Sanji Vinsmoke dan Roronoa Zoro merupakan dua kru Topi Jerami yang dianggap sebagai kru terkuat di bawah Luffy. Keduanya juga tidak kalah populer dibandingkan Luffy. Dalam sebuah kru bajak laut, masing-masing kru memiliki tugas dan perannya sendiri. Dan hal ini juga terjadi di kelompok Topi Jerami. Zoro dan Sanji merupakan dua “pemimpin” Topi Jerami yang unik.

Eiichiro Oda sepertinya memang sengaja menggambarkan sosok keduanya dengan dua sifat yang berbeda. Sering kali Sanji harus melakukan duel demi melindungi orang lain. Contohnya adalah ketika di Alabasta di bertarung menghadapi Mr. 2 untuk melindungi Vivi. Di Enies Lobby, dia bertarung menghadapi Jabra untuk menggantikan Usopp.

Di Thriller Bark, Sanji bertarung menghadapi Absalom demi melindungi Nami. Di Punk Hazard, dia bertarung melawan Vergo demi melindungi Tashigi. Dan yang paling baru adalah ketika dia berhasil menyelamatkan Momonosuke menggunakan Raid Suit, dan juga menolong Zoro yang terluka. Semua itu dihadirkan oleh Oda Sensei untuk membentuk karakter Sanji sebagai sosok pelindung.

Dan hal berbeda diperlihatkan oleh sosok Zoro. Zoro bertarung dengan tujuan untuk menang dalam pikirannya. Setiap kali bertarung, yang dia pikirkan adalah bagaimana caranya menang dan terus bertambah kuat. Dan terkadang, apa yang dia ucapkan saat bertarung melawan musuh menjadi gambaran dari apa yang ada dalam pikiran Zoro. Misalnya saat bertarung melawan zombie Ryuma, dia mengatakan bahwa dia akan menang dan mengambil Shusui.

ADVERTISING
amp-fx-flying-carpet height="300px">
ADVERTISING

Perlindungan dan kekuatan, tidak ada dari keduanya yang lebih hebat dari satu sama lain. Sering kali para fans membandingkan diantara keduanya mana yang paling hebat. Padahal sebenarnya kedua sifat yang berbeda tersebut saling melengkapi di kelompok tersebut. Selain itu, mereka juga mampu menjadi “pemimpin” versi mereka masing-masing ketika Luffy tidak ada.

Sanji memiliki sifat seperti seorang guru. Hal ini bisa dilihat dari momen ketika Sanji menggantikan Usopp dalam menghadapi Jabra. Sanji tidak “mengusir” Usopp untuk melakukan hal lain, tetapi dia memeriksa dan menganalisis situasinya dan kemudian mencari jalan terbaik untuk situasi tersebut. Momen itu membuat Usopp tersadar bahwa dia memiliki peran penting tersendiri di kru Topi Jerami dan dia juga sosok yang bisa membantu dengan caranya sendiri.

Zoro, di sisi lain, merupakan sosok yang lebih mementingkan aksi. Dia adalah orang yang biasanya masuk dalam pertempuran terlebih dahulu, dan kesembronoan ini sering kali membuat kru lain mengikutinya. Mereka melihat sosok Zoro sebagai seseorang yang tidak takut mati, dan mereka tidak memiliki hal lain selain mengagumi hal tersebut. Kita bisa melihat contohnya saat Zoro menyerang Oars atau Birdcage. Dalam dua momen itu Zoro yang menginisiasi serangan.

Sebagian fans beranggapan bahwa Zoro dan Sanji merupakan “pedang” dan “perisai” dari Monkey D. Luffy. Sebagai “pedang” dari Luffy, wajar jika Zoro kemudian menjadi tangan kanan Luffy. Keduanya memang memiliki ikatan spesial dibandingkan ikatan dengan kru Topi Jerami lainnya. Zoro benar-benar mempercayai sosok Luffy sebagai sosok yang kuat dan bisa melakukan apa pun yang memang dibutuhkan.

Selama Luffy bisa melakukannya, Zoro akan selalu ada dan siap untuk membantu Luffy mewujudkan semuanya. Setiap kali Zoro menunjukan sifat kepemimpinannya, hal itu selalu di arahkan kepada Luffy. Zoro memastikan bahwa Luffy tetap berpegang teguh terhadap standar yang ada. Dan hal itu sepertinya sudah dilakukan oleh Zoro sampai saat ini.

Berbeda dengan Zoro, Sanji menunjukan kepemimpinannya kepada para kru lain. Contoh nyatanya adalah seperti disebutkan di atas, dia tidak memberi tahu Usopp apa yang harus dia lakukan. Sanji hanya mengingatkan apa yang bisa dia lakukan. Jadi, kesimpulannya adalah baik Sanji atau pun Zoro memiliki peran dan tujuannya masing-masing di cerita One Piece.

Oda Sensei sudah membangun koneksi antara Luffy dan Zoro serta Luffy dan Sanji dengan caranya masing-masing, untuk membedakan bagaimana keduanya memimpin kru Topi Jerami ketika Luffy tidak ada. Mereka berdua rela melakukan apa pun demi sang kapten. Zoro rela mengorbankan harga dirinya demi bisa berlatih bersama Mihawk. Sanji rela mengorbankan maskulinitasnya untuk berlatih bersama Okama dan Ivankov. Keduanya benar-benar merupakan karakter yang luar biasa dan mereka berdua juga benar-benar “sayap sang raja bajak laut.” Jadi dapat disimpulkan jika Sanji dan Zoro sama baiknya sebagai wakil kapten, hanya saja mereka memiliki caranya masing-masing untuk menyelesaikan masalah.