Seri manga One Piece kembali merilis chapter terbaru untuk minggu keempat secara berturut-turut. Hal ini tentunya jarang terjadi, di mana Oda Sensei biasanya menerbitkan tiga chapter dalam sebulan sebelum kemudian jeda mingguan. Di chapter sebelumnya, kita melihat bagaimana masa lalu Yamato yang tragis. Sedari kecil dia sudah dikurung oleh Kaido di sebuah penjara.

Namun, yang menarik adalah Yamato ternyata bertemu dengan tiga orang samurai legendaris. Salah satu diantaranya adalah Shimotsuki Ushimaru, pemimpin dari wilayah Ringo. Fakta ini tentunya mengejutkan mengingat di mana Yamato sendiri sebenarnya tidak menyadari bahwa salah satu samurai tersebut adalah sosok legendaris wilayah Wano. Lalu, apa saja yang terjadi di chapter 1025 ini?

Debut Momonosuke Sebagai Naga

Di chapter sebelumnya, Momonosuke selalu merasa bahwa dirinya hanya menjadi beban bagi banyak orang yang selalu membelanya. Namun, Momonosuke kemudian tersadar bahwa dia harus melawan. Akhirnya dia pun meminta bantuan Shinobu untuk mengubahnya menjadi dewasa. Meski pun pada awalnya Shinobu ragu, pada akhirnya permintaan tersebut dikabulkan.

Di chapter 1023 kemarin, kita melihat bagaimana Momonosuke akhirnya berhasil menjadi dewasa. Usianya sekitar 28 tahun sekarang. Namun, yang menjadi perhatian adalah bagaimana ukuran naga Momonosuke sekarang yang mirip seperti naga Kaido. Chapter 1025 dibuka dengan upaya Luffy dan Momonosuke kembali ke Onigashima. Momonosuke ternyata masih takut terbang dan ketinggian.

ADVERTISING
amp-fx-flying-carpet height="300px">
ADVERTISING

Luffy pun kemudian memaksa dan membuat Momo akhirnya bisa terbang, meski pun dia harus menutup matanya di sepanjang perjalanan. Dan efeknya cukup mengerikan. Karena Momo tidak melihat arahnya, dia pun menabrak hampir semua lantai di istana Kaido, termasuk beberapa tempat di mana pertarungan sedang terjadi. Hal itu membuat kaget banyak orang.

Pertarungan 3 Lawan 1

Meski pun sempat terbang tidak beraturan, para akhirnya Momonosuke pun berhasil terbang di atas istana Kaido. Dan setelahnya, dia pergi ke tempat di mana Kaido dan Yamato bertarung. Luffy pun melihat keduanya sedang saling serang, dan hal tersebut membuat Luffy akhirnya terpancing untuk ikut menyerang. Sebelum mendarat, Luffy mengaktifkan Gear 4: Snake Man miliknya.

Luffy pun kemudian menggunakan teknik Gomu Gomu Jet Culvarin. Sedangkan Yamato menggunakan teknik Hakujaku. Keduanya kemudian menyerang secara bersamaan ke arah Kaido. Hal tersebut ternyata cukup efektif untuk menyerang Kaido. Yamato menyadari kemunculan Luffy, dan Luffy pun berterima kasih telah menahan Kaido saat dia tidak sadarkan diri.

Pertarungan 2 Naga

Pasca serangan kombinasi dari Luffy dan Yamato tersebut ternyata Kaido kembali menunjukan kemampuannya. Dia sama sekali tidak terpengaruh oleh serangan tersebut dan juga tidak terluka. Mengetahui dia akan mendapatkan serangan dahsyat, Kaido pun langsung berubah wujud menjadi seekor naga. Dan Kaido sendiri terkejut dengan kemunculan kembali Luffy.

Selain kaget dengan kembalinya Luffy yang dia duga sudah tewas, Kaido terkejut dengan kemunculan sosok naga lainnya. Dan Kaido semakin dibuat terkejut ketika mengetahui bahwa sosok di balik naga yang satunya ternyata adalah Kozuki Momonosuke. Bukan hanya Kaido, Yamato pun nampak terkejut dan tidak menyangka bahwa sosok Momonosuke mampu berubah menjadi naga raksasa seperti ayahnya.

Takdir Yamato

Dalam pertarungan Yamato dan Kaido, terdapat sebuah momen yang menarik di mana Kaido membahas mengenai takdir dari Yamato. Kaido mengagumi bagaimana determinasi Yamato yang bertarung dan berusaha untuk menghabisinya. Kaido mengatakan bahwa Yamato benar-benar bertarung layaknya seorang samurai. Dia benar-benar seolah bertarung demi melindungi Wano.

Kaido sendiri kemudian dengan tegas menyatakan bahwa bagaimana pun, sekeras apa pun, Yamato berusaha bertarung melawannya, dia tidak bisa menutup fakta bahwa di dalam tubuhnya terdapat sosok iblis (Oni). Dan menurut Kaido, takdir dari seorang Yamato dan juga Oni adalah membuat para manusia menderita dan memperbudak mereka, bukannya berteman atau menjadi sosok baik.