Culling Game merupakan sebuah permainan yang dibuat Kenjaku untuk menyaring manusia-manusia yang berpotensi menjadi penyihir jujutsu. Permainan ini diadakan setelah Kenjaku berhasil memenjarakan Gojo dan membuat kekacauan di dunia Jujutsu. Setelah arc Shibuya selesai, banyak kejadian yang berubah dan merugikan beberapa pihak. Bahkan sekarang Yuji dianggap sebagai salah satu buronan paling berbahaya dan menjadi ancaman besar bagi pihak petinggi jujutsu.

Culling Game akhirnya terselenggara dan mulai memakan korban yang tidak sedikit. Permainan ini diadakan di pusat kota, sehingga orang-orang yang terperangkap di dalamnya cukup banyak. Hingga sekarang, permainan ini telah memakan korban lebih dari 200 orang. Ada dua pemain yang masing-masing telah membunuh lebih dari 100 orang. Dua pemain tersebut adalah Kashimo Hajime dan Higuruma Hiromi.

Secara tidak sadar, Culling Game sebenarnya mengurangi populasi umat manusia normal di Jepang. Di wilayah yang dijadikan area permainan Culling Game, terdapat beberapa mayat, korban dari para pemain lain. Banyak alasan yang membuat mereka mengikuti Culling Game. Higuruma misalnya, yang memilih membunuh orang-orang yang menurutnya telah mempermainkan hukum konstitusi di Jepang. Para korban Higuruma kebanyakan adalah hakim, terdakwa yang menyuap pengadilan, dan lain-lain. 

Culling Game akhirnya membuat beberapa pemain bisa menuntaskan masalahnya dengan caranya sendiri. Beberapa pemain bahkan ada yang memilih bekerja sama agar mereka bisa menghasilkan poin lebih banyak. Seperti yang dihadapi Yuji sekarang, di mana ia harus menghadapi kelompok yang terdiri dari tiga orang. Beberapa pemain di Culling Game nampaknya menggunakan segala macam cara agar bisa memenangkan permainan.

Oiya Geeks, Culling Game juga memberikan dampak negatif bagi para pemainnya. Permainan ini bisa mengubah mental seseorang. Tekanan permainan yang tinggi membuat para pemain menjadi ketakutan, dan membuatnya menjadi jahat. Contohnya adalah Higuruma. Higuruma awalnya ingin menegakan keadilan lewat jalur hukum yang jujur, namun akhirnya ia berubah menjadi pembunuh berdarah dingin yang sadis.

Bisa jadi para pemain yang tewas, adalah orang-orang yang takut bertarung dan tidak bisa menggunakan teknik jujutsunya dengan baik. Mereka akhirnya menjadi korban dari pemain lain yang memiliki ambisi untuk mengubah dunia seperti yang mereka inginkan. Kebanyakan pemain yang kuat adalah orang-orang yang merasa dirinya hancur dan memiliki ambisi untuk merubah dunia yang menurut mereka salah. Semangat itu yang membuat mereka akhirnya berani membunuh orang dalam jumlah banyak. Selain itu ada beberapa kejadian lain yang sedang berlangsung sekarang.

Yuta dan beberapa orang yang ada di kubu Yuji sekarang sedang mencari cara agar bisa menyelamatkan Gojo. Sedangkan beberapa orang penting seperti Yaga telah tewas di tangan para petinggi, dan Toge dan Nobara sedang dirawat karena mengalami luka yang sangat serius. Toge kehilangan dua tangannya karena insiden di arc Shibuya, sedangkan Nobara hampir menjadi makhluk kutukan karena dampak serangan dari Mahito. Lantas bagaimana menurut kalian, apakah Culling Game telah menghabisi populasi manusia dalam jumlah banyak? Kita tunggu aja kelanjutan dari Culling Game di manga Jujutsu Kaisen ya Geeks.

Avatar
seorang manusia yang kebetulan tinggal di Malang dan lulusan salah satu kampus di sana pula. Lahir di Lumajang dan anak pertama dari dua bersaudara. Meski menyukai banyak hal, terkadang ada juga yang tidak disukainya juga sebab itu adalah sifat alami manusianya. Salam kenal untuk para Pembaca dan selamat menikmati sajian tulisannya.