi yang dinantikan kemunculannya. Apakah Paul memang orang yang dinantikan? Apakah Paul akan memenuhi ramalan dari Bene Gesserit atau justru ramalan dari penduduk suku Fremen? Mungkin jawabannya ada di sekuelnya nanti.