Pahlawan super baru diperkenalkan oleh Marvel Studios melalui film Shang-Chi & The Legend of the Ten Rings, yang tidak lain adalah sosok Xu Shang-Chi. Kemunculan sosok Shang-Chi merupakan bentuk nyata dari komitmen Marvel di mana rumah produksi tersebut selalu berusaha mengedepankan perbedaan dan inkusivitas. Dan ini juga yang kemudian membuat mereka memulai Phase 4 dengan film Shang-Chi dan Black Widow.

Marvel sendiri kini secara resmi sudah menganggap Shang-Chi sebagai salah satu dari “New Avengers” atau Avengers yang baru. Artinya mungkin tidak lama lagi dia akan bergabung dengan karakter lain seperti Captain marvel atau Hulk. Marvel Studios sendiri sudah mempersiapkan sekuel untuk film ini. MCU benar-benar membawa karakter Shang-Chi ke level yang lain, yang jauh berbeda dengan komiknya. Lalu, apa yang membedakan versi MCU dan komik?

Cerita Origin Shang-Chi Versi MCU dan Marvel Comics

Meski pun secara garis besar sosok Shang-Chi terasa dan terlihat sama dengan versi komiknya, namun untuk cerita masa lalu Shang sendiri sedikit dibedakan. Cerita masa lalunya memiliki koneksi dengan seorang villain populer bernama Fu Manchu karya Sax Rohmer, seorang kriminal asal Tiongkok mengerikan yang memimpin sebuah kelompok penjahat. Marvel sendiri kemudian mendapatkan hak cipta karakternya pada 1970, yang kemudian melahirkan karakter Shang-Chi.

Marvel sendiri kemudian menggambarkan sosok Shang sebagai anak dari Fu Manchu, yang sedari kecil sudah dilatih untuk menjadi petarung handal demi bisa menggantikan posisi ayahnya suatu hari nanti. Namun, Shang kemudian menolak hal tersebut setelah mengetahui fakta sebenarnya bahwa sang ayah adalah penjahat besar. Dalam seri komik The Hands of Shang-Chi: Master of Kung Fu, Marvel meminjam beberapa karakter penting dari novel karya Rohmer sekaligus memperkenalkan karakter lainnya yang muncul untuk membantu Shang mengalahkan Fu Manchu.

Saat ini, Marvel Comics sudah tidak lagi memiliki hak cipta dari Fu Manchu atau karakter lainnya. Akibatnya, Marvel Comics pun beberapa kali melakukan penyesuaian cerita masa lalu dari Shang-Chi. Fu Manchu kemudian diketahui merupakan nama samaran, di mana nama aslinya adalah Zheng Shu. Yang menarik adalah organisasi kriminal Zheng Shu – yang sekarang dikenal sebagai Five Deadly Weapon Society – sudah berjalan sejak lama, bahkan sejak zaman Genghis Khan.

Organisasi tersebut kemudian dibagi menjadi lima “Houses” atau lima kelompok yang berkompetisi untuk menjadi pemimpin dari organisasinya setelah Zheng Shu tewas. Masing-masing House memiliki sosok andalannya. Shang-Chi sendiri merupakan perwakilan dari Deadly Hand. Karakter lainnya adalah Sister Dagger, Brother Sabre, Sister Hammer, dan Brother Staff.

Sister Dagger sendiri sebenarnya merupakan salah satu adik dari Shang-Chi, yang berusaha untuk bisa lepas dari organisasi tersebut. Marvel Studios sendiri kemudian kembali memberikan perubahan pada karakter-karakternya, seperti Zheng Shu yang kemudian digabungkan dengan sosok villain lainnya yaitu the Mandarin, yang memiliki nama asli Wenwu. Wenwu sendiri merupakan pemimpin dari kelompok teroris bernama the Ten Rings.

Wenwu sendiri sudah berusia ribuan tahun dan mampu hidup abadi berkat senjata mistis berupa gelang yang berjumlah 10 buah. Sedangkan sosok Xu Xia Ling merupakan gabungan dari dari seluruh adik-adik Shang-Chi dalam cerita komik. Di akhir filmnya, sang ayah memberikan Ten Rings kepada Shang-Chi, yang mana hal itu tidak pernah terjadi di komiknya. Artinya sosok Shang versi MCU akan sedikit berbeda dengan versi komik dalam hal kekuatan.

Gaya Bertarung Versi MCU dan Versi Komik

Ada alasan kuat mengapa sosok Shang-Chi dikenal sebagai “Master of Kung Fu” atau ahli dari bela diri Kung Fu. Karena dia merupakan salah satu sosok pertarung yang luar biasa. Dalam komiknya, Shang dilatih sejak kecil untuk menjadi seorang pembunuh mengerikan dan dia pun dibekali oleh kemampuan pertarungan tangan kosong dan jarak dekat – terutama Kung Fu.

Biasanya, sosok Shang diperlihatkan berlatih dan menggunakan teknik Kung Fu yang biasa digunakan oleh para biksu Shaolin. Hal ini dikarenakan Kung Fu Shaolin merupakan teknik yang menarik dan mudah dikenali, serta paling populer. Namun, dengan penulis cerita Shang-Chi yang berbeda-beda, artinya pengetahuan mereka tentang ilmu Kung Fu pun berbeda. Karenanya, gaya bertarung Shang-Chi versi komik tidak pernah sama.

Selain kemampuan fisik yang berada di level tertinggi serta ahli dalam hal bela diri Kung Fu, Shang-Chi juga merupakan salah satu orang yang mampu mengendalikan aliran Chi dalam dirinya. Meski pun kemampuan pengendalian Chi milik Shang tidak sekuat dan efektif Iron Fist, namun Shang-Chi tetap mampu menggunakan Chi miliknya untuk menghancurkan beton, bata, atau bahkan besi.

Shang-Chi juga bisa mengendalikan aliran Chi untuk mempercepat penyembuhannya. Belum lagi Shang-Chi mampu mengendalikan sistem syaraf dalam tubuhnya, yang membuatnya bisa menghiraukan rasa sakit atau memperlambat penyebaran racun di dalam tubuhnya. Sosok Shang-Chi versi MCU memang diperlihatkan sangat mirip dengan versi komik dalam hal kemampuan bertrarung dan kekuatan.

Produser filmnya, Jonathan Schwartz, pernah mengatakan kepada Entertainment Weekly bahwa koreografi pertarungan di filmnya merupakan salah satu dari beberapa koreografi pertarungan terbaik yang pernah dilakukan oleh Marvel. Schwartz menjelaskan bahwa setiap pukulan, gaya bertarung, dan cerita sengaja dihadirkan dengan indah dan dibungkus dengan sangat epik.

Schwartz juga menambahkan bahwa koreografi pertarungan yang dihadirkan di filmnya terinspirasi dari beberapa gaya dalam bela diri wushu dan koreografi yang dihadirkan oleh berbagai film aksi komedi yang dibintangi oleh Jackie Chan. Meski pun Shang belajar tai chi ketika berada di Ta Lo, sangat disayangkan tidak ada adegan ketika Shang mengendalikan kekuatan Chi.